I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Gadis yang disukai Nathan


__ADS_3

“Gue, pernah sih, lihat kak Nathan sama cewek teman sekelasnya beberapa kali.” Ucap Nabila


“Siapa?” tanya Siska.


“Gue baca di name tagnya, namanya Laudya Cherry” Lanjut Nabila lagi.


“Ya belum tentu juga itu cewek yang disukainya.” Balas Jenifer.


“Cara kak Nathan memandang cewek itu, gue rasa karena kak Nathan suka sama dia.” Jelas Nabila lagi.


“Loe yakin?” Maura penasaran.


“Gue lihat dia boncengin cewek itu, padahal hari itu dia janji pulang bareng sama gue.” Ceplos Nabila.


“Apa hubungan loe udah sedekat itu sama kak Nathan?” tanya Cheryl dengan info dari Nabila.


“Kita emang ketingalan info.” Ucap Siska.


“Gak dianggap kita nih.” Tambah Jenifer mengompori.


“Ah, benar – benar loe Nab.” Ujar Maura, menggeleng – gelengkan kepala, seolah – olah tak percaya.


“Bukan gitu, gue yakin, kalian gak akan setuju kalau gue dekatin kak Nathan.” Bujuk Nabila.


“Ya iya lah.” Sahut semua serempak.


“Apa lagi saat itu kak Evan gencar – gencarnya dekatin gue, dan kalian kan teamnya kak Evan.” Ucap Nabila yang mulai merajuk.


“Tapi kami pasti tetap dukung loe lah Nab.” Ucap Siska bijaksana.


“Iya, maaf karena gue gak cerita sama kalian.” Nabila mengatupkan tangan tanda permintaan maaf.


“Terus loe uda pernah jalan sama kak Nathan?” tanya Maura penasaran.


“Udah sekali, itupun karena gue ancam.” Nabila tersenyum mengingat kejadian tersebut.


“Kata loe, dia batalin janji?” tanya Cheryl.


“Iya gue udah nunggu dia, tapi dia gak muncul – muncul eh pas gue duduk di indomerit dia datang ngelewatin gue sambil boncengan dengan kak Laudya.”


“Seperti Jeni bilang diakan pria es, jadi gak mungkin kan mau boncengin orang kalau gak suka.” Lanjut Nabila lagi.


“Iya, abang juga pernah bilang gitu.” Tambah Cheryl.


“Ya udah, Cher loe tetap korek – korek informasi dari abang loe deh.” Maura memberikan intruksi kepada Cheryl.


“Kalau perlu loe selidiki juga tuh kak Laudya seperti apa dari abang loe?” tambah Siska.


“Nanti kita coba cari tau juga ceweknya siapa, karena kemungkinan, bisa aja bukan kak Laudya .”  Lanjut Jenifer.


 


******


“Kak.” Sahut Nabila begitu sampai di depan Nathan, yang sedang berada di Perpustakaan. Dia baru berani menemui Nathan setelah seminggu kejadian penembakannya kepada Nathan. Nabila masih malu dengan kejadian tersebut, namun dia harus minta maaf kepada Nathan.

__ADS_1


Gara – gara Nabila, Nathan menjadi bulan – bulanan fans fanatic Nabila, terutama Evan. Nabila bukannya tidak tau, dia mendapat info dari Cheryl dan Maura.


Nathan tidak sendiri dia bersama Laudya mencari buku referensi untuk tugas Science. Sebenarnya Laudya tidak mau pergi dengan Nathan ke Perpustakaan, malu, namun apa daya karena dia satu kelompok dengan Nathan sedangkan yang lain mempersiapkan materi presentasinya. Dengan terpaksa Laudya ikut dengan Nathan ke Perpustakaan.


Nabila awalnya tidak melihat Laudya. Setelah dia memanggil Nathan, Laudya keluar dari balik bahu Nathan.


Dia lagi, pikir Laudya, benar – benar gak malu ni cewek, masih aja mau dengan Nathan yang culun, gue mah ogah, batin Laudya, tersenyum sinis meremehkan Nabila.


“Apa kamu pencari perhatian?” tanya Nathan datar saat Nabila kembali mendekatinya. Apa gadis ini tidak kapok setelah kejadian yang menghebohkan kemarin, batin Nathan.


“Tidak." jawab Nabila, dia menimbang untuk bertanya tentang siapa gadis yang disukai Nathan. Nabila benar- benar nekad, pantang menyerah.


"Lalu, apa kamu sengaja untuk mencari sensasi?" sarkas Nathan, dia memandang Nabila dengan jengah. Sesekali Nathan melirik Laudya, dia tidak mau gadis itu menjadi salah paham.


"Tidak, Nabil tidak bermaksud seperti itu kak."  Nabila mencoba menjelaskan kepada Nathan.


"Berhentilah mengganggu ku, aku tidak mau gadis yang kusukai salah paham." ucap Nathan datar namun tegas. Dia kembali melirik Laudya. Laudya salah tingkah, dia tidak mau siswa lain tau bahwa gadis yang dimaksud Nathan adalah dirinya. Mau ditarok dimana mukanya.


