
Nabila dan teman sekelasnya sibuk mempersiapkan café detektif mereka, Nathan sendiri pun sibuk belajar, hampir seminggu mereka tidak bertemu.
Nathan mulai merindukan Nabila, pulang sekolah dia ke kelas Nabila. Nathan berencana untuk mengajak Nabila nonton di bioskop. Nathan melihat jika Cakra dan Evan telah ada disana. Kenapa mereka ada disini juga? Batin Nathan. Nathan memperhatikan Nabila yang sibuk membuat ornament untuk mendekorasi café dekektif mereka.
“Hi beb.” Panggil Nathan, dia melap keringat Nabila. Nabila tersenyum dengan kedatangan Nathan, namun tidak dengan Cakra, dia cemburu melihat Nathan yang bersikap mesra terhadap Nabila. Sedangkan Siska melihat tatapan cemburu Cakra menjadi sakit. Tidak bisakah bang Cakra menatap gue, seperti dia menatap Nabila? batin Siska.
“Eh, kak.” Kaget Nabila dengan kedatangan Nathan yang tiba – tiba. Nathan mengusap pucuk kepala Nabila.
“Masih lama?” tanya Nathan, membantu Nabila mengunting potongan – ptongan gambar yang telah ada di meja.
“Kayaknya bentar lagi selesai, emang kenapa kak?” Nabila masih sibuk menempel – nempel hasil potongan Nathan.
“Nonton yuks, kita kan belum pernah nonton.” Ajak Nathan, masih sibuk membantu Nabila.
“Boleh.” Jawab Nabila.
“Eh, boleh juga tu, udah lama kita gak jalan barengkan?” Cheryl yang disamping Nabila, langsung nimbrung.
“Boleh, apa Cher?” tanya Maura, yang duduk dibawah sedang menjahit logo pada seragam pelayan bersama Jenifer. Sedangkan Evan disamping Jenifer membantunya merapikan seragam tersebut.
“Kak Nathan, ingin ngajak kita nonton.” Balas Cheryl. Siapa yang mengajak kalian, aku hanya mengajak Nabila, sungut Nathan dalam hati.
“Asyik tu, emang mau nonton apa?” tanya Siska yang sedang mendisign menu untuk café detektif.
“Ntar, coba aku searching film apa yang lagi tayang.” Jenifer mengambil handphonenya, mencari film untuk hari ini.
“Ada ni, Batman, Lost City dan Ambulance.” Jenifer menyebutkan hasil pencariannya.
“Batman aja deh, yang setuju tunjuk tangan.” Putus Cheryl. Nathan hanya bingung dengan mereka.
Kenapa ini jadi mereka yang menentukan? Tadinya Nathan ingin menonton film romantic berdua dengan Nabila, dia melirik Nabila, namun Nabila hanya nyengir.
***
Disinilah mereka sekarang di salah satu bioskop yang ada di pusat perbelanjaan. Nathan heran karena Cakra, Evan, Ferry dan Rangga juga ikut. Mereka seperti five date bukan double date lagi. Semua setuju untuk menonton film Batman. Nathan telah memesan via aplikasi online untuk tiketnya, jadi mereka tidak perlu antri lagi.
__ADS_1
Evan dan Ferry membeli minuman dan cemilan untuk mereka di dalam, kemudian membagikannya kepada para gadis. Pintu ruangan telah terbuka, menandakan film pilihan mereka akan segera ditayangkan.
Ternyata yang memilih film tersebut cukup rame, mereka terpaksa berdesak – desakan untuk masuk. Nathan melindungi Nabila dari orang yang tidak sabaran untuk masuk, padahal kursi telah ditetapkan, entah apa yang membuat mereka berdesak – desakan.
Evan sendiri melindungi Jenifer agar tidak kena sikut dari para pengunjung lain, bahkan rasanya Evan ingin menggendong Jenifer saja. Ferry bersama Maura, Cheryl dan Ranggal. Rangga dalam situasi seperti itu masih sempat – sempatnya menggoda Cheryl. Sedangkan Cakra bingung sendiri, kenapa dia jadi berdua dengan Siska? Tadinya dia ingin mendekati Nabila, sekalipun Nathan ada.
Tempat duduk mereka tidak satu baris melainkan tiga baris, Nathan sengaja membuatnya seperti itu, dia dan Nabila dibaris D, dan hanya dia bersama Nabila duduk dipojok kanan, sisanya orang lain.
