I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Saran Cyntia dan Cheryl


__ADS_3

Seminggu telah berlalu sejak kepergian Siska dan Atha dari apartment. Cakra merasa sangat kesepian, setiap pulang kerja maupun bangun tidur, Cakra merasa hampa. Dia menatap kamarnya yang tidak ada lagi aktivitas Siska maupun tangis dari Atha.


Cakra ingin mengunjungi Siska dan bayi mereka di rumah mamanya. Namun, Cyntia melarang.


"Biarkan Siska tenang dulu," ucap Cyntia saat keesokan hari setelah Siska pergi. Cakra mengunjungi rumah orang tuanya.


"Sampai kapan, Ma?" rajuk Cakra. Dia dilarang masuk ke rumah oleh ibunya sendiri.


"Setidaknya, biarkan Siska tenang dulu seminggu ini. Kamu tahu riwat Siska, jangan sampai dia down dan melakukan hal yang tidak kita inginkan," bujuk Cyntia.


"Mama benar," pasrah Cakra. Dia tidak ingin gegabah dan membuat Siska melakukan hal yang extrem. Cakra tidak sanggup membayangkannya dan dia tidak akan sanggup hidup tanpa Siska.


"Nanti berikan perhatian dan perlihatkan bahwa kamu mencintainya," saran Cyntia. "Mama, tidak terlalu mengerti permasalahan kalian. Siska tidak mau membicarakan kepada Mama. Coba kamu hubungi Cheryl, pasti Siska telah curhat padanya. Mama, telah memberitahu Cheryl. Dan Mama yakin, pasti Cheryl akan langsung menghubungi Siska," terang Cyntia.

__ADS_1


"Baiklah, Ma. Cakra akan menghubungi Cheryl," putus Cakra. Namun, Cakra mohon, kirimkan foto kegiatan mereka sehari-hari," pintah Cakra.


"Tenang saja, nanti Mama akan mengirimkannya," balas Cyntia.


Cakra telah menghubungi Cheryl dan tentu saja Cheryl memakinya. Dari dulu Cheryl memang tidak suka Cakra berhubungan dengan Aline. Namun, Cheryl tetap memberitahu Cakra tentang perasaan Siska.


"Abang, egois banget," bentak Cheryl di seberang sana. setelah puas memaki dan menceramahi Cakra. "Perasaan Abang ke Siska seperti apa? Apa Abang mencintai Siska?" Cheryl hanya memastikan dan ingin mendengar langsung dari mulut Cakra. Jika dilihat dari tindakan Cakra, Cheryl memang bisa menyimpulkan bahwa Cakra telah menyadari perasaannya. Dan Cheryl tahu bahwa saudaranya itu memang mencintai Siska.


"Tentu saja Abang mencintai, Siska," komplen Cakra. Tidak terima dengan tuduhan Cheryl yang menganggap remeh perasaannya kepada Siska.


"Itu tidak benar, Abang telah menyadari perasaan Abang dan Siska adalah pelabuhan terakhir Abang," jelas Cakra.


"Tapi, Abang tidak mengizinkan Siska berjuang untuk mendapatkan hati Abang?" ejek Cheryl.

__ADS_1


"Dulu itu, Abang belum menyadari perasaan Abang dan Abang tidak ingin memberi harapan kepada Siska. Sekarang Abang yang akan berjuang mendapatkan Siska kembali," teguh Cakra.


"Baiklah, Cheryl akan memberitahu Abang, wanita itu suka diperhatikan meskipun kecil dan suka diberi hadiah. Pokoknya Abang harus memperlihatkan bahwa Abang menyanyangi Siska," terang Cheryl.


"Abang akan ikuti semua saran kamu," ucap Cakra.


"Cheryl juga akan berusaha bujuk Siska," balas Cheryl. Dia kemudian mematikan telepon.


Sejak Siska dan bayinya pergi, Cakra menyibukan diri dengan pekerjaannya. Hari ini telah lewat satu minggu dan Cakra berencana untuk membujuk Siska. Meskipun Cyntia rutin mengiriminnya foto kegiatan Siska dan bayi mereka. Tetap saja berbeda dengan dia melihat sendiri.


Cakra melirik jam di tangannya, waktu menunjukan pukul enam sore. Cakra menutup laptop dan bersiap-siap menuju rumah orang tuanya. Sebelum meninggalkan ruangannya Cakra melihat kembali foto yang dikirim mamanya. Siska sedang memandikan Atha. Cakra merindukan saat itu, saat mereka bersama-sama memandikan Atha di hari Cakra libur kerja.


🍒🍒🍒

__ADS_1


Maaf dengan berat hati kisah Siska dan Cakra telah saya pisahkan. Silahkan mampir ke karya author yang berjudul KORBAN CINTA PERTAMA.


Sekali lagi saya mohon maaf🙏 saya minta kalian tetap bersabar untuk saya lanjut up karya ini. Dan akan tamat diakhir Januari pada judul KORBAN CINTA PERTAMA.


__ADS_2