I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Dijemput Mertua


__ADS_3

Siska telah berada di lobby bersama Sari dan Atha yang masih berada di gendongannya.


"Mbak Sari, punya aplikasi ojol?" tanya Siska.


"Nggak ada, Bu," jawab Sari.


"Kamu mau kemana? Abang antar aja, ya," bujuk Cakra yang memang masih di Lobby.


Siska hanya diam saja, dia mencari handphonenya dari dalam tas.


"Siska! Apa yang terjadi?" tanya Cyntia yang telah berada di Lobby.


"Mama!" serentak Siska dan Cakra.


Bagaimana bisa Cyntia ada di sini?


"Apa yang kamu lakukan? Sampai Siska ingin pergi dari apartment?" bentak Cyntia kepada Cakra.


"Ini hanya kesalah pahaman, Ma," bela Cakra.


"Ayo, Sis, kamu le rumah Mama saja dulu," tawar Cyntia. "Mang, bawa barang-barang Siska ke mobil," perintah Cyntia kepada sopirnya.


"Mama, maaf merepotkan," ucap Siska memelas. sebenarnya dia tidak ingin mertuanya tahu tentang masalah rumah tangganya.


Siskapun heran kenapa Cyntia bisa tahu dan berada di sini?

__ADS_1


"Kamu jangan meminta, maaf. Maafkan Mama karena tidak bisa mendidik putra Mama dengan baik," kata Cyntia. "Sebaiknya kita segera pergi dari sini," ajak Cyntia.


"Mama!" panggil Cakra.


"Kamu, silahkan untuk instropeksi diri," hardik Cyntia kepada Cakra.


Cyntia langsung mengajak Siska keluar menuju mobil. Cakra mendekati Siska dan mencium putranya.


"Papa, akan menjemput, kalian segera," ucapnya.


Setidaknya Cakra tidak perlu cemas kemana Siska pergi. Siska dan bayinya akan aman di rumah mamanya.


Mereka menuju mobil meninggalkan Cakra. Cakra akan berjuang mengembalikan keutuhan rumah tangga mereka.


Di dalam mobil.


"Ibu, maafkan kelancangan saya, saya yang memberitahu, Nyonya," gugup Sari. Dia melihat kebelakang di mana Siska dan Cyntia duduk. Sementara Sari di depan bersama sopir. Sari memang yang memberitahu Cyntia karena saat melihat Aline datang dan ketidaksopanan Aline. Membuat Sari menghubungi Cyntia.


Ditambah Sari adalah pekerja yang Cyntia rekrut dan Cyntia memang menyuruh Sari untuk memberitahunya, jika terjadi apa-apa kepada Siska dan cucunya.


"Jangan salahkan Sari, Mama yang memintanya untuk menghubungi Mama jika terjadi apa-apa. Memangnya kamu mau kemana?" tanya Cyntia.


"Entahlah, Ma. Siska hanya ingin pergi saja, Siska ingin menenangkan diri, agar kami bisa mengintropeksi diri masing-masing," terang Siska.


"Yang kamu lakukan sudah bagus, tenangkanlah dirimu di rumah Mama, selama yang kamu mau," balas Cyntia.

__ADS_1


"Apa tidak merepotkan?" Siska merasa segan dengan ibu mertuanya. Dia menundukan wajah melihat Atha yang tengah di pangkunya.


"Tentu saja tidak, Mama dan Papa malahan berharap kalian tinggal di rumah kami. Jadi rumah tidak akan merasa sepi," jelas Cyntia.


Dia memang berharap Cakra dan keluarganya tinggal bersama mereka. Namun, Cyntia tetap menghormati keputusan anak dan menantunya. Toh, Cyntia masih bisa mengunjungi mereka atau mereka yang mengunjunginya.


"Terima kasih, Ma. Siska bersyukur punya mama mertua seperti Mama," ucap Siska tulus.


"Kamu ingatkan? Mama pernah mengatakan kepadamu, anggap Mama adalah ibu kandungmu," jawab Cyntia. Dia mengusap lengan Siska, agar Siska menjadi kuat dan semangat lagi. Cyntia takut jika Siska menyerah lagi dalam hidup. Siska memberikan senyuman kepada Cyntia dan menganggukan kepala, tanda dia sangat bahagia memiliki Cyntia sebagai ibu mertuanya.


Buat Cakra, lihat saja, pasti kena ceramah oleh Cyntia.


🍒🍒🍒


Kalau aku up ulang kisah ini dengan judul terpisah bagaimana?


Please koment ya besties setia akuh🙏



Lanjut di sini


Boleh up ulang dengan judul baru


__ADS_1


Ketik dikolom koment 1 atau 2 ya.


__ADS_2