Sedangkan Evan, Jenifer, Rangga dan Cheryl dibaris E, Cakra, Siska, Ferry dan Maura dibaris F.
Nabila memberikan Nathan minuman setelah mereka duduk, Nathan dengan pedenya merangkul bahu Nabila. Itu membuat mereka jadi tontonan yang lain yang duduk dibelakang mereka. Nathan sengaja memamerkan kemesraannya bersama Nabila, untuk menyadarkan Cakra dan Evan, bahwa Nabila hanya miliknya.
Siska memperhatikan Cakra yang terbakar cemburu melihat Nathan dan Nabila, apalagi dengan tidak tau malunya Nathan mencium pipi Nabila. Sedangkan Evan yang melihat kemesraan Nathan dan Nabila cemburu karena dia tidak bisa berbuat seperti itu kepada Jenifer. Jenifer justru berfikir jika Evan belum move on dari Nabila, namun Jenifer bingung dengan perhatian Evan kepadanya, apakah karena Evan ingin membuat Nabila cemburu?
Sementara Rangga dan Ferry justru mengambil kesempatan dengan pendekatan dengan Cheryl dan Maura. Evan dan Cakra yang semakin kesal melihat tingkah Nathan yang menyuruh Nabila menyandarkan kepala dibahunya, padahal film yang mereka tonton film action bukan film romantic, serentak Evan dan Cakra melempar Nathan dengan berondong jagung yang sedang mereka makan.
Nathan merasa ada yang melemparinya dengan berondong jagung, reflex melihat ke belakang, bukannya berhenti, justru semakin memanasi mereka dengan merangkul Nabila.
“Kakak, kenapa?” tanya Nabila yang bingung dengan tingkah Nathan.
“Kalau kak Evan, kakak, tidak usah takut, Nabil bukan cewek yang disukainya kok.” Ucap Nabila, sambil memegang tangan Nathan.
“Maksud kamu?” tanya Nathan, penasaran.
“Iya, kakak perhatikan saja, sebenarnya cewek yang disukai kak Evan adalah Jenifer, dan Nabil yakin selama ini kak Evan gak suka sama Nabil, hanya saja Nabila gak tau kenapa dulu kak Evan menyatakan suka.” Beritahu Nabila.
“Jadi, kakak, tidak usah cemas.” Lanjut Nabila lagi, mengelus tangan Nathan, agar berhenti mencemaskan Evan maupun Cakra.
“Tetap saja, aku harus membuat Cakra sadar.” Nathan melirik kebelakang lagi dan tepat saat Cakra juga menatapnya dengan tajam. Nathan kesal dengan tatapan menantang dari Cakra, tanpa berfikir Nathan menarik wajah Nabila dan mencium bibirnya sekilas, hal itu membuat Nabila memelototkan matanya, Nathan hanya memberikan senyuman mautnya.
Hal itu juga membuat yang lain kaget dengan tingkah Nathan. Cakra semakin cemburu, Siska yang melihat kilat kemaran dimata Cakra, langsung memegang tangan Cakra, agar Cakra tenang, melihat tangannya disentuh oleh Siska, Cakra langsung melihat ke Siska.
Deg
🍒🍒🍒
__ADS_1
Hi cayang - cayang akuh, semoga masih setia ya. Dan terima kasih buat kk "NANDHINI ANAK BABEH" yang udah do'kan aku untuk sembuh.
jangan lupa folow aku aku ini dan ig : lady_mermad
Aku mau rekomendasikan karya pertama ku ya "UNEXPECTED MARRIAGE"
Viona Retwinata adalah seorang ibu tunggal berusia 25 tahun. Suaminya telah meninggal 7 tahun yang lalu. Dia memiliki anak laki – laki berusia 7 tahun, bernama Darrel Saputra. Karena keadaan, Viona akhirnya menikah dengan Vino Welton.
Vino Welton adalah seorang pewaris tunggal Welton group, berusia 30 tahun. Mencintai kebebasan dan tidak ingin terikat denga yang namanya pernikahan. Baginya wanita hanya teman tidur.
“Dengan siapapun aku menikah, aku akan menjalankannya dengan baik dan sempurna, karena memang itulah takdir ku”
\= Viona Retwinata \=
“Bagaimana mungkin seorang janda yang telah memiliki seorang putra, namun masih Virgin?”
\=Vino Welton \=
Please
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya
Seperti biasa aku mau santai dengan kursi pijat di taman bunga sambil minum kopi, you know lah😘😘
Gomawo
__ADS_1
\= Lady_MerMaD \=