
"Nabil, tidak mau menikah." ucap Nabila lagi.
Nathan mengambil handphonenya, sepertinya Nabila akan susah dibujuk, dia harus mengancam Nabila. Nathan memperlihatkan foto - foto mereka. Nabila tidak percaya foto vulgar tersebut.
"Kakak brengsek." teriak Nabila, dia menjadi histeris dan memukul Nathan secara membabi buta. Nathan membiarkan Nabila melampiaska kemarahannya.
"Kakak, telah menghancurkan masa depanku." ucap Nabila dengan terisak.
"Aku benci, kakak." sahut Nabila menatap Nathan penuh kebencian.
"Aku melakukan semuanya, karena aku sangat mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu." ucap Nathan. Nathan mencoba mendekati Nabila dan memeluknya.
"Jangan coba menyentuh ku lagi." teriak Nabila.
"Baiklah." Nathan mengangkat tangannya menjauhi Nabila.
"Aku akan segera menikahimu, sebelum aku ke Inggris. Suka atau tidak kamu harus mau atau foto - foto tersebut akan aku perlihatkan kepada orang tuamu" lanjut Nathan lagi.
"Kakak egois, Nabil benci kakak." teriak Nabila. Nabila tidak mau orang tuanya mengetahui jika anak gadisnya tidak bisa menjaga diri. Mami telah memperingati Nabila untuk menjaga diri dan menyerahkan keperawanan hanya setelah menikah, sekarang apa? Nabila mengecewakan maminya.
"Baiklah, Nabil setuju, namun ada syaratnya." ucap Nabila.
"Apa?" Tanya Nathan senang akhirnya Nabila menyerah.
"Nabil yang akan memberitahu mami dan papi tentang rencana pernikahan kita, mereka tidak boleh tau tentang kejadian ini."
"Tentu." jawab Nathan pasti, senyum misterius terpancar dari wajah Nathan.
"Kedua, Nabil ingin pernikahan ini dirahasiakan karena Nabila masih ingin Sekolah dan melanjutkan pendidikan." ujar Nabila.
"Pasti karena aku juga mau kamu tetap memiliki masa depan seperti yang kamu inginkan dan meraih cita - citamu dan aku akan menemani perjalanan itu, namun aku minta, setelah kamu siap untuk mengumumkan tentang pernikahan kita, kita akan mengelar resepsi pernikahan." jelas Nathan.
"Ketiga, kita tidak boleh melakukan hubungan suami istri lagi." putus Nabila.
"Yang ketiga aku tidak setuju, kita harus." ucap Nathan.
"Nabil gak mau hamil, Nabil belum siap menjadi ibu saat Sekolah, pasti pihak Sekolah akan mengeluarkan Nabil." teriak Nabila frustasi.
"Kita bisa menundanya, banyak cara untuk menunda. Setidaknya kakak tidak akan memaksamu sampai kamu siap." putus Nathan membujuk Nabila.
Nabila sudah tidak sanggup berdebat lagi, dia benar - benar cemas jika kejadian ini membuatnya hamil. Setidaknya Nathan tidak akan memaksa lagi tanpa persetujuan Nabila.
"Bagaimana jika kejadian ini membuat Nabil hamil, apakah Nabil boleh aborsi?" tanya Nabila, ngeri membayangkan masa depan yang curam dan harus membuang darah dagingnya karena waktu yang tidak tepat.
"Tidak, kakak akan melakukan segala cara agar kamu tetap bersekolah, sekalipun kondisi hamil." jelas Nathan.
__ADS_1
"Kakak pastikan kamu tidak akan hamil." ucap Nathan agar Nabila tenang. Tujuannnya hanya agar Nabila mau menikahinya.
"Kakak janji, bahwa Nabil tidak akan hamil karena kejadian ini?" Nabila meminta kepastian dari Nathan.
"Kakak janji Bil." Nathan meraih Nabila dan membawanya kedalam pelukan Nathan. Nabila hanya pasrah.
"Nabil, harus membersihkan diri dan segera pulang." Nabila melepaskan diri dari pelukan Nathan dan menuju kamar mandi.
