I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
BaPer


__ADS_3

“Selamat ya buat kalian.” Evan menengahi.


Yang lain heran karena Evan dengan gampang menerima dan melepaskan Nabila?


“Kenapa kalian menatap gue seperti itu?” heran Evan, dengan tatapan aneh semuanya, kecuali Nathan.


“Loe gak cemburu gitu?” pancing Rangga.


“Ada yang lain, yang mewakili gue untuk cemburu.” Senyum Evan misterius, sekilas melirik Nathan.


“Siapa?” serempak semua bertanya kecuali Cakra dan Nathan.


“Ada deh.” Lanjut Evan lagi dengan cuek.


Apa maksud kak Evan? Bolehkah gue berharap kalau orang yang dimaksud adalah kak Nathan? Tapi kak Nathan kan udah jadian dengan kak Laudya. Nabila mengeleng – gelengkan kepala, agar pikiran tersebut menghilang dari otaknya.


Cheryl melihat tingkah Nabila, dia merasa kasihan dengan Nabila, dia akan mencoba membantu Nabila.


Yang lain menebak – nebak siapa orangnya, yang jelas bukan Nathan karena Nathan telah menolak Nabila. Sedangkan Cakra, mereka baru jadian dan objek pembicaraan. Apa diantara anggota team basket yang hadir ada yang juga diam- diam menyukai Nabila?


“Parah loe Van, main rahasia – rahasian sama kita.” Ujar Ferry.


“Ntar juga kalian tau, jika tu cowok gentlement, pasti dia akan berjuang dan segera bilang perasaannya kepada Nabila.” Lanjut Evan menyindir dan membuat yang lain semakin penasaran dengan sosok cowok yang dimaksud, sepertinya diantara tim basket pria misterius tersebut, putus mereka.


Nathan yang merasa bahwa Evan seperti menantang keberaniannya, benar – benar tersinggung dengan perkataan Evan. Dia akan pastikan bisa merebut Nabila dari Cakra.


Saat pulang, Nabila langsung naik ke mobil Evan agar, tidak terjadi lagi drama seperti tadi.


“Maaf Nab, gue buru – buru, jadi cuma bisa antar Jeni.” Ucap Evan saat Nabila membuka pintu mobilnya.


Nabila menutup kembali pintu mobil Evan. Dia bingung harus ke mobil siapa karena yang lain telah pulang duluan menyisakan mobil Cakra dan Nathan. Cheryl tiba -tiba mengangkat Handphonenya.


“Ya pi, apa, ke rumah sakit, oke kami kesana sekarang.” Jawab Cheryl ditelepon.


“Bang, kita harus ke rumah sakit, nanti aja gue jelaskan.” Jelas Cheryl.


“Nab, gue harus buru – buru, loe pulang bareng kak Nathan aja ya.” Putus Cheryl, langsung menarik tangan Cakra ke mobil mereka dan meninggalkan Nabila yang masih bingung.


“Gue, ikut kalian aja.” Teriak Nabila, namun Cakra telah terlanjur menjalankan mobil.

__ADS_1


“Ayo.” Panggil Nathan sambil membukakan pintu untuk Nabila, Nabila masih menimbang masuk atau tidak ke dalam mobil Nathan.


“Sebaiknya Nabil, naik ojek online aja kak.” Putus Nabila, yang mengambil handphone untuk memesan ojek online.


Nathan menarik tangan Nabila dan mengajaknya untuk masuk ke mobilnya. Jika dulu ini terjadi Nabila pasti sangat bahagia, tapi sekarang situasinya telah berbeda. Nathan membuka pintu dan menyuruh Nabila masuk, dengan terpaksa Nabila duduk disamping kemudi.


Nathan mendekatkan wajahnya kepada Nabila, Nabila yang tengah melamun kaget karena jarak mereka yang begitu dekat, apa yang akan dilakukan kak Nathan, pikir Nabila, pikirannya melayang kemana – mana, Nabila reflex menutup matanya, jantungnya berdebar dengan kencang.


Clek.


Bunyi savety bell telah berada ditempatnya, membangunkan Nabila dari pikiran indahnya, Nabila membuka mata dan melihat Nathan telah selesai memasangkan savety bell untuk Nabila. Kamu berpikir berlebihan Nabila, rutuk hatinya.


