I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Kemarahan Nathan


__ADS_3

“Sebaiknya, Nabil pulang dulu, kak.” Ucap Nabila kepada Nathan, saat mereka menuju parkiran.


“Nanti setelah di rumah, aku antar kamu.” Balas Nathan.


“Nabil, naik ojek online aja, kak.” Mohon Nabila, dia tidak ingin berlama – lama dengan ibu Nathan karena sepertinya, Nayla tidak menyukainya.


Nathan menghentikan langkahnya, Nabila yang melihat Nathan berhenti, ikut menghentikan langkah juga. Sementara Nayla dan Nadine masih berjalan didepan mereka.


“Kenapa kak? Ada yang ketinggalan?” tanya Nabila polos.


“Tidak, aku hanya tidak mau, kamu pulang dengan ojek online.” Nathan kembali melanjutkan langkah kakinya.


“Setelah mengantar mommy dan kak Nadine, aku akan mengantar mu.” Lanjut Nathan lagi.


“Tapi, Nabil udah gerah kak, belum mandi, pasti bau ni.” Nabila mengendus badannya sendiri. Nathan juga ikut mendekatkan wajahnya mencoba mencium bau badan Nabila.


“Eh, iya.” Ucap Nathan sambil pura - pura menutup hidungnya.


“Kakak.” Pekik Nabila, dia tidak menyadari jika masih ada Nayla dan Nadine didepan mereka.


Sontak Nayla dan Nadine membalikan badan dan melihat kebelakang. Nabila jadi salah tingkah, Nathan cuek saja dan tetap berjalan kedepan.


“Ada apa?” tanya Nayla tidak suka, melihat tingkah mereka, Nayla memang tidak menyukai Nabila, dia merasa Nathan berubah karena Nabila.


“Tidak apa – apa, mom, tadi ada kecok dan Nabil kaget.” Bela Nathan  agar Nayla tidak memarahi Nabila.


Nabila tidak berani lagi berdebat dengan Nathan. Mereka pulang dengan tenang. Kali ini Nathan yang membawa mobil, disampingnya Nayla, sedangkan Nabila dan Nadine berada dibelakang. Sesekali Nathan melirik kaca spion untuk melihat Nabila, hal kecil tersebut tidak lepas dari pandangan Nayla, dan itu membuat Nayla semakin tidak menyukai Nabila.


Nayla takut jika Nabila membawa pengaruh buruk untuk Nathan. Nathan harus dipersiapkan untuk menjadi penerus perusahaan, sekarang Nathan cukup membuat bangga keluarga karena memenangkan olimpiade matematika. Nayla tau jika Nathan sengaja tidak menjadi juara satu umum karena takut menonjol dan itu pasti membuat dia dikenal orang.


Sesampai di rumah, Nayla, Nadine dan Nabila turun dari mobil.


“Mom, aku akan mengantar Nabilà pulang. Nabil, pindah ke depan.” Izin Nathan kepada ibunya, sekaligus memerintahkan Nabila untuk pindah ke depan.


“Kamu masih sakit, Nath, nanti mommy akan suruh salah satu supir kita untuk mengantar Nabila.” Nayla berusaha agar Nathan tidak terlalu akrab dengan Nabila. Dia khawatir Nabila memberikan pengaruh buruk kepada Nathan.


“Aku sudah sembuh, mom, vitaminnya udah datang.” Nathan melirik Nabila yang masih diluar mobil. Kak Nathan, gak tau situasi ah, batin Nabila.


“Ayo Bil, pindah kedepan.” Perintah Nathan. Nayla terpaksa membiarkan saja karena dia tidak mau Nathan menyadari bahwa dia tidak menyukai Nabila.


“Gak pa – pa, kak, Nabila diantar supir aja.” Ucap Nabila tau diri, dia takut membuat Nayla semakin tidak menyukainya.


Nathan keluar dari mobil dan menyuruh Nabila masuk.


“Masuk.” Perintah Nathan dingin. Nayla yang tau jika Nabila takut padanya, akhirnya menyuruh Nabila masuk.

__ADS_1


“Ya, sebaiknya Nathan saja yang mengantar kamu.” Nayla kemudian berjalan kedalam rumah diikuti Nadine.


Akhirnya Nabila masuk ke mobil, mereka pulang ke rumah Nabila.


Dirumah Nabila. Nathan memarkirkan mobilnya.


