I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Kecemburuan Nathan


__ADS_3

“Kakak.” Kaget Nabila, dia mencoba mersikap tenang, walaupun jantungnya berdebar kencang.


Nathan tiba-tiba merangkul pinggang Nabila dan menyeretnya kedalam kamar, Nathan meletakan tubuh Nabila ke ranjangnya, Nabila yang kaget diperlakukan kasar, duduk dan menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang.


Nathan  mendekati Nabila, kemarahan menguasainya, dia mencium bibir Nabila dengan paksa, Nabila tidak suka diperlakukan kasar seperti itu.


Dia memang mencintai Nathan. Namun tidak mau diperlakukan dengan semena-mena, apalagi jika dikasari oleh Nathan.


Nabila mencoba menghindari Nathan, namun kalah tenaga, Nathan yang seperti kerasukan, membuat Nabila ketakutan, bahkan Nathan mencoba memasukan tangannya kedalam baju Nabila, dan mencoba menyentuh bukit kembar Nabila.


“Kakak, apa yang kakak lakukan.” Teriak Nabila mencoba melepaskan diri dari Nathan.


Sekuat tenaga Nabila berusaha untuk lepas, Nathan sekuat tenaga pula, agar Nabila tidak lepas darinya.


Flash back on


Sementara Nathan yang menunggu di ruang tamu mencheck handphonenya. Dia melihat pesan dari Laudya. Nathan sebenarnya malas membukanya, hanya saja kali ini seperti ada foto yang dikirim Laudya dan itu membuat Nathan penasaran.


Saat melihat beberapa foto yang dikirim Laudya, Nathan menjadi emosi, kekesalan Nathan bertambah dengan kata-kata Laudya yang semakin mengomporinya. Ya, Laudya mengirimkan foto saat Nabila dipeluk Cakra, dengan kata-kata ‘Apa seperti ini wanita yang loe sukai? Gue harap loe, gak salah pilih? Cewek popular emang suka menarik perhatian cowok, yah bisa dibilang murahan. Tadi gue juga lihat dia ke tempat sepi yang ada di Sekolah bareng Cakra, entah apa yang mereka lakukan yang jelas Cakra keluar dengan membetulkan kancing baju dan celananya. Tau sendirikan dua orang di tempat sepi, pasti mereka habis.. ? Laudya menggantung tulisannya, agar Nathan menyimpulkan sendiri. Namun hal tersebut sukses membuat Nathan terpancing.


Nathan melempar handphonenya, dia merasa emosi dengan info dari Laudya, Nathan langsung ke lantai dua, begitu sampai Nabila kebetulan membuka pintu.


Tanpa bertanya Nathan langsung memeluk pinggang Nabila dan menyeretnya ke ranjang.


Nathan tidak lagi memperhatikan wajah Nabila yang ketakutan, dalam pikirannya, dia ingin memberitahu Nabila bahwa Nabila hanya miliknya.


Flash Back off


“Kak,sadar.” Nabila menampar wajah Nathan, agar Nathan sadar dengan apa yang dilakukannya. Nathan yang kaget dengan tamparan Nabila, akhirnya sadar, apa lagi dia melihat Nabila yang menangis.


Nathan melepaskan tangan dan berdiri, dia mencoba menenangkan dirinya.  Kemudian dia mendekati Nabila, duduk di tepi ranjang, memegang wajah Nabila, namun Nabila menepisnya, tidak sudi dipegang oleh Nathan.


“Maaf, maafkan aku, aku hanya cemburu,” ucap Nathan bersalah. Dia mencoba memeluk Nabila. Namun sepertinya Nabila trauma. Akhirnya Nathan membiarkan Nabila tenang, Nathan memberikan minuman yang ada disamping nakas ranjang kepada Nabila.


Nabila menerimanya, setelah meminum air, Nathan meletakan kembali gelas tersebut ke tempat semula. Nabila masih menangis, Nathan kemudian kembali memeluk Nabila.

__ADS_1


“Beb, maaf, maafkan aku.” Nabila yang tadinya masih menolak akhirnya menangis dipelukan Nathan.


“Kenapa? Kenapa kakak melakukan hal itu kepada Nabil? Kakak jahat” masih memeluk Nathan, sambil memukul punggung Nathan, meluapkan kekesalan dan kemarahannya.


“Aku cemburu," jawab Nathan jujur.


“Cemburu, sama siapa?” Nabila melepaskan pelukannya, dan menatap Nathan.


