I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Lolos


__ADS_3

“Gue cariin kalian, ternyata duduk disini.” Ujar Evan yang datang bersama sahabat – sahabatnya.


“Iya kak.” Balas Nabila. Nabila risih Evan harus duduk disampingnya, sudah bisa dipastikan Evan akan memonopoli Nabila dalam hal mengobrol.


Sedangkan Ferry duduk disamping Maura yang berada diujung kiri. Sementara Rangga dengan PeDe nyempil duduk diantara Cheryl dan Jenifer.


“Apaan sih, main nyempil aja.” Sewot Cheryl dan Jenifer.


“Geser dikit lagi donk Jen.” Ucap Rangga tanpa menghiraukan protes mereka. Dengan terpaksa Jenifer bergeser.


“Emang kakak dari mana?” tanya Siska, mengambil minuman dan mengopernya kepada Evan dan 2 orang sahabatnya.


“Biasa, habis diberi pengarahan sama pelatih.” Ferry yang menjawab.


Ferry mengajak Maura ngobrol, sementara Rangga, Jenifer dan Cheryl terlibat mengobrol bertiga, sedangkan Cakra dan Siska.


Evan memonopoli Nabila untuk mengobrol dengannya. Evan tidak menyadari bahwa Nabila jengah mengobrol dengannya dan membalas dengan jengah dan malas- malasan, hanya menjawab demi kesopanan. Nathan sibuk dengan handphonenya, walaupun sesekali Siska dan Cakra mengajaknya ngobrol yang dibalas dengan singkat. Siska berfikir, teman Cakra ini sangat irit bicara.


“Habis ini gue traktir ya Nab.” Tawar Evan.


“Kami udah duluan di traktir bang Cakra, kak.” Balas Nabila.


“Kalau loe mau, boleh patungan ama ague buat traktir mereka Van.” Ujar Cakra yang mendengar niat Evan, lumayan ada donator lain, batinnya.


“Boleh, emang mau makan dimana?” tanya Evan, melirik kearah Nabila.


“Café Milenial aja gimana?” usul Ferry.


Nabila memperhatikan Nathan seperti tidak menyukai ide tersebut.


“Tempat lain aja kak.” Nabila mencoba agar jangan disana, dia seperti mengerti Nathan tidak nyaman jika yang lain tau dia bekerja disana.


Pengumuman memberitahukan agar team basket sekolah Bina Harapan segera bersiap – siap.


“Kami siap- siap dulu ya, kalian rembukan saja dimana mau makan.” Evan mengajak teman-temannya pergi.


“Sampai ketemu nanti ya Cher.” Ujar Rangga, mengedipkan matanya dan mengikuti Evan dan Ferry.


“Dasar cowok centil.” Sungut Cheryl.


“Jangan- jangan Kak Rangga, suka sama loe Cher?” tebak Jenifer, membuat wajah Cheryl memerah.


“Mana ada, yang ada dia jahilin gue terus.” Balas Cheryl sewot.


“Jadi kita mau makan dimana?” Maura mengingatkan mereka fokus pada pembicaraan , agar kembali ke topik awal.


“Kak Nathan punya ide gak?” Siska mencoba meminta pendapat Nathan.


“Saya gak ikut.” Balas Nathan singkat, Nabila yang mendengar jawaban Nathan merasa kecewa, dia berharap Nathan ikut, walaupun tidak bisa mengobrol dengan Nathan dengan bebas, setidaknya Nabila bisa mencuri pandang kepada Nathan.

__ADS_1


“Ikut aja kak biar Rame.” Bujuk Nabila, berharap Nathan berubah pikiran. Tolong ikutlah, agar aku bisa melihat mu, batin Nabila penuh harap.


“Loe kan bareng gue Nat, emang loe mau balik sama siapa?.” Ancam Cakra.


“Kan gue bisa naik ojek.” Balas Nathan, dia memang tidak suka acara kumpul – kumpul makan ini, menurutnya hanya membuang waktu.


“Gak asik loe, masa loe ninggalin gue dengan 5 cewek ini.” Kesal Cakra.


“Kan ada kak Evan dan teman- temannya juga nanti bang.” Ujar Cheryl polos.


Dasar Cheryl, kok malah lemot sekarang, batin Nabila.


“Gue kan gak akrab sama mereka, kalau Nathan kan gue akrab, secara kami sekelas. Lagian loe kelas sepuluh kan sekelas sama Evan, Nat” Jelas Cakra.


“Apa hubungannya?” heran Nathan dengan perkataan Cakra.


“Ya minimal loe kan gak canggung secara udah kenal Evan.”


“Ayolah kak ikut aja.” Jenifer ikut membujuk.


Akhirnya setelah dibujuk semua, Nathan dengan terpaksa ikut.


“Eh, kak Evan dan teamnya mau tampil tu.” Beritahu Maura.


Babak penyisihan kompetisi Basket dan Cheerleader memang di selang – selingi, setelah penampilan team Basket selanjutnya cheerleader.


