
Dua bulan berlalu, sejak resepsi pernikahan Nathan dan Nabila.
"Kak, sepertinya kakak, sakit." ucap Nabila, saat melihat Nathan muntah dipagi hari. Ini adalah yang ke 6 kalinya Nathan mengeluarkan isi perutnya. Wajah Nathan pucat, dia benar - benar lemah. Nabila tidak tega melihatnya.
"Aku gak pa - pa, beb.. cuma masuk angin aja, aku mau tidur sebentar.. setelah ini baru ke kantor." jelas Nathan, kembali ke ranjang untuk istirahat.
"Sebaiknya, kita panggil dokter kak.. dan kakak, tidak usah ke kantor hari ini. Nabil gak izinkan." tegas Nabila, menyelimuti Nathan.
"Aku baik - baik saja. beb.. gak usah lebay." ucap Nathan lemah.
"Ya, udah, kakak sarapan dulu, habis itu istirahat." Nabila keluar kamar untuk membuatkan sarapan buat Nathan.
Sejak Nathan lulus kuliah, mereka memang telah memutuskan tinggal di Apartment yang di beli Nathan. Nabila juga baru mengetahui jika Cafe Milenial, ternyata milik Nathan yang dia kelola sendiri dari hasil tabungan uang jajannya.
Cafe Milenial ternyata memiliki beberapa cabang di Jakarta. Jangan pula kalian cari ya, ini hanya kehaluan author. Dan jika ternyata ada, itu bukan punya Nathan.
Cafe Milenial didirikan oleh Nathan sebagai langkah awal dia mengelola bisnis, sehingga jika nanti dia menjadi penerus keluarga NFL, setidaknya Nathan telah memiliki basik bisnis karena terjun langsung adalah guru terbaik.
Nabila membangunkan Nathan untuk sarapan, Nathan mencoba memakannya, namun belum sempat dia telan, Nathan berlari ke kamar mandi untuk muntah lagi.
"Aduh, kakak. kenapa sih?" heran Nabila sambil menggosok punggung Nathan. Selama mereka menikah, Nabila tidak pernah melihat Nathan sakit dan ini adalah kali pertama Nathan sakik selama pernikahan mereka.
"Nasi gorengnya kamu kasih bawang putih ya?" tanya Nathan, menatap Nabila dan melihat Nasi goreng yang dibuat Nabila.
"Iya, dimana - mana nasi gorengkan emang pakai bawang putih, kak." jawab Nabila merasa hal itu wajar.
"Aku gak suka, lain kali jangan masak makanan yang mengandung bawang putih." Nathan menyerahkan nasi goreng dan naik kembali ke ranjang.
"Tapi kak..." kata - kata Nabila terpotong saat tangan Nathan membuat tanda stop. Nabila membiarkan Nathan istirahat, dia membawa nasi goreng Nathan ke dapur.
***
Tiga hari Nathan sakit dan tidak ke kantor, Nabila mulai cemas, tanpa persetujuan Nathan Nabila menghubungi dokter keluarga Nathan.
Dokter memeriksa Nathan, dia merasa aneh karena hasil pemeriksaan Nathan baik - baik saja selain muntah dan tidak bisa makan.
__ADS_1
"Sebaiknya kita bawa ke rumah sakit aja, biar di periksa secara ke seluruhan." ucap dokter.
Nabila membawa Nathan ke rumah sakit keluarganya. Nathan di periksa dan dokter semakin bingung karena tidak mengetahui penyakit apa yang diidap oleh Nathan? Mereka putuskan, Nathan di rawat di rumah sakit, karena tubuhnya sangat lemah dan harus diinfus.
Saat istirahat makan siang, para dokter membicarakan penyakit Nathan. Salah satu dokter kandungan di sana menyarankan agar Nabila yang diperiksa.
"Kenapa istrinya yang diperiksa." dokter yang menangani Nathan merasa heran.
"Saya kira, dia mengalami Kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri." Jelas dokter Hanna, dokter kandungan.
