
Jenifer kembali ke stand Cafe Detektif bersama Evan dengan bergandengan tangan. Maura dan Cheryl yang pertama melihat mereka datang langsung saling berbisik.
"Kayaknya berhasil." ujar Cheryl
"Iya, lihat aja wajah mereka, bahagia banget bo." balas Maura. Siska yang juga baru melihat pasangan baru tersebut, juga ikut berkomentar.
"Gandengan tangan lagi, bikin kita yang jones, jadi iri." Siska ikut menimpali. Mereka hanya bisa gigit jari melihat pasangan baru netas itu.
Nabila juga masuk bersma Nathan dan kalian tahu, mereka juga bergandengan tangan, membuat 3 kurcaci jones hanya bisa memandang dengan hampa.
Kapan ya gue punya pacar ? isi pikiran Cheryl dan Maura.
Mudah - mudahan bang Cakra bisa move on dari Nabila, do'a Siska.
"Woi." teriak Nabila mengagetkan para jones yg masih sibuk dengan pikiran masing - masing.
"Apaan sih, Nab, gangguin khayalan kami aja." cemberut Cheryl sambil memonyongkan mukutnya. Nabila gemes terus menarik mulut Cheryl.
"Aw, sakit tau, Nab." Cheryl menepuk tangan Nabila yang lancang menarik mulutnya.
"Iya ne, loe, gangguin kita - kita aja." ucap Siska.
"Mentang - mentang udah punya pacar, dunia milik berdua, yang lain anggap aja makhluk tak kasat mata." sindir Maura. Nabila hanya tertawa. Nathan membantu teman - teman sekelas Nabila yang masih mempersiapkan Cafe Detektif besok.
"Habisnya kalian pada bengong sih, bukannya bantuin." ujar Nabila nyengir.
"Dari tadi kami kerja loh, Nab, loe tu sama Jeni, entah kemana perginya." cibir Maura.
"Kenapa gue disebut - sebut?" tanya Jenifer yang begitu namanya disebut langsung muncul.
"Iya loe sama Nabila kemana aja, datang - datang bahagia banget gue lihat, jangan - jangan loe udah ciuman ya?" tebak Siska yang membuat wajah Nabila dan Jenifer langsung merah merona kayak kepiting rebus.
"Apaan sih." jawaban serentak dari Nabila dan Jenifer.
"Jiah, mukanya merah dink." sahut Maura menunjuk Nabila kemudian berpindah ke Jenifer.
"Gimana rasanya?" tanya Cheryl dengan polos.
"Apaan sih." Jenifer mendorong bahu Cheryl.
"Cerita aja kali, biar kami yang jones ini bisa belajar, mana tau bentar lagi punya pacar juga." harap Siska, semoga bang Cakra melihat dan menyukainya, do'anya dalam hati.
"Loe, dulu deh Nab, secara, kan loe, yang punya pacar duluan." todong Maura.
"Iya ni, gue yang bantuin aja belum dapat cerita, gimana cara kak Nathan nembak loe, padahal gue punya andil bantuin loh." paksa Cheryl.
Akhirnya Nabila menceritakan kejadian dimana Nathan menyatakan suka sama Nabila. ( yang lupa bisa manjat ketas lagi nyari bab 37 Perasaan mu tentang perasaan ku )
"Pantasan loe, jadi sakit ya, ternyata hujan membawa berkah." ujar Siska sambil tertawa baper pen dicium bang Cakra juga.
"Enak ga Nab?" tanya Cheryl.
__ADS_1
"Au ah." Nabila menjitak kepala Cheryl yang terlalu vulgar keponya.
"Kak Nathan good kisser gak Nab?" gantian Maura yang kepo tingkat dewa.
"Yang jelas menyenangkan, cuma gue heran deh, katanya baru pertama juga, tapi kok kayak udah pro gitu?" beritahu Nabila sambil mikir.
"Ya iya lah, kan dia cowok, Nab, insting untuk kesana lebih cepat." Kekeh Jenifer. Nabila sengaja tidak menceritakan kejadian yang dia digrebek maminya.
"Loe, jangan ketawa aja, Jen, giliran loe sekarang, berhasil gak loe nyium kak Evan?" potong Maura, saat Jenifer ikut bicara. Aish sial deh gue, mending diam aja tadi, monolog Jenifer.