“Apa kamu tadi bertemu dengan Cakra?” tanya Nathan, mengabaikan pertanyaan dari Nabila.


“Ya.” Jawab Nabila singkat karena dia bingung apa hubungannya?


“Apa yang dia lakukan padamu?” tanya Nathan, dia mencoba menahan agar tidak emosi karena cemburu.


“Tidak ada, maksud kakak apa? Jelaskan.” Nabila penasaran karena Nathan tiba – tiba memperlakukannya dengan tidak pantas dan terkesan kasar.


Nathan kemudian memperlihatkan foto-foto yang dikirim Laudya. Nabila kaget, ternyata gadis ular itu mengikuti kami dan ini penyebab kak Nathan bersikap kasar, batin Nabila.


Nabila menjelaskan kejadian tersebut kepada Nathan, dia memang ke kelas Nathan untuk bertanya tentang foto yang dikirim Maura, namun Nathan tidak ada dikelas, justru bertemu Laudya dan Cakra.


“Nah, Nabilkan belum menjelaskan kepada kak Cakra tentang kita yang jadian waktu itu, makanya Nabila minta maaf kepada bang Cakra, dan tidak lagi melanjutkan pacaran pura-pura kami.” Nabila keceplosan dengan kata-kata terakhirnya.


“Jangan bahas itu dulu, gak penting lagi," potong Nabila cepat.


“Terus, kenapa kamu memeluk Cakra.” Nathan menatap Nabila tajam. Mencoba menyelidiki, apakah Nabila berbohong atau tidak.


“Itu karena ada siswa laki-laki yang berlari, sehingga Nabila terdorong kedepan dan tidak sengaja memeluk bang Cakra. Untung ada bang Cakra, kalau gak mungkin Nabila akan jatuh ke lantai dan terluka," sewot Nabila.


“Jadi, kak Laudya mengikuti kami, dasar gadis ular.” Kesal Nabila, akhirnya dia mengumpati Laudya di depan Nathan.


“Lagian, jika kakak sakit dan tidak masuk sekolah, kenapa tidak memberitahu Nabil?” lanjut Nabila.


“Belum lagi kak Laudya masih ngaku-ngaku sebagai pacar kakak, sebenarnya kakak udah tegasin belum ke dia, kalau kita udah jadian?” protes Nabila.


“Nanti kakak, bilang sama dia kalau kamu pacar kakak," putus Nathan.

__ADS_1


“Uh, gak butuh lagi, Nabil udah bilang sama dia, kalau kita udah jadian.”


"Gadis pintar." gemes Nathan, mencubit hidung Nabila dan hal itu membuat Nabila cemberut.


Melihat Nabila yang cemberut membuat Nathan gemas dan mendekatkan wajahnya kepada Nabila. Jarak wajah mereka hanya berjarak sekitar tiga centimeter. Nathan ingin mencium bibir Nabila. Nathan kemudian semakin mengikis jarak diantara mereka, secepat kilat Nathan mencium bibir Nabila dengan lembut. Kali ini Nabila tidak menolaknya bahkan menerima dengan senang hati, dan membalas ciuman Nathan.


Hampir saja Nathan khilaf, Namun, kesadarannya kembali, dia tidak ingin merusak Nabila, secepat kilat dia menjauhkan tubuhnya dari Nabila. Nathan menatap Nabila dengan sayu, antara tersiksa dan tidak tega. Nathan kemudian ke kamar mandi Nabila, untuk menjernihkan pikirannya, dia mencuci muka, sambil menunggu sesuatu dibawah sana kembali normal.


Nabila yang ditinggalkan merasa antara gantung dan lega. Nabila memukul kepalanya karena pikirannya yang mesum. Nabila membenarkan kembali pakaiannya.


Setelah merasa tenang, Nathan keluar dari kamar mandi. Dia menghampiri Nabila dengan perasaan bersalah.


"Maaf." hanya itu yang bisa diucapkan Nathan. Nabila juga bingung karena tidak munafik, dia pun menikmati sentuhan Nathan tersebut.


"Iya." balas Nabila, mereka berada dalam kecanggungan yang hakiki.


"Nabil, mami pulang!" teriak Melinda dari bawah, dia baru saja kembali bersama suaminya.


 🍒🍒🍒


Done double upnya ya sayang2 akuh.


aku juga mau ucapin salam kenal buat "NANDHINI ANAK BABEH" yang juga setia baca novel ku. Namanya lucu, aku jadi penasaran dengan kisah namanya?😁


Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITkan ya !!

__ADS_1


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=


__ADS_2