“Makasih ya kak, udah ngantarin Nabila pulang.” Pamit Nabila turun dari mobil, namun tangannya ditarik Nathan sehingga Nabila kembali terduduk.


“Kenapa kak?” tanya Nabila heran.


“Aku gak disuruh masuk?” tegur Nathan, masih memegang pergelangan tangan Nabila.


“Lah, mau ngapain?” tanya Nabila polos. Ni anak gak ngerti orang lagi kangen kali ya, suara author.


“Apa gak sebaiknya kakak, istirahat di rumah.” Lanjut Nabila.


“Tapi, aku masih kangen kamu, BIl.” Rajuk Nathan.


“Ya, udah, ayo masuk.” ajak Nabila, tentu saja Nathan menerimanya dengan senang hati.


Mereka masuk rumah.


“Mami sama papi mana, bi? Tanya Nabila karena melihat mobil yang biasa dibawa ayahnya tidak ada di rumah.


“Keluar neng, ada acara di reunian teman  Sekolah Bapak.” Ucap istri mang Udin.


Mang Udin keluar dari kamarnya.


“Neng Nabila, mamang harus ke kampung sekarang, ibu mamang sakit, tadi mamang udah bilang sama Bapak juga.” Ucap Mang Udin dengan panik.


“Neng, gak pa – pa kan ditinggal sendiri?” tanya bibi.


“Gak pa – pa, bi, paling bentar lagi mami sama papi pulang.” Nabila menenangkan bibi.


Mang Udin dan istrinya pergi meninggalkan rumah, mereka  membawa mobil yang biasa digunakan oleh mang Udin untuk mengantar jemput Nabila, atas suruhan ayah Nabila.


Nabila ke lantai dua dan mandi. Nabila mandi dengan cepat karena tidak mau membuat Nathan menunggu. Nabila memakai baju rumah santai, baju kaos dan rok selutut. Nabila mengeringkan rambut dengan cepat pula, tidak sampai benar – benar kering.


Mami menghubungi Nabila.


“Ya, mi.” jawab Nabila, mematikan alat pengering rambut.


“Kamu, baik – baik saja di rumahkan, sayang?” tanya Melinda diseberang sana, dia khawatir karena Nabila hanya sendiri di rumah.


“Iya, mi.” balas Nabila.

__ADS_1


“Mudah – mudahan acara papi kamu, cepat selesai, biar kami bisa pulang cepat.” Lanjut Melinda, dia khawatir meninggalkan Nabila sendiri di rumah.


“Baik – baik di rumah ya, sayang.” Belum sempat Nabila menjawab, Melinda telah mematikan sambungan telepon.


Nabila menyisir rambutnya, kemudian keluar kamar. Nabila dikagetkan dengan Nathan yang telah berdiri di depan pintu kamar Nabila dengan tatapan marah. Nabila merasa takut melihat wajah Nathan yang seperti akan memakannya.


“Kakak.” Kaget Nabila, dia mencoba mersikap tenang, walaupun jantungnya berdebar kencang.


🍒🍒🍒


Hi sayang2 akuh !!


Maaf kemarin aku gak bisa update 🙏


Hari ini aku double up ya. Tetap setia ya menunggu kisah Nabila dan Nathan.


Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya


Apalagi dikasih hadiah kopi di kebun bunga, suka banget akuh tuh.😘😘


Sekarang hari senin silahkan berikan VOTE kalian buat aku yah.


Oh iya aku mau infoin karya temanku ini ya !!


Jangan lupa mampir ya di karya MEGA RISMA


ISTRI DIBALIK LAYAR



Ketika cinta ,sayang dan segalanya sudah ku berikan namun , tetap saja semua tak bisa membuatmu mengakui ku sebagai istrimu ,sedangkan dia yang katamu hanya sebuah rekayasa Namun kenyataan nya dialah yang mendapat pengakuan . Harus kah ku bertahan ,haruskah aku mempercayai kata cinta mu ( Ranty Amalia Widodo) Aku hanya mencintai mu , namun keadaan ku membuat aku harus menyakitimu ,aku menyayangimu,tapi aku juga bukan hanya milik mu tapi aku juga milik fans ku.jika saja kau tahu aku sangat kehilangan mu penyesalan itu lah yang kini aku rasakan ( Ferrell Nugraha)


Penasaran cus langsung baca aja ceritanya ya


Jangan lupa juga buat beri dukungannya ya

__ADS_1


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=


__ADS_2