
Istirahat, Nabila masih dihukum dengan disuruh - suruh oleh kakak kelas yang cemburu karena banyak senior cowok yang godain Nabila. Nabila disururuh untuk membelikan makanan di kantin Sekolah. Takut terlambat Nabila berlarian mengantarkan makanan tersebut, tanpa sengaja dia menabrak Cakra lagi, dan hanya meminta maaf sambil lari tanpa melihat siapa yang ditabraknya. Cakra hanya memperhatikan Nabila dari jauh.
"Ini kak, pesanan yang kakak minta, gado - gado." Nabila menyerahkan bungkusan kepada kakak kelas bernama Chika. Chika membuka bungkusan tersebut.
"Apa ini, gue bilang kan gak pake toge, ini kenapa dikasih toge?" Chika mengacak - ngacak gado - gado tersebut.
"Ganti." ujar Chika menyerahkan kembali gado - gado kepada Nabila.
Nabila dengan terpaksa mengambil bungkusan tersebut dan berjalan untuk membelikan yang baru.
"Cepat, jangan kayak siput gitu loe, jalannya." teriak Chika lagi.
Nabila langsung berlari, mana dia belum makan siang lagi. Nabila kembali menabrak Cakra dan seperti biasa Nabila tidak memperhatikan siapa yang ditabraknya, dia hanya berucap maaf sambil lari.
Hari ini telah ditabrak tiga kali, batin Cakra, memandang Nabila. Nabila kelelahan setelah seharian dihukum karena terlambat, padahal tidak hanya karena terlambat dia dihukum, melainkan juga karena para senior cewek cemburu karena banyak senior cowok yang menyukai Nabila. Nabila hanya sempat berkenalan dengan Jenifer, Jeniferpun sering dibully karena memiliki mata berwarna hijau lumut dan wajah bulenya sangat kontras, walaupun tidak terlalu tinggi.
Hari ketiga MOS Nabila dan Jenifer masih jadi target bullying senior, membuat mereka semakin akrab. Maura adalah gadis pemberani, sekaligus sedikit tomboi, dia tidak terima melihat teman sekelasnya dikerjai, walaupun dia belum kenal Nabila dan Jenifer. Sedangkan Cheryl dan Siska tidak sekelas dengan Nabila. Mereka baru sekelas saat kelas sebelas, namun Nabila satu Sekolah Menegah Pertama dengan Cheryl dan sekelas saat kelas delapan.
Nabila meluapkan kekesalannya karena ada saja salah yang tidak dia lakukan, namun tampak salah dimata senior cewek, sedangkan senior cowok sengaja menghukum Nabila dan Jenifer karena mereka hanya ingin berlama - lama dengan mereka.
Cheryl dan Siska memasuki toilet, dimana saat Nabila, Jenifer dan Maura meluapkan kekesalan mereka.
"Nabila." kaget Cheryl, melihat bahwa yang berteriak - teriak karena kesal adalah Nabila.
"Cheryl, loe, Sekolah sini juga, kelas berapa?" Tanya Nabila.
"Kelas sepuluh satu." balas Cheryl.
Mereka saling mengenalkan teman masing - masing, setelah mendengar cerita Nabila. Cheryl mengajaknya bertemu Cakra, abangnya Cheryl, kalau bukan karena Cakra, mungkin juga Cheryl akan jadi salah satu siswa yang dibully juga.
"Bang, kenalin, teman - teman gue." ujar Cheryl begitu mereka sampai di kelas Cakra. Cakra merasa senang karena salah satu dari rombongan yang dibawa Cheryl adalah gadis yang disukainya pada pandangan pertama. Mereka berjabatan tangan dan berkenalan.
"Abang, bantuin donk, agar Nabila dan Jenifer gak di bully sama panitia MOS." ucap Cheryl to the point.
"Nanti, abang bilangin deh." ucap Cakra, mencoba bersikap cool, padahal jantungnya berdebar - debar.
__ADS_1
****
Hari kelima Nabila masih sering dibully, itu terjadi saat Nabila, Cheryl, Jenifer, Maura dan Siska mendaftar ekschool cheerleader. Mereka mengikuti audisi, Nabila peserta ketiga diantara mereka yang ditest saat penerimaan.
"Loe, sebenarnya bisa gak sih?"