"Gak berhasil sih gue nyiumnya." belum sempat Jenifer melanjutkan udah dipotong Siska.
"Kok bisa, emang cake loe, gak mempan gitu? Gak buat kak Evan tertidur?" kepo Siska tidak sabaran.
"Tertidur sih, cuma gue gak berani, dan rasanya gak etis banget, gue nyium dia saat dia tidur." ujar Jenifer.
"Terus, kok loe, datang tadi, gandengan tangan dengan kak Evan?" cerocos Cheryl.
"Emang Jeni datang gandengan tangan denga kak Evan?" tanya Nabila yang memang datang setelah Jenifer dan Evan.
"Iya." jawab Siska.
"Jadi loe, udah resmi, apa belum, Jen? tanya Maura.
"Ih.. Kalian ini gak sabaran banget sih, dengerin aku cerita kenapa? atau aku batal cerita ni?" rajuk Jenifer.
"Hush.. hush." ujar Siska, menyuruh yang lain diam.
Akhirnya Jenifer menceritakan kejadian tadi.
"Nyium dimana kak Evan?" tanya Maura dengan tingkat kekepoan yang hakiki.
"Yah, kalian tau lah. Kayak orang lain pacaran." sungut Jenifer.
"Kami kan, belum pernah pacaran Jen." balas Cheryl polos.
"Ish.. Disini." Jenifer memegang bibirnya. Yang lain hanya tertawa.
"Kalian ngomongin apa sih, seru banget kayaknya." ujar Nathan yang tiba - tiba telah berada disamping Nabila.
"Eh, ngobrol santai aja kok kak." balas Nabila.
"Iya ni, kami liatin dari sana, kayaknya asik benar." Evan yang juga menghampiri dan mendekatkan dirinya dengan Jenifer juga menimpali percakapan mereka.
"Selamat ya buat kalian." ucap Siska.
"Eh, selamat apa?" Bingung Nathan.
"Itu yang baru netas jadiannya." sindir Maura sambil menunjuk Jenifer dan Evan.
"Oh." paham Nathan.
__ADS_1
"Traktir kenapa sih." pinta Cheryl.
Nathan baru ingat, dia belum megucapkàn terimakasih kepada Cheryl.
"Ya udah, nanti aku traktir ya." putus Nathan. Evan pun pantang kalah.
"Aku juga akan Traktir kalian." ujar Evan.
"Karena ada dua donatur, kita bisa makan ditempat mahal ni." ucap Cheryl.
🍒🍒🍒
Hi sayang - sayang author yang cantik, masih setiakan? Harus donk ya, authornya maksa😁
Besok mau puasa, author ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa ya bagi yang menjalankannya. Marhaban ya Romadhon.
Author juga mau promosiin karya teman, kali ini punya author ENI PUA dengan karya PENANTIAN DIUJUNG SENJA, so sambil nunggu Nathan dan Nabila update bisa mampir ya ke karya teman author ini ya.
Mala Rahma, gadis desa nelayan yang menikah dengan seorang pria amnesia. Berharap rumahtangganya bahagia, tapi harapan itu sulit terwujud.
Sang sahabat yang pernah dijodohkan dengannya, yang sangat dia percaya ternyata menjadi penyebab perceraiannya. Walaupun Mala berharap semua itu bukan ulah sahabatnya, tapi kenyataan berkata lain.
Perjuangan hidup Mala membawanya bertemu Andra. Senior yang jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama. Saat cinta sudah tak bisa dimatikan, Andra baru tahu jika Mala sudah menikah dan memiliki seorang anak. Dan bahkan telah menjadi janda.
Bagaimana cinta Andra yang sudah terlanjur berakar?
Apakah cinta itu akan begitu saja dipadamkan ketika tengah bersemi?
Bagaimana jika sang mantan tetap terus memperjuangkan cintanya untuk kembali bersama?
Ikuti kisah Mala selanjutnya.
Daripada kepo, langsung baca aja ya.
Seperti biasa author mau donk duduk santai di kursi pijat sambil minum kopi ditaman bunga,
you know la ya😘😘
Please
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya.
__ADS_1
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=