
“Atau, kamu hamil dengan pria lain? Dan mencoba menjebak putra saya?” tuduh Nayla sadis. Baginya tentu banyak gadis yang akan memanfaatkan Nathan.
“Nabil, tidak hamil tante.” Balas Nabila, dia tersinggung dengan tuduhan Nayla yang menganggapnya seperti gadis murahan.
“Mom.” Nathan tidak terima dengan perkataan Nayla dan menuduh Nabila seperti itu.
“Sebaiknya kita bicara di luar, mom.” Nathan menarik tangan ibunya dan membawanya keluar meninggalkan Nabila di kamar sendirian.
Nabila bingung ditinggal sendirian, namun juga sedikit lega, dia baru ingat belum mengabari maminya, Nabila mengirim pesan ke maminya, bahwa dia menjenguk Nathan yang sakit.
Nabila memperhatikan kamar Nathan, kamar Nathan sangat besar, disana juga ada sofa, meja belajar dan 2 pintu lainnya, Nabila mencoba menebak jika salah satu pintu adalah pintu kamar mandi. Nabila capek berdiri dia kemudian duduk di sofa, menunggu Nathan sambil membaca noveltoon.
***
“Apa – apaan sih, Nath.” Ucap Nayla, sambil melepaskan tangannya dari putranya, begitu mereka keluar dari kamar.
“Mommy, jangan menuduh Nabila seperti itu donk, dan apa, hamil? Siapa yang bilang Nabila hamil?” kesal Nathan.
“Nadine.”
“Apa? Tau darimana kak Nadine?” Nathan meninggalkan ibunya dan menuju kamar Nadine, Nadine yang lagi santai kaget dengan kedatangan Nathan disusul ibu mereka.
“Udah, dua kali loch Nath, loe masuk kamar gue, tanpa permisi.” Kesal Nadine, dalam hatinya berpikir, sekarang apa lagi, bukankah dia telah membawa pacar Nathan.
“Kok loe, bilang sama mommy, Nabila hamil.” Ucap Nathan, tanpa mengihiraukan ucapan Nadine.
“Oh, itu.” balas Nadine santai.
“Sepertinya, itu hanya salah paham, mom.” Beritahu Nadine, dia tidak mengetahui jika hal itu membuat ibu mereka menjadi parno sendiri.
“Tu, mom. Tapi, kenapa loe bisa bilang Nabila hamil?” selidik Nathan.
“Oh, itu.” gugup Nadine.
“Apa?” lanjut Nathan.
“Jadi bukan hamil, tapi kemarin kamu bilang sama mommy, kamu lihat anak itu muntah – muntah?” tanya Nayla, membuat suasana keruh kembali.
“Sebaiknya, untuk memastikan, kita bawa gadis itu ke dokter kandungan.” Putus Nayla.
Nathan dan Nadine hanya saling memandang, dengan terpaksa mereka menuruti kemauan ibunya, daripada Nayla terus berfikir yang tidak – tidak? Dan menyebabkan hubungannya dengan Nabila tidak mendapat restu.
****
Nabila kaget saat pintu kamar Nathan dibuka, dia melihat Nathan masuk diikuti Nayla dan Nadine. Nathan duduk disamping Nabila, memegang tangan Nabila, Nabila merasa risih dengan perlakuan Nathan didepan keluarganya.
“Bil, sebelumnya aku minta maaf, biar masalah ini gak berlanjut dan mommy percaya bahwa kamu tidak hamil, kita harus bawa kamu ke dokter kandungan.” Ucap Nathan dengan lembut, dia takut Nabila menjadi tersinggung.
“Ke dokter kandungan?” gugup Nabila, takut karena belum pernah kesana, dalam pikirannya, apakah nanti dokter tersebut melakukan hal yang aneh dengan pemeriksaan yang akan menyebabkan dia justru menjadi tidak perawan lagi?
__ADS_1
“Iya, gak usah takut, jika gak hamil.” Sarkas Nayla.
“Mom.” Tegur Nathan.
Melihat Nathan membela Nabila, membuat Nayla kesal, sedangkan Nabila merasa semakin bersalah.
“Baiklah, ayo kedokter kandungan.” Putus Nabila.
Mereka keluar kamar Nathan.
“Kamu, gak usah ikut Nath.” Perintah Nayla.
“Kamu kan sakit.” Lanjut Nayla.
“Nathan, udah sembuh, mom.” Balas Nathan.
Akhirnya mereka berempat menuju rumah sakit, Nadine yang membawa mobil, Nayla disampingnya, sedangkan Nathan dan Nabila duduk dibelakang.
