I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Salah Paham


__ADS_3

“Sekali lagi maaf mas, saya tidak tau ada masalah apa masnya, dengan neng Nabila, hanya saja neng Nabila gak mau ketemu mas.” Akhirnya mang Udin jujur karena bingung harus memberikan alasan apa lagi.


Deg.


Nathan merasa tidak enak dengan informasi yang disampaikan mang Udin, kenapa Nabila tiba – tiba tidak mau bertemu dengannya? Bukankah tadi pagi mereka baik – baik saja?


“Maaf mas, saya pamit dulu.” Ucap mang Udin, membuyarkan lamunan Nathan.


“Tunggu mang, saya titip ini untuk Nabila ya.” Nathan menyerahkan bungkusan yang berisi roti kepada mang Udin.


“Bilang sama Nabila juga mang, saya akan kirim pesan buat dia.” Kecewa Nathan karena Nabila tidak mau bertemu dengannya.


“Baik mas.” Mang Udin mengambil bungkusan yang diserahkan Nathan dan menutup pagar.


Nathan kembali ke mobil, sebelumnya dia sempat melihat keatas karena dia tau kamar Nabila berada diatas. Nathan sempat melihat Nabila yang mengintip dari jendela dengan tatapan sedih, ada apa dengan mu?


Flash back on


Nabila telah merasa segar kembali, sepertinya besok dia sudah bisa masuk sekolah lagi. Nabila telah mandi setelah seminggu tubuhnya hanya dilap.


“Sayang, handphone kamu dari tadi bunyi terus.” Beritahu Melinda, yang masuk ke kamar putrinya dan membawa handphone Nabila.


“Dari siapa mi?” tanya Nabila, sambil mengeringkan rambutnya.


“Maura dan Jenifer, coba aja cek, siapa tau penting.” Melinda menyerahkan handphone Nabila. Seperti janjinya jika Nabila sudah merasa sedikit baikan maka dia akan kembalikan handphone Nabila.


“Mami, kebawah dulu ya, kamu mau makan apa sayang, biar mami masakan?” tanya Melinda sebelum keluar kamar.


“Nabila pengen ayam penyet mi.”


“Oke.” Melinda keluar dan menutup kamar Nabila.


Nabila melihat banyak panggilan dari Maura dan Jenifer, dia membuka whatsapp dari Maura. Nabila melihat beberapa foto Nathan dengan seorang  cewek cantik dan modis. Nabila langsung menghubungi Maura.


“Ra, apa maksud foto yang loe, kirim ke gue?” Nabila berusaha tetap tenang, walaupun hatinya tidak baik – baik saja.

__ADS_1


“Gue sama Jeni ketemu kak Nathan lagi di Mall sama cewek tu, mereka mesra banget, terus kayaknya kak Nathan beliin tu cewek baju ama kalung.” Cerocos Maura.


“Kalau loe, gak percaya, loe, tanya Jeni aja.” Lanjut Maura, dia menyerahkan handphone kepada Jenifer.


“Benar Nab, kita, lihat sendiri, mereka romantis banget berdua, tadinya kami mau tanya siapa cewek itu, tapi gak bisa karena ukuran baju kami udah ketemu sama penjaga tokonya, jadi kami coba dulu lah bajunya, terus saat kami selesai kak Nathan dan cewek itu udah gak ada lagi, dan kita ketemu mereka di toko perhiasan, cuma melihat tingkah mereka, udah bisa dipastikan itu pasti pacar kak Nathan.” Nada kesal keluar dari mulut Jenifer.


Maura merebut handphone dari Jenifer.


“Nab, loe gak pa – pa kan?” Maura khawatir Nabila jadi sedih, apa lagi anak itu sedang sakit.


“Iya, gue gak pa – pa, udah dulu ya, mami panggil gue, suruh makan.” Nabila mematikan handphone secara sepihak karena dia sudah tidak tahan membendung air matanya.


Namun ada sisi hati Nabila yang mengatakan bahwa itu hanya salah paham, namun melihat foto – foto yang dikirim Maura dan Jenifer, mau tidak mau Nabila terpengaruh.


Puas menangis, pintu kamar Nabila diketok, dan itu dari mang Udin. Nabila membuka pintu.


Flash back off


Nathan memperhatiakan Nabila dari bawah, Nathan memberi kode, bahwa dia akan menghubungi Nabila. Nathan mencoba menelepon Nabila, namun tidak diangkat. Nathan juga mengirim pesan via whatsapp.


-          Tadi kita masih baik – baik saja –


-          Bil –


-          Pink –


-          Pink –


Tidak ada satupun pesan Nathan yang dibaca Nabila. Tiba – tiba hujan turun, Nathan bukannya masuk mobil justru tetap menunggu di luar, tadinya dia ingin langsung pulang, namun melihat Nabila di jendela kamar, dia berharap Nabila mau menemuinya.


Nathan melihat Nabila tidak lagi berdiri di jendela kamarnya, Nathan berharap Nabila turun dan menemuinya, namun 30 menit menunggu diabawah guyuran hujan Nabila, tidak juga keluar.


Nathan terus mencoba menghubungi Nabila, namun masih tidak diangkat. Nathan mengirim pesan lagi dan melihat pesan sebelumnya telah dibaca, Nathan kesal karena Nabila mengabaikan pesannya. Nathan mengirim pesan lagi.


-          Aku gak tau kenapa, kamu marah?  ini harus dibicarakan, Bil. Tidak bisa dibiarkan begitu saja, aku tidak tau salah ku apa? Tiba – tiba kamu, cuekin aku. –

__ADS_1


Lama Nathan menunggu balasan dari Nabila. Satu jam menunggu, Nathan sudah sangat kedinginan, Nathan melihat Nabila di kamarnya lagi, Nabila kembali mengintip dari jendela. Nathan melihat Nabila mengetik sesuatu di handphonenya.


Pesan masuk.


-          Pulanglah kak, nanti kakak sakit. – balas Nabila.


-          Aku mau bicara sekarang, Bil.” – Nathan


-          Besok kita bicara, besok Nabila masuk sekolah. Nabil, mohon pulanglah, hujan semakin deras, jangan sampai kakak sakit. – Nabila, dia memang khawatir jika Nathan jatuh sakit.


-          Janji besok, kamu gak ngindari aku ya?- Nathan


-          Iya – Nabila.


Nathan memasuki mobil, dan meninggalkan rumah Nabila. Nabila lega akhirnya Nathan telah pulang.


🍒🍒🍒


Maafkan keterlambatan updatenya ya.


follow ig ku ya : Lady_Mermad


Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya


Gomawo

__ADS_1


\= Lady_MerMaD\=


__ADS_2