
Acara wisuda kelulusan kelas dua belas, dipersiapkan dengan matang. Acara wisuda tersebut diadakan di aula Sekolah yang telah disulap menjadi tempat wisuda. Mimbar untuk tempat pidato, meja - meja saat penyerahan piagam dan simbolis ijazah, serta kursi - kursi untuk siswa siswi kelas dua belas di sebelah kiri dan keluarga di sebelah kanan.
Keluarga Nathan telah hadir kecuali Nadine karena masih kuliah dan belum waktunya libur. Nabila juga hadir dia duduk bersama sahabat - sahabatnya yang juga entah kenapa menjadi pasangan Cakra, Evan, Rangga dan Ferry.
Nathan duduk sebaris dengan Cakra dan Danil, sedangkan Evan CS di depan mereka. Danil tersenyum dan melihat Siska duduk bersama teman - temannya. Dia merasa Siska datang karena menerima undangannya, hal itu terlihat oleh Cakra, dia mengikuti pandangan Danil dan ternyata Danil menatap Siska, membuat Cakra cemburu. Danil memang tidak mengetahui saat ulang tahun Nathan bahwa Cakra mengaku sebagai kekasih Siska.
"Nath, nanti loe bantu gue ya, buat pendekatan sama Siska, diakan sahabat cewek loe." ujar Danil, agar dimuluskan menjadi pacar Siska.
"Siska, datang bukan karena loe, tapi karena gue, diakan pacar gue." sewot Cakra.
Nathan mengernyitkan kening menatap Cakra, meminta penjelasan sejak kapan Cakra jadian dengan Siska? Ah tapi itu gak masalah, malahan bagus, jadi Cakra, tidak akan mengganggu hubungannya dan Nabila lagi.
"Sejak kapan loe punya cewek dan Siska pula?" ucap Danil tidak percaya, seketika hatinya mencolos, benih cinta yang tadi bermekaran menjadi layu seketika.
"Bukan urusan loe, jadi simpan atau buang segera perasaan loe kepada Siska." peringatan Cakra.
Danil hanya terdiam, kemudian memandang Siska bergantian Cakra.
" Jadi, Siska datang bukan untuk gue?" lanjut Danil lagi dengan memelas.
"Emang loe, ada dihubungi Siska kalau dia mau jadi patner loe?" tanya Cakra.
"Gak sih." jawab Danil.
"Ya, berarti dia datang bukan untuk loe." kesal Cakra. Nathan hanya menjadi pendengar pertekaran kecil mereka.
Rangkaian acara wisuda trlah dilalui, dari pembukaan sampai pengumuman siswa dengan nilai tertinggi alias juara umum, dan siswa tersebut adalah Nathan. Nathan senang usahanya belajar keras tidak sia - sia, dia menghela nafas lega karena hal ini akan memuluskan rencananya, yaitu mendapatkan restu Nayla.
Setiap orang tua pasti akan bahagia dan bangga jika anaknya menjadi juara umum di Sekolah, namun tidak berlaku bagi Nayla karena dia harus menepati janji untuk mengizinkan Nathan menikahi Nabila diusia muda, delapan belas tahun. Nayla masih berharap orang tua Nabila tidak memberi izin mengingat, Nabila jugw baru berumur enam belas tahun.
Kepala Sekolah menyerahkan piagam dan simbolis ijazah kepada Nathan kemudian Nathan memberikan pidato singkat tentang cara dia mencapai nilai tersebut. Sementara yang biasanya menerima posisi tersebut selama di Sekolah, tidak menyangka yang merebut posisinya adalah Nathan, siswa paling tidak di kenal sebelumnya.
"Gak nyangka kak Nathan pintar banget." ujar Cheryl membuka obrolan.
__ADS_1
"Iya, tapi aneh juga, kenapa baru sekarang ya kak Nathan tampil." celetuk Maura.
"Ya mungkin karena dulu dia tidak ingin terexpose." timpal Siska.
