
Babak penyisihan sepuluh besar kompetisi Cheerleader dan basket akan dilaksanakan sebulan lagi dari pengumuman lolos lima puluh besar. Nabila dan team memiliki kesempatan untuk latihan selama lebih kurang sebulan lagi.
Nabila berusahan membagi waktunya dengan beberapa jadwal lainnya, namun dia menjadi keteteran, lain hati Nabila ingin sering bertemu dengan Nathan, namun dia juga tidak ingin sahabat – sahabatnya mencadi curiga. Nabila yakin mereka tidak akan setuju jika Nabila memilih Nathan daripada Evan.
Mereka semua mendukung Nabila untuk jadian dengan Evan, kecuali Cheryl yang mengetahui perasaan Nabila kepada Nathan, walaupun awalnya Cheryl tidak setuju, namun dia tetap menghormati keputusan Nabila.
Nabila mencari Nathan ke rooftop Sekolah. Dia melihat Nathan di tangga menuju rooftop bersama seorang gadis yang dulu juga pernah dilihat oleh Nabila, siapa gadis itu, batin Nabila.
Nathan pun melihat Nabila, kemudian dia sengaja membuat Nabila cemburu dengan menyelipkan rambut gadis itu ketelinganya dan membisikan sesuatu.
Kemudian gadis tersebut meninggalkan Nathan dan kembali ke kelas. Nathan menuju rooftop, diikuti oleh Nabila. Nabila sedikit berlari menaiki tangga, menyusul Nathan yang melangkah dengan cepat karena kakinya yang panjang.
“Kak.” Panggil Nabila ngos-ngosan karena mengejar Nathan. Nathan tidak menghiraukannya. Nabila memegang tangan Nathan.
“Siapa gadis tadi kak?” Nabila takut Nathan telah memiliki pacar.
“Bukan urusan mu.” Balas Nathan cuek.
“Aku menyukai kakak.” Jujur Nabila, dia sudah tidak bisa lagi menahan perasaannya.
“Simpan saja.” Nathan turun kembali ke kelasnya meninggalkan Nabila.
“Aku tidak akan menyerah kak.” Teriak Nabila.
Nathan hanya mengedikan bahu dan terus berlalu. Nabila menangis di roof top, hatinya sakit dengan penolakan Nathan.
Semangat Nabila, Nathan hanya menyuruh menyimpan perasaan mu, suatu hari dia pasti akan luluh, Nabila memberi semangat dirinya.
Nabila kembali ke ruangan madding tempat sahabat-sahabatnya berkumpul.
“Dari mana Nab?” tanya Siska, begitu melihat Nabila masuk.
“Dari WC.” Balas Nabila singkat.
“Akhir – akhir ini loe sering menghilang deh Nab?” ujar Jenifer curiga.
“Iya juga ya, latihan loe juga kurang focus Nab, loe ada masalah?” tambah Maura, dia memperhatikan Nabila.
“Loe habis nangis Nab?” tanya Maura lagi, melihat mata Nabila bengkak.
“Gak, tadi mata gue kemasukan debu.” Elak Nabila, jangan sampai mereka tau, batinnya.
“Benar loe gak pa – pa?” selidik Jenifer.
“Cheryl mana?” tanya Nabila mengalihkan pertanyaan Jenifer.
“Biasa nyari cemilan.” Jawab Siska, mendekat kearah Nabila.
“Loe yakin gak ada masalah Nab?” tanya Siska memastikan bahwa Nabila baik – baik saja.
__ADS_1
“Iya, gue gak apa- apa, Cuma kemasukan debu aja.” Jelas Nabila mencoba meyakinkan sahabat – sahabatnya.
“Syukur deh, kalau loe baik – baik aja.” Ujar Maura.
********
Nabila kembali meninggalkan sahabat – sahabatnya untuk menemui pangerannya.
“Kalian ngerasa gak?” tanya Jenifer membuka percakapan.
“Ngerasa apa?” tanya Cheryl memandang Jenifer bingung.
“Itu Nabila.” Jawab Jenifer
“Iya, akhir – akhir ini kan dia sering menghilang dan jarang kumpul sama kita?” lanjut Siska.
“Benar juga ya, emang kalian tau Nabila lagi ngerjakan apa?’ lanjut Maura.
“Gak tau juga.” Jawab Jenifer.
“Dia kan lagi persiapan buat program baru madding kita, itu loch people of the month.” Jelas Cheryl, berusaha menutupi kegiatan Nabila, yang sebenarnya menemui pangeran pujaannya.
“Oh iya juga ya, tapi kok tumben dia gak minta pendapat kita ya?” ujar Jenifer.
“Iya juga sih, biasanya kita kan bahas rame- rame.” Lanjut Siska.
“Owh” jawab mereka serempak.
******
Nabila terus berusaha mendekatkan diri dengan Nathan, dia selalu mengikuti kemana Nathan, bahkan Nabila telah membuat jadwal keberadaan Nathan. Contoh hari ini Nabila tau Nathan saat ini berada diperpustakaan.
