
"Kamu tidak hamilkan, sayang?" ulang Melinda kembali. Nabila hanya terdiam, tidak tahu harus menjawab apa?
"Saya pastikan rencana untuk menikahi Nabila, tidak ada sangkutpautnya dengan Nabila hamil dan memang Nabila tidak hamil."Nathan yang menjawab pertanyaan Melinda. Melinda melihat sekilas kepada Nathan.
"Lalu kenapa kalian ingin menikah muda? Saat anak - anak seusia kalian masih ingin bersenang - senang dan menikmati masa muda. Kalau bukan karena Nabila hamil? Apa yang menjadi latar belakang mu menikahi Nabila? Siapa tahu, ini hanya perasaan sesaat kalian?" ucap Melinda panjang lebar.
"Karena saya mencintai Nabila, tante, saya yakin, saya tidak akan mendapatkan gadis seperti Nabila lagi. Saya ingin menjaga hati saat saya jauh dari Nabila, begitu juga dengan Nabila." jelas Nathan.
"Jadi, apa rencanamu?" ujar Teguh, dia bukan orang yang kaku, jika mereka ingin menikah muda, silahkan Teguh akan mendukung. Dia yakin Nabila akan sangat bahagia bersama Nathan. Teguh bisa melihat kesungguhan Nathan. Disaat lelaki muda lain yang dengan sengaja menghamili pacarnya pasti akan kabur.
Nabila hanya terdiam, gugup dan merasa bersalah, khawatir orang tuanya mengetahui kejadian sebenarnya antara dia dan Nathan.
"Setelah menikah, saya akan kuliah di Inggris, sedangkan Nabila akan melanjutkan Sekolah disini, kami akan menjalankan pernikahan jarak jauh. Pernikahan ini akan dirahasiakan sampai Nabila siap, begitu juga dengan anak, kami akan memiliki anak jika Nabila telah siap menjadi ibu." Jelas Nathan.
"Lalu?" tanya Teguh lagi.
"Setelah lulus Sekolah, saya berharap Nabila akan kuliah di tempat yang sama dengan saya." lanjut Nathan.
"Nabil, gak mau kuliah disana, Nabil mau kuliah disini saja." potong Nabila, Nathan belum membicarakan lebih jauh tentang masa depan mereka. Fokus hanya kepada pernikahan, Nabila bahkan bรจlum memikirkan kehidupannya setelah menikah.
"Nanti kita bicarakan lebih lanjut ya." Nathan berbicara lembut kepada Nabila, sambil menatap Nabila lembut. Nathan sengaja tidak memperpanjang hal itu karena dia tidak mau berdebat didepan orang tua Nabila, bisa - bisa dia tidak dapat restu.
"Kamu taukan Nath? Jika kamu telah menikahi Nabila, maka tanggung jawab kami sebagai orang tua Nabila akan berpindah ke kamu, dan Nabila kamu harus mematuhi Nathan sebagai suamimu kelak, kaliam masih muda, akan banyak rintangan dalam kehidupan pernikahan kalian, apa kalian siap?" tanya Teguh, memberikan gambaran seperti apa kehidupan mereka nantinya.
"Saya siap, om." jawab Nathan cepat.
"Kamu Nabil?" tanya Melinda. Nabila masih bimbang karena tidak pernah terbayangkan baginya untuk menikah muda, rencana Nabila seperti gadis kebanyakan, setelah lulus Sekolah, dia akan kuliah, bekerja baru menikah, saat usianya telah matang.
Nathan menatap Nabila tajam, meminta Nabila untuk menerima, dengan sedikit tatapan memgancam.
"Si.. siap mi, pi." ucap Nabila dengan terpatah - patah. Sebenarnya dia belum siap, namun dia takut jika Nathan memperlihatkan foto - foto vulgar mereka, belum ketakutannya yang hamil karena kejadian kelam itu.
__ADS_1
"Baiklah, jika kalian telah memutuskan, kami hanya akan mendukung kalian." ujar Teguh, mengambil minuman dan meminumnya, dia merasa haus karena hal ini.
"Bagaimana kamu akan menafkahi Nabila? Maksud tante, tante tau kamu dari keluarga kaya? Apakah selamanya kamu akan bergantung pada orang tuamu?" Melinda memastikan pria seperti apa yang akan menikahi putrinya.
"Saya memiliki beberapa usaha tante, yang saya rintis sendiri dan usaha tersebut cukup untuk hidup kami." Nathan meyakinkan Melinda bahwa Nabila tidak akan kelaparan selama menikah dengannya.
"Baiklah" akhirnya Melinda menyerah.
"Nabil mau, setelah menikah, Nabil akan tetap tinggal dengan mami dan papi karena toh kakak akan ke Inggris." beritahu Nabila kepada Nathan tentang rencananya.
"Tidak masalah, bahkan kakak akan sangat senang, jadi kamu akan tetap menjalankan hari biasa tanpa merasa terikat." ucap Nathan.
"Tapi, kakak minta, kamu setia." bisik Nathan.
"Bagaimana dengan orang tuamu?" tanya Teguh lagi.
"Orang tua saya telah setuju Om, besok saya akan ajak Daddy dan Mommy kesini, untuk melamar Nabila secara resmi." ucap Nathan mantap.
"Dua hari lagi saja." tambah Melinda
"Baik tante."
"Kalau begitu saya permisi dulu tante, Om." Pamit Nathan kepada orang tua Nabila.
"Antar, Bil." ajak Nathan.
"Eh." Nabila bingung, kenapa mesti diantar, kan bisa keluar sendiri.
"Antar aja, Bil." perintah Teguh.
Dengan berat hati Nabila berjalan keluar, diikuti Nathan. Saat berada diluar dan Nabila hendak masuk rumah kembali. Nathan menarik tangan Nabila menyandarkannya ke dinding. Nabila kaget dengan perlakuan Nathan yang tiba - tiba.
__ADS_1
"Kakak mau apa?" tanya Nabila, dia tidak mau orang tuanya melihat posisi mereka seperti ini.
"Aku kangen, entah bagaimana nanti kuliah di Inggris, cepatlah lulus dan susul aku." serak Nathan, memandang bibir Nabila yang kecil namun penuh.
๐๐๐
Author ngantuk, segitu dulu ya..
Mampir ke karya pertamaku dunk. Ramein situ juga..
Jangan lupa
LIKE
VOTE
KOMENT
GIFT
TIPS
and
FAVORITEkan ya
Saranghaeyo ๐๐
Gomawo
\=Lady_MerMaD\=
__ADS_1
๐๐๐