Nathan memakai pakaiannya dan menunggu Nabila keluar dari kamar mandi.
"Kak, bisa ambilkan baju Nabil?" ucap Nabila dari balik pintu kamar mandi.
"Keluar aja, toh aku telah melihatnya." ucap Nathan vulgar.
"Tapi, aku tidak sadar saat kakak melihatnya." ketus Nabila.
Nathan akhirnya mengalah dan menyerahkan pakaian Nabila. Nathan mengantar Nabila pulwng sepanjang perjalanan Nabila hanya diam, pikirannya masih disibukkan kejadian yang barusan dialaminya, Nabila masih tidak percaya Nathan tega melakukan semua ini kepada Nabila. Nabila masih terisak.
"Maafkan kesalahan kakak, kakak janji setelah kita menikah, semuanya akan baik - baik saja." Nathan mengusap pucuk kepala Nabila.
Nabila hanya diam, dia terlanjur benci dengan Nathan, entah setan apa yang membuat Nathan sampai merusak diri dan masa depan Nabila.
πππ
Sarapan pagi di rumah keluarga NFL, para pelayan sibuk menghidangkan sarapan yang telah dimasak oleh koki keluarga tersebut. Pelayan setiap orang telah berdiri dibelakang masing - masing, menunggu perintah kepala pelayan. Orang tua Nathan telah masuk diruang makan, kenudian disusul dengan Nathan. Kepala pelayan memerintahkan para pelayan untuk mengambilkan makanan, untuk seluruh aggaota keluarga.
"Apa? maksud kamu apa, Nath?" tanya Nino bingung, kenapa putranya tiba - tiba ingin menikah muda? Nayla memang belum membahas ini kepada Nino.
"Nathan, mommy belum menceritakannya kepada daddy." beritahu Nayla.
"Sekarang aku sudah memberitahu daddy." ucap Nathan datar.
"Kenapa kamu ingin menikahinya? apa dia hamil?" tanya Nino curiga dengan Nathan.
"Tidak, Nathan hanya tidak ingin Nabila jatuh kepada orang lain." ucap Nathan.
"Lalu rencana masa depanmu bagaimana?" tanya Nino lagi.
"Tidak ada masalah, toh Nathan masih bisa mengikuti kuliah sambil menikah." jawab Nathan.
"Sayang, aku berjanji kepada Nathan jika dia juara umum, maka aku akan menuruti keinginannya." jelas Nayla kepada suaminya.
"Nath, apa kamu yakin dengan keputusanmu?" ucap Nayla kepada Nayhan.
πππ
__ADS_1
Author salut dengan orang yang menikah muda, cita - cita uathor yang tak kesampaian.
Sambil nunggu bisa mampir ke karya teman author yang berjudul CALL ME YURA by author AG SEEWTIE
"Ada rapuh yang tersusun rapi. Sebelum menjadi indah, kupu-kupu hanyalah secuil ulat yang menempel rapuh di dedaunan."
~ Vlora Yukika ~
"Hanya karena dahaga sebentar, tak lantas membuatmu harus meminum racun bukan?"
~ Haedar Gibran ~
Dikhianati suami, diasingkan keluarga sendiri, tidak ada tempat tuk berbagi keluh, jua seolah tak ada rumah yang sungguh tuk berteduh. Adakah yang lebih sakit dari ini?
Pada titik terendahnya, Vlora bangkit menjadi sosok yang baru. Dendamkah ia pada mereka yang telah menyakitinya? Sementara ia sendiri memiliki rahasia besar yang dianggap sebuah pengkhianatan.
"Duri itu kau sendiri, lalu kau jua yang merasa tersakiti."
~ Tristan Pratama ~
Lantas apa yang Vlora lakukan? Bagaimana jika rahasia besar itu terungkap? Masih banggakah ia dengan kehidupan baru yang kini melambungkan namanya?
Jangan lupa ya
LIKE
VOTE
KOMENT
GIFT
TIPS
and
FAVORITEkan ya
Folow ig author ya : lady_mermad
Saranghaeyoππ
Gomawo
__ADS_1
\= Lady_MerMaD \=