“Hi kak.” Sapa Nabila dan duduk disamping Nathan, seperti biasa Nathan hanya mengabaikannya. Dia lagi, malas banget, batih Nathan kesal.
“Ini Nabila bawain cemilan untuk kakak.” Sambil menyerahkan plastik yang berisi cemilan kepada Nathan. Nathan melirik Nabila, dia baru sadar kalau Nabila memakai jaket miliknya.
“Kak pulang sekolah Nabila nebeng ya.” Lanjut Nabila lagi, walaupun Nathan tidak menghiraukannya, namun dia tetap berusaha melakukan pendekatan kepada Nathan.
“Gak bisa.” Ujar Nathan singkat, tanpa mengalihkan matanya dari buku yang dibacanya.
“Ayolah kak, kalau kakak tidak mau, Nabila bisa loch, laporin kakak ke orang tua kakak.” Ancam Nabila.
Dia bermaksud menggunakan papinya yang bekerja di perusahaan NFL, Nabila telah mengetahui bahwa ayah Nathan sopir dikeluarga tersebut.
“Maksud kamu apa?” Nathan bingung dengan nada Nabila yang seperti mengancam.
“Papi Nabila kan kerja di NFL company, jadi bisa aja papi laporin tentang kak Nathan kepada ayah kak Nathan. Nabila tau kok kalau ayah kak Nathan sopir dikeluarga NFL, tapi Nabila tetap suka kok sama kakak.” Jelas Nabila. Nathan yang merasa takut, jika Nabila membocorkan rahasianya.
“Baiklah, pulang sekolah, kamu tunggu aku di gerbang sekolah, tapi setelah semua pulang.” Dengan terpaksa Nathan memenuhi permintaan Nabila.
__ADS_1
Dia lega dikiranya Nabila mengetahui tentang keluarganya, ternyata hanya sebatas itu yang diketahui Nabila tentangnya.
Awas aja aku akan membuat dia benci jalan dengan ku, batin Nathan, dia memiliki rencana untuk membuat Nabila kapok dengannya.
*****
Nabila menunggu Nathan, dia telah mencoba menghindari sahabat – sahabatnya, kebetulan hari ini mereka off latihan. Bersyukur sahabat – sahabat Nabila tidak mencurigainya.
“Nab, loe yakin, ditinggal sendiri?” tanya Maura.
“Iya gak pa- pa, bentar lagi mang Udin jemput kok.” Bohong Nabila, padahal dia telah menghubungi mang Udin agar tidak menjemputnya dengan alasan diantar teman.
“Owh ya udah, gue cabut dulu ya.” Ujar Maura.
Memang yang tersisa dari mereka adalah Nabila dan Maura, yang lain telah dijemput.
Sudah tiga puluh menit Nabila menunggu, sampai akhirnya semua siswa telah pulang. Nabila senang karena sebentar lagi Nathan pasti datang menjemputnya. Satu jam telah berlalu, namun Nathan belum juga kunjung datang.
“Neng Nabila, belum dijemput?” tanya Pak Memet. Dia bersiap – siap akan menutup gerbang sekolah.
“Belum Pak.” Jawab Nabila.
“Pak Memet lihat, kak Nathan?” tanya Nabila, Nabila tau kalau Pak memet kenal dengan Nathan.
“Owh Mas Nathan, udah pulang neng dari tadi.” Jawab Pak Memet. Jleb Nabila merasa sedih karena Nathan membohonginya.
“Pak Memet yakin?” Nabila memastikan lagi.
“Yakin neng, coba aja lihat ke parkiran motornya.” Balas Pak Memet. Nabila kemudian menuju parkiran dan melihat sekeliling parkiran dan ternyata benar motor Nathan sudah tidak ada lagi. Nabila benar – benar sedih. Kenapa kakak membohongi Nabila?
Semangat Nabila, kak Nathan mungkin punya alasan, batin Nabila masih membela Nathan.
Nabila akhirnya keluar gerbang dan menuju Indomerit, dia membeli minuman untuk menenangkan hatinya.
Nabila duduk di dikursi yang disediakan Indomerit. Perasaan Nabila masih sedih dengan perlakuan Nathan, namun sisi lain dirinya masih membela dan meyakinkan bahwa Nathan pasti punya alasan lain.
Nabila memamdang ke jalan, tanpa disadarinya dia melihat Nathan membonceng gadis yang biasa dilihat Nabila bersama Nathan. Ada hubungan apa mereka, kenapa Nathan tidak jujur kepadanya bahwa dia telah memiliki pacar? Apa mereka pacaran secara diam – diam? Seharusnya Nathan jujur padanya, jika memang telah memiliki pacar, batin Nabila.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Hi, aku update ya, sesuai janji ku, aku bakalan double up jika karya ini telah masuk karya entry di kontes Yang Muda Yang Bercinta.
So Please, Dukung karya ini ya dengan cara LIKE, KOMENT, FAVORITEkan dan kasih HADIAH ya!!!
Semoga kalian dengan karya ku ini.
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=
__ADS_1