Nathan menggenggam tangan Nabila, Nabila mencoba menariknya karena tidak enak dilihat oleh ibu Nathan. Nayla sempat melihat adegan Tarik menarik tangan tersebut, Nadine juga melirik dari kaca spion dan hanya tersenyum. Nayla memperhatikan putranya yang seperti bucin.
“Jangan pegangan tangan, kalian masih sekolah.” Sindir Nayla. Nabila langsung berusahan melepaskan tangannya dari tangan Nathan lagi, sedangkan Nathan dengan terpaksa melepaskannya.
Nayla menghubungi CEO rumah sakit yang kebetulan rumah sakit tersebut juga milik keluarga NFL. CEO bingung kenapa Nayla ingin ke dokter kandungan, seingatnya belum ada anak dari keluarga tersebut yang menikah? Apa nyonya Nayla hamil lagi?
***
Mereka berbisik – bisik tentang Nabila, pikir mereka apakah putra keluarga NFL menghamili seorang gadis dibawah umur? Karena Nabila masih mengenakan seragam Sekolahnya.
“Jadi, siapa yang akan diperiksa, bu?” tanya dokter Gina, kerena ada tiga orang wanita berada disana.
“Dia.” Nayla menarik Nabila dan membawanya ke dokter.
Perawat dan dokter heran karena Nabila masih memakai seragam sekolahnya. Perawat meminta Nabila untuk berbaring di ranjang, saat perawat menarik baju Nabila, Nabila menahannya, dia malu jika Nathan melihatnya.
“Apa kakak, tidak sebaiknya keluar.” Tegur Nabila. Nayla baru menyadarinya, sedangkan Nadine hanya tersenyum.
“Nath, sebaiknya kamu tunggu di luar saja.” Perintah Nayla. Nathan keluar.
Perawat melanjutkan untuk menaikan baju dan menurunkan rok Nabila agar bisa dioleskan gel. Setelah perawat selesai mengoleskan gel. Dokter meletakan alat transduser ke perut Nabila untuk melakukan pemeriksaan.
“Kapan haid terakhir?” tanya dokter, masih menggerakan alat diperut Nabila.
“Dua hari yang lalu, dok.” Jawab Nabila polos.
Dokter menghentikan pemeriksaannya, dia menjadi bingung, info yang dia dapat bahwa akan melakukan pemeriksaan kehamilan, apa dia salah dengar?
Nayla yang menyadari, merasa malu sendiri, bagaimana mungkin hamil jika dua hari yang lalu Nabila masih haid, kalaupun terjadi dengan Nathan dan Nabila dalam dua hari, tidak secepat itu juga ketahuan hamil atau tidaknya.
“Maaf, bu..” belum sempat dokter melanjutkan telah dipotong Nayla.
__ADS_1
“Saya mengerti maksud, dokter.” Ucap Nayla.
Mereka keluar dari ruangan tersebut, Nathan yang menunggu diluar heran melihat wajah ibunya.
Begitu keluar dari rumah sakit, Nino beserta rombongan masuk.
“Nayla, kenapa disini?” Tanya Nino, begitu melihat istri dan anak – anaknya di rumah sakit dan seorang gadis dengan seragam Sekolah yang sama dengan Nathan.
“Memang Nathan kenapa?” pikir Nino, tidak cukup dokter saja yang ke rumah untuk memeriksa Nathan, apa penyakit Nathan serius? Sehingga harus diperiksa di rumah sakit?
“Bukan Nathan, sayang, kami hanya ingin memastikan sesuatu.” Ucap Nayla.
“Siapa gadis ini?” tanya Nino.
“Dad, perkenalkan ini Nabila, pacar Nathan.” Sahut Nathan memberitahukan kepada Nino.
“Bil, kenalkan ini daddy dan ini mommy, tadi lupa kenalan sama mommy kan?” lanjut Nathan.
Nabila menjabat dan mencium tangan Nino dan Nayla.
“Pacar?” heran Nino, tumben Nathan berpacaran, biasanya dia malas banget dekat dengan cewek, makanya selain karena trauma penculikan, Nathan merubah penampilan karena biar tidak diganggu para gadis.
“Iya dad, pacarnya Nathan. Aku yang lebih tua dari Nathan aja belum punya pacar eh anak sekolah ini udah pacaran aja.” Sindir Nadine mengompori.
“Kamu sendiri, kenapa kesini?” tanyan Nayla.
“Oh, ya ampun aku lupa, mau rapat dengan CEO rumah sakit.” Ucap Nino. Nino kemudian mencium Nayla dan meninggalkan mereka.
🍒🍒🍒
Sesuai janji, aku update lagi ya. Semoga kalian suka sayang - sayang akuh.
Please
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya.
Untuk VOTE setiap senin diberikan 1 oleh Noveltoon dan hanya berlaku sampai hari sabtu, so jangan sia2kan VOTE kalian ya😁
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=
__ADS_1