Babak penyisihan diadakan selama lima hari dan kebetulan sekolah Nabila mendapat giliran dihari terakhir. Hari terakhir babak penyisihan juga merupakan hari pengumuman lolos seleksi.


Mereka menyaksikan pertandingan dengan jantung berdebar seperti genderang mau pecah. Mereka lebih histeris daripada pemainnya. Nabila memang berharap team basket sekolahnya lolos bukan karena evan, namun karena hanya bagian dari sekolahnya.


“Kak Nathan suka baca novel atau buku cerita juga?” Nabila mencoba mengajak Nathan berbicara lagi.


“Gak.” Jawab Nathan singkat.


“Jadi kakak baca buku apa aja?”


“Science.” Ni cewek gak bisa diam apa, batin Nathan.


Nabila ingin bertanya lagi, namun harus mengurung kan niatnya saat dia menyadari teriakan Maura.


“Yei, kita menang.” Teriak Maura dan yang lain histeris. Nabila memperhatikan ternyata team basket mereka telah selesai main.


Tibalah saatnya pengumuman, Evan dan team basketnya duduk disisi lain dari tempat Nabila. Begitu nama mereka keluar, Nabila dan sahabat-sahabatnya bahagia. Begitu juga team basket Evan juga lolos babak penyisihan.


Mereka meninggalkan stadion, menuju parkiran.


“Jadi kita makan dimana?” tanya Rangga.


“Ya ampun, kami bahkan belum memutuskan untuk makan dimana?” balas Jenifer, melirik teman – temannya.

__ADS_1


“Bagaimana kalau di Casablanca musik café?” Nabila memberi ide, agar yang lain tidak mengajak ke Café Milenial.


“Aku setuju.” Evan cepat menyetujui ide Nabila.


Mereka sampai di parkiran Cakra masuk ke mobilnya dan Nathan disamping Cakra. Nabila menuju kursi penumpang mobil Cakra, namun dia dipanggil oleh Evan.


“Nab, bareng gue aja.” Tawar Evan.


“Iya Nab, loe bareng kak Evan aja.” Ujar Jenifer semangat, Maura menarik tangan Nabila dan membawanya ke mobil Evan.


Sahabat – sahabat Nabila memang mendukung Nabila jadian dengan Evan, kecuali Cheryl karena dia tau perasaan Nabila. Nabila tidak memiliki pilihan lain, dia terpaksa ikut mobil Evan, Nabila juga mengajak Cheryl ikut dengannya.


“Loe bawa mobil Maura, Fer, kasihan cewek bawa mobil, mana jam macet lagi.” Perintah Evan kepada Ferry.


Ferry dengan senang hati menerima perintah tersebut. Rangga juga ikutan masuk ke dalam mobil Evan dan duduk dibelakang bersama Cheryl.


Jenifer ikut di mobil Maura, yang disopiri Ferry, sedangkan Siska ikut di mobil Cakra. Mereka menuju Casablanca musik Café.


Di Casablanca musik café, mereka duduk di ruangan VIP, sebelumnya Evan telah meminta Rangga untuk mereservasi tempat untuk mereka. Nabila tidak ingin kecolongan lagi, begitu Nathan duduk, dia langsung mengambil tempat duduk disamping Nathan, diikuti Evan yang duduk disamping Nabila.


Evan memperlihatkan menu kepada Nabila, bermaksud memilih menu yang sama dengan Nabila.


Nabila merasa risih, sesekali melirik kearah Nathan, memastikan Nathan tidak berpikiran lain tentangnya.


“Mau makan apa Nab?” tanya Evan, sambil membukan daftar menu. Nabila mengambil daftar menu dan melihat – lihat, makanan apa yang menarik.


“Saya pesan beef wellington dan minumannya brown sugar boba” Nathan memesan makanannya kepada pelayan yang telah siap-siap mencatat pesanan mereka.


Nabila mendengar pesanan Nathan, menjadi ikutan memesan itu juga.


“Apakah itu enak kak?” tanya Nabila kepada Nathan.


“Tergantung selera.” Jawab Nathan singkat. Evan yang mendengar Nathan berbicara ketus dengan Nabila menjadi geram, andai tidak ada yang lain, pasti udah gue hajar ni anak, batin Evan.


“Saya juga sama mbak, Cuma minumannya saya mau hazelnut choco mix.” Ujar Nabila kepada waitress.


“Saya pesan Ayam geprek mozzarella dan minumannya hazelnut choco mix ya mbak.” Ujar Evan, dia memilih minuman yang sama dengan Nabila.


Mereka makan dengan tenang sambal mengobrol ringan.


♥️♥️♥️♥️♥️


Aku slow update ya, namun jika karya ini lolos kontes 'Yang Muda Ya Bercinta' maka aku akan double up.


Mohon dukungannya ya..


Jangan lupa tinggalkan jejak, Like, koment, favorite dan hadiahnya ya..


Gomawo

__ADS_1


-Lady_MerMaD-


__ADS_2