
Nabila masih berdiri dengan bingung sambil memegang bunga yang diberikan Evan. Dia tidak tau harus berbuat apa. Satu persatu team cheerleader telah meninggalkan aula, menyisakan sahabat – sahabat Nabila, Cakra dan Nathan.
“Yuks cabut.” Ajak Nathan kepada Cakra.
“Bentar, gue juga penasaran, siapa cowok yang disukai Nabila.” Jawab Cakra.
“Apa gak sebaiknya, nanti aja loe tanya, biar dia tenang dulu.” Ucap Nathan, walaupun dia tau siapa pria yang dimaksud oleh Nabila. Namun Nathan telah memiliki pilihan hati sendiri.
“Benar juga loe, sebaiknya gue biarkan mereka mengurus Nabila.” Sambil menunjuk sahabat – sahabat Nabila.
Cakra dan Nathan meninggalkan aula.
“Nab, loe gak apa – apa?” tanya Cheryl, memegang pundak Nabila. Nabila hanya diam.
“Emang siapa cowok yang loe suka Nab?” tanya Maura yang penasaran dengan cowok tersebut. Tidak hanya Maura sih, semua penasaran kecuali Cheryl.
“Gue mau pulang dulu.” Hanya itu yang bisa diucapkan Nabila. Dia melangkah meninggalkan sahabat – sahabatnya. Kilasan kejadian hari ini masih membayang dalam ingatan Nabila.
Dia merasa bersalah terhadap Evan, namun Nabila harus tegas.
Jenifer seperti ingin menanya dan mencegah Nabila untuk pergi, namun ditahan oleh Siska.
“Sebaiknya kita biarkan dia tenang dulu.” Ucap Siska masih memegang lengan Jenifer.
“Iya, gue rasa, Nabila punya alasan sendiri belum mau membicarakannya kepada kita.” Lanjut Cheryl.
Mereka akhirnya keluar dari aula dan pulang ke rumah masing – masing.
*****
Sekolah dihebohkan dengan kejadian penolakan yang Nabila lakukan terhadap Evan, gossip merambat begitu cepat. Para fans Evan merasa Nabila gadis yang sombong, yang menolak seorang Evan.
Sementara para pria yang menyukai Nabila senang dengan penolakan Nabila terhadap Evan. Mereka merasa Evan terlalu percaya diri, bahkan Evan terang-terangan melarang mereka mendekati Nabila, bahkan memberikan hadiah atau bunga untuk Nabilapun mereka tidak bisa melakukan. Setidak – tidaknya dengan penolakan Nabila, membuat sakit hati mereka terhadap Evan terbalaskan.
Nabila mencoba mencari Nathan, dia ingin menjelaskan kejadian kemarin. Nabila langsung ke roof top Sekolah dan melihat Nathan seperti biasa sedang membaca.
“Kak, Nabila ingin menjelaskan tentang kejadian kemarin.” Ucap Nabila.
“Tidak perlu.” Ucap Nathan datar karena memang dia tidak ingin mengetahuinya.
__ADS_1
“Tapi ini penting untuk Nabila, kak.” Lanjut Nabila lagi.
“Bagi ku itu tidak penting, sebanyak apapun, pria yang suka sama kamu, aku gak peduli.” Jelas Nathan memandang Nabila tajam, agar Nabila mengerti dan berhenti mengikutinya atau mengusik hidupnya.
Nathan meninggalkan Nabila. Nabila masih mencoba bersabar dengan sikap Nathan yang cuek. Nabila hanya bisa berdo’a sutu hari Nathan akan membalas perasaannya.
*****
Istirahat Nabila menuju kantin bersama sahabat – sahabatnya, mereka belum membahas tentang penolakan Nabila terhadap Evan karena memang mereka belum memiliki kesempatan untuk bertanya lebih lanjut. Sedangkan Nabila juga berusaha menghindari agar sahabat – sahabatnya tidak bertanya lebih lanjut.
Dikantin Nabila bersama sahabat – sahabatnya berpapasan dengan Evan yang juga bersama sahabat – sahabatnya. Nabila hanya tersenyum dan melewati Evan begitu saja. Mereka duduk dimeja tengah, Evan dan sahabat – sahabatnya yang baru selesai memesan makanan mereka juga duduk di meja tempat Nabila duduk. Nabila cepat – cepat menghabiskan makanannya. Kemudian meninggalkan sahabat – sahabatnya.