"Gerakan loe, kaku banget." Padahal gerakan Nabila paling baik dari yang lain, yang telah tampil.
"Atau loe, cuma ngandalin muka doank?"
"Loe, ikut cheerleader pengen lebih populer ya?"
Banyak lagi kata - kata kasar yang dilemparkan oleh kakak kelas tersebut. Nabila tidak tahan dia kemudian lari dari sana. Jenifer dan yang lain ingin mengejar Nabila namun ditahan oleh kakak kelas.
"Gak ada yang boleh keluar, atau audisi kalian kami anggap gugur." ancam salah satu kakak kelas, sepertinya dia adalah ketua cheerleadernya.
Nabila keluar dari sana, sambil menangis, dia menabrak Cakra lagi, namun kali ini Cakra menarik tangan Nabila agar berhenti.
"Nabila ada apa?" tanya Cakra melihat Nabila berurai air mata.
Cakra meminta ketua cheerleader dan anggotanya untuk mengulang audisi dengan disaksikan Cakra. Nabila kembali menunjukan kebolehannya dan itu menurut Cakra gerakan yang indah. Akhirnya Nabila, Jenifer, Cheryl dan Siska serta beberapa anak perempuan lain diterima.
Perasaan Cakra semakin terpupuk karena sering bertemu Nabila, apalagi sahabat - sahabat Cheryl tersebut sering main ke rumah. Membuat mereka akrab, namun Nabila hanya menganggap Cakra saudara seperti Cheryl. Cakra tidak berani mengungkapkan perasaannya karena takut Nabila menjauhinya. Sehingga Cakra menyukai Nabila dalam diam. Namun dia selalu melindungi Nabila dan yang lainnya.
Flash back off
Cakra mengakhiri lagunya.
"Gak nyangka ya Cher, abang loe, suaranya keren banget." ujar Jenifer dengan kagum.
Siska hanya menatap Cakra dengan sedih, kesempatannya benar - benar hilang karena lagu yang dibawakan Cakra adalah gambaran isi hatinya.
๐๐๐
Hi sayang - sayang author cantik, jangan complain ya๐ I'm back. Jadi begitulah pertemuan Cakra dan Nabila yang membuat Cakra jatuh cinta dengan Nabila pada pandangan pertama. cuit..cuit..
__ADS_1
Adakah kalian juga mengalami hal tersebut, menyukai seseorang, namun tidak berani mengungkapkannya karena takut justru hubungan yang sudah terbangun menjadi hancur, bahkan seseorang yang kalian sukai tersebut menjadi menjauh. Silahkan tulis dikolom komentar ya, author jadi pengen tahu kisah kalian๐
Aku masih akan mempromosikan karya temanku sesama author ya, hari ini gilirannya YUTHIKA SARAH dengan judul BEGITULAH TAKDIR.
Tak saling kenal, tak pernah bertemu. Namun Semesta yang menuntunmu. Itulah takdir, tak pernah ada yang tahu bagaimana kedepannya. Soal jodoh ada yang berwarna, ada yang kelam, ada yang penuh keseriusan dan ada juga yang penuh dengan canda tawa.
Shazfa Aiysha Humaira atau sering dipanggil Sasa , seorang mahasiswi yang memiliki tiga orang sahabat yaitu Safia (Sapi), Fathulila (Patul), dan Fifa (Pipa). Bukan sahabat namanya , jika tidak mengganti nama sahabatnya.
Shazfa pernah jatuh cinta dengan seorang Ustadz bernama Sakha. Tapi sayang, takdir berkata lain karena Ustadz Sakha dijodohkan dengan Patul. Mengikhlaskan adalah hal yang sulit sampai akhirnya datang seorang lelaki dengan gagahnya ingin menikahinya. Lelaki yang sebelumnya tidak ia kenali, tidak bertegur sapa namun ternyata ia lah takdirnya.
Ya, Begitulah Takdir. Lalu, siapakah lelaki gagah itu?
Cus langsung mampir aja ya ke karya YUTHIKA SARAH dengan judul BEGITULAH TAKDIR.
Seperti biasa aku mau tips dan hadiah yang banyak ya, buat beli coklat, menemaniku menulis, agar ceritanya ngalir terus kayak hujan dari langit ๐
Please
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya.
Saranghaeyo๐๐
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=
__ADS_1