Nabila hanya diam, dia bangga Nathan menjadi juara umum. Nabila sibuk dengan pikirannya bahwa dia akan berpisah dengan Nathan dan tidak akan bertemu lagi.
Sedangkan Laudya semakin kesal dan menyesal karena tidak menjadi orang special Nathan.
Terakhir acara wisuda ditutup dengan foto bersama angkatan itu dan acara masing - masing mereka. Nathan brrfoto dengan orang tuanya kemudian dengan Nabila serta berfoto kembali bersama orang tuanya dan Nabila. Juga mereka berfoto bersama teman - teman yang lain.
πππ
Acara prom night di mulai jam tujuh malam, jam enam Nathan telah berada di rumah Nabila untuk menjemputnya. Nathan mengobrol dengan papi Nabila. Nathan memberitahu papi Nabila bahwa dia akan kuliah di Oxford, Inggris.
Nabila turun dengan memakai gaun yang diberikan Nathan. Nathan bahkan tidak bisa berkedip memandang Nabila yang tampil dengan anggun dan cantik. Mereka kemudian pamit menuju Hotel milik keluarga Cakra yang kebetulan menjadi donatur untuk tempat acara prom night Sekolah bina harapan international tahun ini, sedangkan keluarga NFL menjadi donatur untuk catteringnya serta keluarga lainnya juga memberikan sumbangan demi menyukseskan acara prom night putra putri mereka.
Nabila hanya diam sepanjang perjalanan, dia masih kesal karena Nathan tidak pernah membahas tentang rencana kuliah dia di Oxford, apa Nathan tidak tidak menganggap dia sebagai pacarnya? Nathan meraih tangan Nabila, namun ditepis oleh Nabila.
"Kok cemberut Beb? ada apa?" Nathan mencoba mengusir kecanggungan perjalanan mereka.
Akhirnya Nathan berhenti membujuk Nabila, namun setelah ini, Nathan yakin Nabila tidak akan menolaknya.
πππ
Apa sih yang loe rencanain Nath?
Sambil nunggu, bisa mampir ke karya teman author yang berjudul MASA LALU SANG PRESDIR karya author ENI SUDRAJAT
Masa Lalu Sang Presdir (21+)
Blurb :
__ADS_1
Ameera bimbang dengan keadaan dirinya yang dirasa apa pantas seorang Ameera dengan status yang di sandang dirinya menerima cinta yang diungkapkan Richard barusan?
"Ameera sayang, kenapa diam? hatiku bergejolak ingin mendengar jawaban darimu, katakan! apapun itu aku siap menerimanya."
"Rich, a-aku juga sa-sama ... tapi."
"Ameera jangan ada kata tapinya, sudah cukup, aku mengerti, aku melihat tatapan mu ada cinta untukku di sana."
"Richard ...."
"Ssssssssst ... aku telah mengerti, kita satu hati sama saling punya rasa." Richard menghampiri Ameera yang duduk di hadapannya di sofa ruang tamu Vila Melati keluarga Haji Marzuki.
Richard meraih kedua tangan putih lembut Ameera dan menciumnya, Ameera merasa malu menariknya perlahan.
"Maafkan aku Ameera, aku tidak bisa mengungkapkan kata-kata dan kata hati yang lebih bagus lagi seperti orang lain, juga aku tidak romantis ya? ungkapkan cinta sembarang waktu pada saat jam kerja dan juga tempat yang tidak dirancang dengan istimewa, aku tidak membawa kamu ke tempat yang lebih romantis lagi. Tetapi tidak mengurangi rasa yang kuberikan padamu aku mencintaimu Ameera!"
Ameera mengangguk mantap.
Anggukan Ameera melebihi ribuan kata dan rangkaian puisi yang begitu bermakna bagi Richard, mengerti isi hatinya itu yang terpenting, Ameera telah menerimanya hanya dengan satu anggukan kepala dan senyum yang sangat menawan hati Richard, sanggup mengalahkan sejuta kata-kata penerimaan lainnya.
Jangan lupa
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya
Saranghaeyoππ
__ADS_1
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=