“Aku duluan ya.” Pamit Nabila langsung meninggalkan mereka. Evan ingin menyusul Nabila namun ditahan Ferry.
“Biarkan saja, biar dia tenang dulu.” Ucap Ferry, masih memegang tangan Evan.
“Ferry benar Van, mungkin Nabila merasa gak nyaman.” Lanjut Rangga.
Akhirnya Evan kembali duduk dan melanjutkan makannya. Sahabat – sahabat Nabila merasa kasihan melihat Evan dan mereka menyayangkan sikap Nabila.
*****
Seminggu telah berlalu sejak peristiwa pernyataan cinta Evan, Nabila masih berusaha menghindari Evan maupun mengalihkan pikiran sahabat – sahaabtnya, agar tidak menanyakan tentang siapa cowok yang disukai Nabila.
Satu – satunya pria yang sering mereka lihat dengan Nabila adalah Cakra. Jadi banyak yang bertaruh jika Cakra lah pria misterius tersebut.
Nabila dan team cheerleadernya masih latihan bareng dengan team Basket. Evan masih mencoba mendekati Nabila, namun Nabila dengan halus menghindarinya.
Tibalah saatnya babak penyisihan 10 besar, Nabila dan team cheerleadernya deg – degan dengan ini. Juga mereka mengkhawatirkan team Basket, mereka khawatir dengan penolakan Nabila membuat Evan tidak kosentrasi dan fokus bahkan patah semangat.
Seperti biasa Cakra mengajak Nathan untuk melihat pertandingan. Siswa – siswa Sekolah Bina Harapan, yang datang untuk memberikan dukungan kepada memperhatikan kedatangan Cakra dan Nathan.
“Gue yakin, cowok yang disukai Nabila adalah kak Cakra.” Sahut seorang Siswa bernama Bulan.
“Sama gue juga, mikir orangnya kak Cakra karena, Risa teman gue yang salah satu team cheerleader, pernah cerita kalau Cakra sering datang ngelihat mereka latihan dan bawain makanan.” Ucap Siswa lainnya.
“Iya juga, kalau diperhatikan mereka sering ngobrol sih.” Ucap Bulan lagi.
“Kak Cakra, bukannya abangnya Cheryl ya?”
__ADS_1
“Iya, kalau dipikir – pikir sih mereka cocok juga karena Cakra kan idola Sekolah juga setelah kak Evan.” Lanjut Bulan.
“Eh, lihat tu, Cakra membisikan seuatu sambil ngasih sesuatu buat Nabila.”
Bulan dan lainnya memperhatikan dan memang saja Nabila dan Cakra kelihatan akrab. Padahal Nabila hanya bersikap biasa, yang dia perhatikan hanya Nathan.
Pembicaraan gadis – gadis tersebut terhenti begitu pengumuman giliran peserta dibacakan. Nabila dan team cheerleadernya tampil nomor empat.
Sedangkan team Basket mereka tampil nomor pertama.
Perhatian orang tertuju pada Evan, mereka merasa takjub, walaupun ditolak oleh Nabila, Evan tetap bermain bagus dan membuat team Basketnya menang, sehingga bisa dipastikan Evan dan team bakal masuk babak 8 besar. Untuk Basket memang mencari 8 team yang akan masuk babak Final.
Tibalah giliran penampilan Nabila dan team cheerleadernya, mereka memberikan penampilan yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Pengumuman team cheerleader mana yang masuk babak sepuluh besar. Ternyata Nabila dan team kembali masuk babak sepuluh besar.
“Wah selamat lagi buat kalian.” Ucap Cakra.
“Terima kasih bang.” Jawab Nabila, dia menunggu Nathan untuk mengatakan hal yang sama, namun Nathan cuek saja.
“Kami ditraktir lagi donk bang.” Ujar Siska berharap ditraktir oleh Cakra. Sebenarnya Siska menyukai Cakra, namun dia tau kalau Cakra menyukai Nabila, sehingga dia berusaha menepis perasaannya.
Bagi Siska dengan Cakra sering dekat dengan mereka sudah membuat dia senang walaupun tujuan Cakra adalah agar dekat dengan Nabila.
Tidak ada yang mengetahui perasaan Siska kepada Cakra, bahkan Cheryl sekalipun, yang nota bene adalah adik Cakra dan sahabat Siska sendiri.
♥️♥️♥️♥️♥️
Please
LIK3
KOMENT
VOTE
and
FAVORITE
__ADS_1
Gomawo
\= Lady_MerMaD \=