Sementara target Laudya adalah cowok seprti Evan atau Cakra, ya Cakra juga salah satu cowok popular setelah Evan.


Nabila sempat melihat lirikan Nathan kepada Laudya, itu membuat dia yakin bahwa gadis yang dimaksud Nathan adalah Laudya. Sakit, ya itu dirasakan Nabila saat hatinya yakin bahwa gadis yang dimaksud Nathan adalah Laudya. Nabila berusaha menyembunyikan perasaan sakitnya dan tetap tegar didepan Nathan.


“Nabil, akan menyerah jika gadis yang kakak maksud menerima kakak.” Putus Nabila.


“Namun, jika gadis itu belum menerima kakak, maka Nabil akan berjuang terus.” Nabila sengaja, agar Laudya segera menerima perasaan Nathan, dan Nabila bisa move on dari Nathan. Nabila hanya ingin Nathan bahagia walau bukan bersamanya.


"Kembalilah ke dunia nyata, dengan teman - teman mu yang selevel." lanjut Nathan tanpa ampun, dia tidak suka Nabila mencampuri urusannya.


“Kakak tidak boleh menjudge kami seperti itu, kami tidak pernah membeda – bedakan atau memilih – milih teman.” Balas Nabila tidak terima dengan perkataan Nathan yang meremehkan mereka.


“Boleh, saya bicara sama kakak.” Tanya Nabila, masih memegang tangan Laudya.


“Silahkan.” Ucap Laudya tenang, walaupun dia tidak suka.


“Apa kakak wanita yang dimaksud kak Nathan?” tanya Nabila to the point. Dia melepaskan tangan Laudya, membalikan badannya dan menghadap Laudya.


“Kenapa kamu pikir itu adalah aku?” tanya Laudya, dia ingin menghindari untuk membahas ini.


“Feeling aku aja kak.” Balas Nabila.


“Mungkin hanya Feeling kamu.”


“Jujurlah kak, Nabila hanya ingin kak Nathan bahagia.” Lanjut Nabila lagi


“Apa hubungannya dengan ku? Ya aku gadis yang dimaksudnya, kamu mau apa?” tantang Laudya.


“Kenapa kakak tidak membalas perasaan kak Nathan, kenapa kakak menggantungnya.”


“Itu bukan urusan loe.” Kesal Laudya.


“Itu jadi urusan aku kak karena aku menyukai kak Nathan.”


“Ya udah Ambil, gue gak suka kok sama Nathan, loe aja yang bodoh, bisa suka cowok kampungan dan miskin seperti dia.” Sarkas Laudya.


“Jika kakak tidak menyukai kak Nathan kenapa kakak tidak menolaknya, kenapa memberi harapan padanya?” tuntut Nabila.

__ADS_1


“Ya, karena gue gak tega aja, nanti dia gak mau bantu gue belajar lagi.” Sinis Laudya.


“Jadi kakak manfaatin kak Nathan?” Nabila tidak percaya Laudya tega memperlakukan orang yang disukainya.


“Terserah gue lah, Nathan aja gak keberatan.”


Laudya meninggalkan Nabila yang menitikan air matanya dengan kata – kata Laudya, dia merasa sakit hati Nathan diperlakukan seperti itu. Nabila menghapus air matanya.


“Keberatan apa?” tanya Nathan tiba – tiba telah berada dekat mereka.


Laudya jadi salah tingkah, namun dia langsung memasang wajah pura – pura bersedih.


“Nabila meminta gue untuk menjauhi loe.” Bohong Laudya. Sepertinya Nathan tidak mendengar pembicaraan kami, batin Laudya. Berabe juga kalau Nathan dengar, bisa gak dapat contekan tugas gue, batin Laudya lagi.


“Tidak kak, Nabila tidak bilang seperti itu.” Ucap Nabila mencoba membela diri.


“Makanya gue bilang, Nathan aja gak keberatan.” Lanjut Laudya lagi.


“Udah deh Nabila, kamu jangan pernah campuri urusan aku lagi, apa lagi mengganggu teman ku.” Peringatan dari Nathan.


“Tapi kak, Nabila tidak melakukan itu, sumpah.” Nabila mengangkat dua jari.


“Pergilah.” Usir Nathan.


“Loe gak pa – pa kan?” tanya Nathan lembut kepada Laudya


.


Perlakuan Nathan begitu lembut kepada Laudya namun berbeda kepada Nabila. Nabila merasa sangat sedih dan terluka. Dia meninggalkan perpustakaan dengan menangis.


“Nab.” Panggil seseorang.


♥️♥️♥️♥️♥️


Hi reader kesayangan akuh, terima kasih udah mampir ya.


Please


LIKE


KOMENT


VOTE


and


FAVORITEkan


Berhubung belum banyak yang LIKE, KOMENT, VOTE or FAVORITEkan, aku cuma bisa double up ya.


Kurang baik apa ku coba? so tangannya jangan malas buat pencet2 ya😁


Gomawo


\=Lady_MerMaD \=

__ADS_1


__ADS_2