"Tapi istrinya kelihatan baik - baik saja?" ucap dokter Gerald, dokter yang menangani Nathan.
"Beberapa kasus memang seperti Nathan, beberapa kasus lagi, karena si suami melihat istrinya sehingga ikut merasakan apa yang dirasakan istrinya." Jelas Hanna lagi.
"Baiklah, nanti saya sarankan kepada istrinya untuk di check." putus Gerald.
Dokter Gerald menyampaikan, informasi dari dokter Hanna.
"Maksud dokter, ada kemungkinan saya hamil?" Nabila bahagia mendengarnya, namun dia kembali sadar itu mungkin hanya analisa dokter.
"Sebaiknya kita coba saja." ucap Gerald lagi. Toh tidak ada rugi bagi Nabila untuk diperiksa, malahan jika hamil akan membuat pasangan tersebut bahagia.
"Kapan terakhir menstruasi?" tanya dokter Hanna setelah perawat memeriksa tensi, berat badan dan nadi Nabila.
"Akhir bulan, hampir dua bulan dok... dan saya baru ingat seharusnya akhir bulan lalu, saya mentruasi, namun sudah telat hampir 3 minggu." jelas Nabila baru menyadari bahwa dia belum halangan lagi.
Nabila diminta berbaring diatas brankar, perawat mengoleskan gel ke perut Nabila. Dokter Hanna, mengarahkan alat USG ke perut Nabila.
"Selamat bu Nabila, anda akan menjadi ibu." ucap Hanna.
"Apa dok?" Nabila ingin memastikan jika dia tidak salah dengar.
"Itu lihat, perkiraan usia kehamilan, anda adalah 6 minggu." jelas Hanna lagi.
"Suara itu adalah suara jantung bayi." lanjut Hanna lagi.
__ADS_1
Akhirnya berita gembira yang ditunggu Nabila terwujud. Nabila hamil 6 minggu. Nabila sangat terharu, dia menetekan air mata bahagia.
"Apa yang harus saya lakukan dokter." tanya Nabila.
"Banyak makan buah dan sayur, hindari makanan cepat saji, istirahat cukup.. Oh iya gejala yang suami anda alami adalah karena anda hamil, jadi jangn cemas, seiring waktu dia akan kembali normal, setidaknya trimester pertama." jelas Hanna.
"Terima kasih, dok." ucap Nabila.
Nabila meninggalkan ruangan dokter Hanna, dia tidak sabar untuk memberitahu Nathan. Nabila ke kamar rawat inap Nathan, dia melihat Nathan tidur pulas. Nabila mencium wajah Nathan, melampiaskan rasa gembiranya, setelah penantian yang cukup lama menurut Nabila.
Tidur Nathan terusik dan dia terbangun akibat ciuman Nabila yang bertubi - tubi.
"Beb, ada apa, geli." ucap Nathan, menahan geli akibat ciuman Nabika. Nabila naik ke brankar Nathan, memeluknya.
"Kak, Nabila hamil." ucap Nabila. Nathan langsung duduk, dia melupakan jika tangannya memakai infus. Nabila juga ikut duduk.
"Kamu serius?" Nabila hanya menganggukan kepalanya.
"Terima kasih, beb." ucap Nathan mencium Nabila bertubi - tubi juga dan memeluk Nabila erat.
"Kak, infusnya." Nathan baru menyadari jika dia berada di rumah sakit.
Nathan mengusap perut Nabila, menciumnya. Dengan kehamilan Nabila lengkap sudah kebahagiaan mereka.
"My Baby." ucap Nathan di perut Nabila.
🍒🍒🍒
Semoga puas ya dengan endingnya dan author mau fokus ke karya baru.
Mampir juga ke karya pertama author "UnExpected Marriage" gak kalah seru.
Yang masih punya Vote please give me😘😘
Buat yang belum Follow akun NT ini
__ADS_1
Ig : lady_mermad
tik tok : lady_mermad