Jantung Nathan berdetak sangat kencang saat dia akan memasangkan savety bell kepada Nabila, apa lagi saat Nabila memejamkan matanya, Nathan melirik bibir mungil Nabila, ingin rasanya dia mencium Nabila, namun dia berusahan menahan diri karena dia tidak ingin Nabila membencinya.


“Aku mau mengajak kamu ke suatu tempat, mau?” tawar Nathan kepada Nabila.


Nabila diam memikirkannya, apakah boleh saat ini dia menjadi egois, melupakan bahwa Nathan telah menjadi kekasih Laudya?


Nikmati aja malam ini bil, toh nanti loe akan kembali ke kenyataan, hanya malam ini, buatlah kenangan indah bersama Nathan, cinta pertama mu, setelah itu lupakan dan move on dengan ikhlash, bisik hatinya.


Jangan loe harus menolak, jangan menyakiti sesama wanita, bisik hatinya yang lain.


“Nabil.” Tanya Nathan lagi, karena dia melihat Nabila hanya diam.


“Eh, iya boleh, kemana?” tanya Nabila, akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti tawaran Nathan.


“Lihat saja nanti.” Senyum Nathan.


Deg.


Pertama kali Nabila melihat Nathan tersenyum kepadanya, abaikan saat Nathan main basket karena Nabila merasa senyuman itu bukan untuknya.


Nathan sangat tampan membuat Nabila semakin salah tingkah. Apa lagi perlakuannya yang membuat Nabila Baper, segera ditepis Nabila pikiran tersebut. Nikmati saja hari ini Nabil, setelahnya loe harus kerja keras untuk melupakan Nathan.


Nathan membawa Nabila ke tempat yang Nabila tidak tau, dia belum pernah ke daerah tersebut. Pikiran Nabila mulai was – was karena jalanan yang mereka lalui sepertinya menuju pinggir kota.


“Kakak, tidak akan melakukan hal yang buruk kan?” tanya Nabila waspada, dia menatap Nathan dengan curiga.


Hal itu membuat Nathan menjadi gemas dengan Nabila, dia mengusap rambut Nabila.

__ADS_1


“Iya, aku akan melakukan sesuatu.” Canda Nathan, karena dia memang akan melakukan sesuatu agar Nabila mengetahui perasaannya dan membuat Nabila menjadi miliknya.


Namun melihat Nabila yang pucat dan ketakutan, membuat Nathan tertawa terbahak – bahak. Nabila bingung karena baru pertama kali melihat Nathan tertawa, biasanya dia sangat dingin dan irit bicara.


“Tenang saja, aku tidak melakukan hal buruk kok.” Lanjut Nathan dia memegang tangan Nabila. Nabila mencoba melepaskannya, dia tidak ingin menjadi lebih berharap lagi. Nathan akhirnya melepaskan tangan Nabila, dia melihat Nabila merasa tidak nyaman.


Mereka menuju ke sebuah tempat yang indah, Nathan mengajaknya untuk naik ke sebuah bukit, dari atas sana Nabila bisa menyaksikan pemandangan kota dengan lampu – lampu yang indah. Nabila sangat takjub dengan pemandangan tersebut, dia tidak pernah ke tempat – tempat seperti ini, ini pertama kalinya bagi Nabila dan itu bersama cinta pertamanya. Nabila bahagia, sekaligus sedih, Nathan mengajaknya kesini.


Apa yang akan Nabila lakukan nantinya jika Nathan membuat perasaan Nabila semakin menginginkannya? Tentu Nabila harus mengeluarkan tenaga extra untuk move on dari Nathan? Nabila merasa tidak adil, bagaimana mungkin Nathan dengan santai mengajaknya kesini, sementara hanya Nabila yang BaPer dengan perlakuan Nathan yang manis kepadanya.


Sedangkan Nathan telah menjdai milik Laudya, dan apa maksud Nathan dengan ini? Nabila segera menyadarkan dirinya, dia tidak boleh seperti ini.


“Nabila, ingin pulang kak.” Putus Nabila.


♥️♥️♥️♥️♥️


Mampir ke karya akuh yg udah tamat ya "Unexpected Marriage"


Kisah Viona Janda perawan beranak satu dengan Vino pewaris Welton group yang tidak ingin menikah.



Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya


Boleh kasih hadiah juga ya, kopi biar author semangta update😘😘


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=

__ADS_1


__ADS_2