
"Kak, apa gak kasihan lihat Nabila?" ujar Siska saat berada dalam mobil Nathan yang mengantarkannya pulang. setelah mereka keluar dari Cafe, para pengunjung kaget dengan mobil audi Q7 yang dibawa Nathan.
Mereka berpikir kenapa Nabila bisa memiliki cowok tampan dan kaya seperti Nathan? Mita teman sekelas Nabila yang memang tidak suka dengan Nabila karena Alex mendekati Nabila, bukan dirinya yang lebih cantik dan modis, semakin benci dan iri melihat Nabila.
"Emang Nabila kenapa, Sis?" Nathan melirik Nabila yang berada di sampingnya. Nathan tidak paham dengan maksud Siska.
"Yah, kasihan Nabila harus berpenampilan seperti itu kak, dia jadi sering di Bully, apalagi saat OSPEK, baik senior cewek atau cowok pasti ngerjain Nabila." Nathan kaget dengan informasi yang didapatkannya dari Siska, Nabila tidak pernah bercerita padanya jika dia sering dibully, Nathan sadar seperti apa rasanya, saat itu Nathan tidak peduli, tapi Nabila, dia tidak benar - benar ingin berpenampilan seperti sekarang? Jika bukan karena paksaan suaminya.
"Kamu sering dibully, beb?" tanya Nathan menatap sekilas Nabila.
"Iya, tapi belum tahap yang meresahkan kok, Nabil masih bisa atasi, kakak tenang aja." Nabila menenangkan Nathan.
Nathan ingat cowok brengsek bernama Alex tadi yang menghina Nabila, Nathan memukul stir mobil karena kesal mengingat kejadian tadi.
Nabila yang melihat Nathan kesal, mencoba menenangkannya.
"Tenang aja, Nabil gak pa - pa kok, kak." Nabila mengusuk lengan Nathan untuk menenangkannya.
"Tetap aja, aku gak rela, beb." sewot Nathan.
__ADS_1
"Tau gak kak.. ada satu teman sekelas Nabila bilang gini 'loe yakin jadi designer? emang loe ngerti mode? gak ngaca? Pedes bangetkan kak?" Siska kembali memberitahu Nathan. Membuat Nathan memandang ragu Nabila, apakah dia harus membiarkan Nabila melakukan sesuatu seperti ingin Nabila?
***
Alex yang telah ke luar lebih dulu dan diikuti Felix serta yang lainnya. Felix langsung mencegat Alex.
"Loe. lupq bro? mana kunci mobil loe?" ujar Felix menyodorkan tangannya, meminta kunci mobil Alex. Dengan berat hati Alex menyerahkan kunci mobilnya.
Alex pulang dengan ojek online. Di rumah dia melihat mobil sepupunya.
"Eh bang, baru pulang" tanya Laudya yang ternyata adek sepupu Alex.
"Loe, dulu sekolah di SMA Bina Harapankan?" tanya Alex, penasaran juga kenapa Nabila bisa memiliki cowok tampan?
"Iya. kenapa emangnya bang." Alex duduk di samping Laudya, sambil memakan cemilan yang sedang di makan Laudya.
"Kenal sama Nabila, gadis dengan pakaian kuno dan culun?" Alex mencoba menjelaskan kepada Laudya.
"Kalau Nabila itu. gue gak kenal bang, tapi adek tingkat gue, ada juga Nabila cewek populer di Sekolah, semua cowok pada suka sama dia, dan gue benci banget sama tu anak karena pacaran sama Nathan pewaris NFL company." jelas Laudya mengingat kejadian dulu.
__ADS_1
"Nah. cewek yang gue maksud, nama cowoknya juga Nathan." Laudya jadi penasaran dan memperlihatkan foto Nathan di Instagramnya.
"Ini dia cowok tadi." Alex menunjuk foto yang dimaksud Laudya.
"Ceweknya inikan?" Laudya memperlihatkan gadis cantik yang dirangkul Nathan.
"Gila, cantik benar ceweknya, pantasan cocok.. tapi yang selama ini gue tahu Nabila gak kayak gini." Jika Nabila secantik ini, tidak akan pura - pura Alex deketinnya, udah pasti menjadi salah satu ceweknya.
"Jadi mereka masih pacaran ya?" Ada perasaan kesal dalam diri Laudya.
"Iya dan gue kehilangan mobil gara - gara dia." Alex masih merasakan kekesalan atas apa yang menimpanya.
"Gue, juga masih sangat kesal sama Nabila.. eh gue punya rencana bang, buat balas sakit hati kita." Laudya membisikan sesuatu di telinga Alex. Alex tersenyum, licik.
🍒🍒🍒
Apa ya kira - kira rencana mereka ya?
Konflik gak berat ya karena aku penyuka cerita dengan konflik ringan.
__ADS_1