
“Ini gue udah bikin ni.” Jenifer menunjukan cake buatan yang dibawanya.
“Buat kita gak ada Jen?” tanya Cheryl yang emang suka ngemil.
“Kalau gue harus buat, buat kalian juga, habis waktu gue.” Sahut Jenifer.
“Tapi, kak Evan, ada di Sekolah gak ya?” bingung Jenifer. Percumakan dia udah capek – capek bikin cake eh yang di tuju gak ke Sekolah.
“Ada, tadi gue lihat, di aula lapangan basket sam kak Ferry dan kak Rangga juga.” Ujar Maura, sambil memompa balon.
Besok adalah hari Festival budaya Sekolah. Acara di mulai dari jam sepuluh pagi sampai dengan jam sepuluh malam. Rangkaian acara terdiri dari berbagai kegiatan baik bazar, pentas seni, musik, operet, olah raga dan rangkaian kegiatan pertunjukan lainnya, ditutup dengan pesta kembang api. Pesta kembang api ini lah yang biasanya ditungu - tunggu para siswa, apa lagi yang memiliki pacar.
“Ya udah gue kesana aja.” Jenifer langsung ngacir menuju aula tempat mereka biasa latihan cheerleader bersama team basket dulu.
Sesampai di aula lapangan basket, Jenifer melihat Evan sedang duduk santai bersama Rangga dan Ferry. Melihat Jenifer datang Evan langsung mengusir Rangga dan Ferry.
“Kalian, Pergi sana deh.” Usir Evan kepada Ferry dan Rangga, begitu melihat Jenifer masuk ke aula.
“Mentang – mentang lagi dikejar cewek, loe.” Sindir Ferry.
“Tega loe, Van, ngusir kami demi cewek.” Rangga pura – pura merajuk.
Mereka meninggalkan Evan dan melewati Jenifer. Jenifer memberikan senyuman kepada mereka.
“Kemana kak?” tanya Jenifer basa – basi, padahal dia senang sampe pengen jingkrak – jingkrak, dengan begitu kesempatan dia buat nyium Evan, lebih privasi dan tidak membuat dia malu.
“Kena usir, karena loe datang sih.” Sewot Ferry. Muka Jenifer langsung berubah karena yang dikatakan Ferry, dia jadi merasa tidak enak hati.
“Becanda kok, Jen, tuh, udah ditungguin tu.” ujar Rangga yang melihat rau wajah Jenifer berubah. Rangga menarik tangan Ferry agar mereka segera keluar dan meninggalkan Evan dan Jenifer.
“Hi kak.” Sapa Jenifer dengan senang. Evan masih duduk santai.
“Hmm.” Hanya itu suara yang keluar dari mulut Evan. Jenifer kemudian ikut duduk lesehan disamping Evan. Kemudian menyerahkan kotak berisi cake mini kepada Evan.
“Apa ini?” tanya Evan bingung, namun dia tetap menerimanya.
“Cake kak. Tapi mungkin tidak enak.” Cicit Jenifer.
“Cake ini, buatan Jeni?” tanya Evan.
“Bentuk apa ini? Jelek banget, bisa dimakan gak ni?” Evan memperhatikan kotak cake yang jauh dari kata cantik. Jenifer hanya tertawa senang.
__ADS_1
“Kok tertawa?” tanya Evan lagi.
“Habisnya, tadi kakak memanggilku Jeni.” Ujar Jenifer sambil tersenyum manis. Evan menatapnya dengan wajah merona, bahagia.
“Terserah aku donk, mau manggil kamu apa, kenapa? Mau protes? Aku juga gak akan bilang terima kasih.” Ucap Evan menghilangkan grogi dan malunya.
“Protes? Tidak kok.” Ujar Jenifer. Tiba – tiba Evan menutup wajah Jenifer agar tidak terus memperhatikannya.
“Eh, apa?” kaget Jenifer karena tangan Evan yang tadi diwajahnya, kemudian beralih ke kening Jenifer dan Evan mendekatkan wajahnya kearah Jenifer.
“Bukan apa – apa.” Balas Evan sambil tersenyum di depan Jenifer.
Kak Evan tersenyum, rasanya tidak cukup hanya dengan kata – kata suka, tapi suka sekali, bagaimana cara menyampaikannya, apa akan tersampaikan lewat ciuman? batin Jenifer.
