I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Cakra Panik


__ADS_3

Cakra tengah rapat bersama divisi marketing. Akhir-akhir ini Cakra sangat sering tersenyum. Dia merasa bahagia kehidupan rumah tangganya berjalan lancar. Dan Siska tidak lagi membahas tentang perpisahan maupun meminta cerai dengannya.


Mereka bahkan belum membicarakan tentang resepsi pernikahan yang akan mereka adakan. Cakra akan membiarkan Siska memilih tema resepsi pernikahan mereka nantinya.


Sebenarnya mama dan papanya telah sering bertanya kepada Cakra kapan mereka akan menggelar resepsi pernikahan. Candra ingin Siska diperkenalkan kepada rekan bisnis mereka. Jadi, saat ada pertemuan dengan rekan bisnis Cakra bisa membawa Siska sebagai pendampingnya.


Mungkin nanti malam, setelah pulang kerja, Cakra akan membicarakannya dengan Siska secara serius. Cakra tersenyum saat mengingat saat bersamanya dengan Siska dan putra mereka. Rasanya Cakra ingin selalu pulang lebih awal.


Lena, sekretaris Cakra juga ikut menemani Cakra rapat dengan divisi marketing. Dia mencatat semua hasil diskusi dan paparan rencana kerja oleh Manager Marketing. Lena, sedikit heran karena CEO mereka jafi sedikit ramah dan sering tersenyum dua bulan ini. Jika tidak dia hanya bersikap kaku dan datar.


Lena telah mendengar desas-desus yang mengatakan bahwa Cakra telah memiliki anak dengan seorang mantan house keeper di I-Shine hotel. Namun, Lena tidak tahu siapa yang dimaksud dan apakah mereka menikah atau hanya kumpul kebo? Mengingat Cakra kuliah di luar negeri dan tentu itu adalah hal biasa dilakukan di sana. Atau karena dia menyukai house keeper tersebut dan mereka tidak mendapat restu orang tua sang CEO? Karena status yang sangat jauh berbeda.

__ADS_1


Cakra tidak memperhatikan jalannya rapat dengan fokus karena fokusnya melihat-lihat foto sang buah hati dan istrinya yang menggemaskan. Cakra kembali memusatkan perhatiannya kepada manger marketing yang tengah mempresentasikan rencana kerja bulan depan serta evaluasi kerja bulan ini.


Notifikasi dari ponsel Cakra berbunyi, Cakra melihatnya dan itu dari Aline. Tumben wanita itu menghubunginya, setelah hamoir dua tahun meΕ•eka tidak berkomunikasi. Awalnya Cakra mengabaikannya. Namun, masuk lagi pesan dan Cakra sempat melihat pesan tersebut berupa foto.


Cakra penasaran dan membuka ponselnya untuk melihat apa foto yang dikirim oleh Aline. Cakra melotot saat melihat foto yang dikirim Aline. Cakra tahu bahwa Aline ternyata di Indonesia dan Cakra sangat mengenal sofa yang diduduki Aline.


Berani sekali wanita ini kembali ke Indonesia dan sekarang berada di apartmentnya.


"Maaf, Pak," cicit manager marketing ketakutan. Dia melirik ke infokus, apakah ada yang salah dari materi yang ditampilkannya? Setelah dilihat, dia yakin tidak melakukan kesalahan.


"Bukan, kamu, aku ada urusan mendadak silahkan kalian lanjutkan dan nanti kita bahas kembali. Lena catat semuanya," perintah Cakra. Dia langsung meninggalkan ruangan rapat.

__ADS_1


Cakra menuju parkiran dan segera mrlajukan mobil dengan kencang.


Siska? Bagaimana dengan Siska? Jangan sampai Siska salah paham dan meninggalkannya. Hidup mereka telah bahagia selama dua bulan terakhir ini. Bahkan Cakra telah memutuskan hidup menua bersama Siska. Sampai anak-anak mereka dewasa, bahkan saat mereka memiliki cucu.


πŸ’πŸ’πŸ’


Jangan lupa nyawer ya besties. Ini udah up yang ketiga hari ini ya..


Pekanbaru


301222

__ADS_1


17.47


__ADS_2