“Ku makan ya.” Evan membuka kotak cake tersebut, aroma Vanila yang kuat langsung menyeruak keluar. Hah, sepertinya vanilanya kebanyakan, batin Jenifer.
“Jangan dimakan.” Larang Jenifer tidak tega jika Evan harus memakan cake tersebut.
“Huh, cuma aku yang mau memakan cake begini.” Evan langsung memakan cake dengan lahap.
Nyam, nyam, nyam.
Huaw, pasti rasanya tidak enak, gimana ini. Jangan sampai image gue, jadi jelek dimata kak Evan gara - gara cekenya tidak enak, batin Jenifer lagi.
“Masa sih.” Ucap Jenifer. Wajah kak Evan memerah dan dia juga berkeringat, pikir Jenifer.
“Aku tidak kuat dengan Vanila, tapi suka. Jadi ngantuk.” Ujar Evan, kemudian merebahkan badan dengan kepala seenaknya berada di paha Jenifer. Jenifer hanya pasrah, pahanya dijadikan bantal oleh Evan.
Kenapa gue harus menipunya, harusnya buatkan cake yang biasa saja, batin Jenifer. Benar – benar tertidur manis.
Deg, deg, deg.
Sekarang kesempatan ku, untuk menciumnya, kalau gue cium, kak Evan akan jadi pacar gue. Bagian mana yang harus gue cium, Jenifer cendrung melihat bibir Evan yang menggoda. Jenifer mendekatkan wajahnya ke wajah Evan yang tertidur sedikit lagi bibirnya akan menyentuh bibir Evan. Tapi, tidak bisa, gue tidak bisa menciumnya dengan cara begini, gue ingin menyampaikan perasaan gue dengan cara yang lebih layak. Jenifer kembali mengangkat wajahnya. Evan membalikan wajahnya.
Evan menunggu agak lama sebelum bangun dari pura - pura tudurnya dan berdiri, Jenifer juga ikut berdiri.
“Hmm Jen.” Panggil Evan.
“Ya.” Balas Jenifer yang melihat Evan seperti akan mengatakan sesuatu yang serius.
“Aku memang pernah bilang, kamu boleh jadi pacarku, kalu bisa mencium ku. Tapi anggap saja omonganku itu tidak pernah ada, oke.” Ucap Evan datar.
__ADS_1
“Eh, kenapa?” tanya Jenifer bingung. Kenapa berakhir semudah ini? Tidak gue gak mau ini berakhir, Jenifer menggeleng - gelengkan kepalanya, tanda tidak terima dengan kata - kata Evan barusan.
Deg, deg, deg detak jantung Jenifer semakin tidak karuan dia tidak terima Evan, membatalkan kata – katanya untuk memberi Jenifer kesempatan.
🍒🍒🍒
Yah ini Evan gimana sih bikin anak gadis orang jadi sebentar - sebentar sedih, kemudian senang eh sedih lagi.
Awas ya Van, kalau loe gak terima ni anak, aku jitak kepala mu pake palunya thor yang segede gaban, ha..ha.. ha.. tertawa bahagia sambil bayangkan kepala Evan, benjolnya segede apa.
Atau reader mau nya gimana? gak usah aja kali ya mereka jadian. suruh belajar yang benar aja dulu kali yah?
aku double up ya, anggap aja sekalian bayar hutang karena Minggu gak up. Entqh kenapa Minggu lebih sibuk dari hari lainnya😂
Tugas negara di dunia nyata ternyata mengerikan🤫 Aku harus bayar hutang bersih - bersih rumah selama 6 hari jarang disentuh itu rumah😁
Semoga kalian tetap sabar ya nunggu aku update.
Jangan lupa follow akun noveltoon ku dan ig : Lady_Mermad.
Dukung terus ya karya aku ini, kadang ada beberapa ide yang muncul untuk cerita baru, namun aku mau fokus satu - satu dulu. Satu aja udah bikin kepala ngepul😂
Please jejaknya
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya.
Enak banget ini minum kopi sambil duduk di kursi pijat, memandang bunga - bunga yang sedang bermekaran. You know lah ya maksud author retjeh ini😘😘
yang masih punya tabungan VOTE silahkan berikan untuk karya ku ini ya.
Saranghaeyo
Gomawo
__ADS_1
\= Lady_MerMaD \=