
Desas - desus hubungan Nabila dan Nathan telah diketahui oleh hampir seluruh siswa - siswi Sekolah Bina Harapan International. Hubungan mereka menuai pro dan kontra. Fans Nathan menjadi kecewa karena Nabila yang berhasil menjadi kekasih Nathan sedangkan fans Nabila kecewa, Nabila masih mau menerima Nathan, setelah penolakan yang membuat Nabila malu.
Laudyapun dibuat panas dengan gosip yang berenadar, mereka bilang Nabila cewek yang beruntung karena selain kaya raya, Nathan juga siswa yang pintar, apalagi setelah kedok penampilan culunnya terbongkar, ternyata Nathan sangat tampan.
Laudya yang licik dan kesal karena tidak mendapatkan Nathan, maupun Evan, akhirnya membuat gosip yang menyatakan bahwa Nabila memang telah mengetahui bahwa sebenarnya Nathan anak orang kaya dan Nabila memang mengincar Nathan. Apalagi ayah Nabila bekerja di NFL company, pasti dia mengetahui latar belakang keluarga Nathan.
Hari ini Nathan ada konseling tentang perguruan tinggi apa yang ingin dilanjutkannya. Setelah berbicara dengan guru, Nathan ke loker mengambil beberapa barangnya. Tanpa sengaja dia mendengar percakapan para gadis - gadis yang menyebut namanya.
"Kasihan ya kak Nathan." ujar salah satu dari gadis tersebut
"Iya." balas satunya lagi.
"Emang gak bisa membedakan ya? padahal dia hanya dimanfaatin Nabila."
"Lagian, mana mungkin Nabila mau ngejar - ngejar dia dulu, kalau gak tau, dia anak orang kaya."
"Udah diincar kak Nathannya tuh."
"Benar, bapak Nabilakan karyawan di perusahaan NFL Company."
"Iya juga ya, pasti bapaknya yang nyuruh itu."
"Dan gue dengar, sebenarnya Nabila tuh udah pacaran lama dengan kak Cakra."
"Oh iya, gue juga dengar, kalau cowok yang disukai Nabila itu kak Caķra, cuma gue bingung, kok Nabila jadi pacaran sm kak Nathan?"
"Itu dia karena pasti disuruh bapaknya."
"Gue, masih sering lihat dia bareng kak Cakra juga."
"Waktu Festival Budaya, lagu yang dinyanyiin kak Cakrakan buat Nabila."
"Asli, enak banget dia, mending kak Nathan buat gue aja."
Mereka kemudian meninggalkan loker. Nathan mencoba mencerna pembicaraan para gadis tersebut. Nathan terbayang pertemuan pertamanya dengan papi Nabila, dan memang papi Nabila kenal dengannya, padahal Nathan yakin dia baru pertama kali bertemu saat itu dengan papi Nabila, satu sisi Nathan jadi ragu dengan ketulusan Nabila, namun logikanya masih bilang tidak mungkin.
***
__ADS_1
"Gimana?" tanya Laudya, begitu para gadis tadi menghampirinya.
"Sukses, kak." ujar salah satu gadis tersebut.
"Yakin kalian?" Laudya memastikan lagi.
"Yakinlah, kak, orang kak Nathan nungguin kami bicara, bahkan saat kami pergi dia masih disana." jawab gadis lainnya.
"Gue, sempat lihat kak, raut wajah kak Nathan berubah. beritahu gadis satunya lagi.
"Oh, oke, tq ya." Laudya menyerahkan uang kepada para gadis tersebut yang telah melaksanakan perintahnya.
Tidak lama lagi, Nathan bisa jadi milik gue, senyum Laudya.
***
"Hi Nath." panggil Laudya, saat Nathan melewatinya. Laudya memang sengaja menunggu Nathan.
"Laudya, loe konseling hari ini juga?" tanya Nathan menghentikan langkahnya dan menghadap Laudya.
"Iya, loe juga hari ini ternyata." padahal Laudya sengaja memindahkan jadwalnya agar sama dengan Nathan.
"Gue, gak pernah sih, ngerayain ulang tahun, kecuali dengan keluarga aja." balas Nathan. Terakhir dia merayakan ulang tahun secara besar - besaran adalah saat kelas empat SD.
"Maka itu, sekalian buat perpisahan kelas kita." Laudya masih mencoba mebujuk Nathan.
"Juga meresmikan hubungan loe sama Nabila." bisik Laudya, dia sengaja berbisik dan memegang tangan Nathan dengan gaya sensual. Laudya juga mengambil sesuatu dibahu Nathan.
Nathan tidak menyadari bahwa ada yang mengabadikan moment tersebut, difoto kelihatan mereka seperti berciuman. Apalagi tangan Laudya yang memegang bahu Nathan seperti dia merangkul Nathan.
Nathan menatap heran Laudya setelah berbisik.
"Ada daun dibahu, loe." Laudya memperlihatkan daun yang dia ambil tadi.
"Gue kira, apaan." balas Nathan.
"Jadikan Nath? loe, ngerayain ulang tahun, please, untuk terakhir loh." bujuk Laudya lagi, sambil mengatupkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Ya udah, nanti gue tanya mommy dulu." putus Nathan.
"Ya udah, kabari gue ya." ujar Laudya.
🍒🍒🍒
Hi sayang - sayang author cantik, Maaf ya babnya gak terlalu panjang, tapi aku usahain update tiap hari ditengah kesibukan jadwalku di real life. Teman - temanku bilang aku terlalu produktif. Senin sampai dengan Sabtu dari jam 8 pagi s/d 5 sore ( jika pulang ontime, sayangnya sering gak ontime 😂 ) aku kerja, sok - sok_an jadi wanita karir. Pulang kerja masak atau bersih - rumah, lanjut jaga warung sampai jam 10 malam. jam 2 pagi buat pesanan kue lebaran sampai sebelum ngantor😁. Makanya jadwal update ku gak menentu, sebisanya aku nyuri - nyuri waktu ditengah kesibukan. Harap maklum ya reader kesayangan.
Jangan heran ya jika setiap bab, aku promosiin karya temanku, nah kali ini karya dengan judul ANTARA JERITAN DAN HARAPAN author IBN MUCHSIN.
Sinopsis
NB : novel ini masih dalam tahap revisi
Seorang siswa SMA yang punya penyakit terbelakang mental bernama Soejono alias Jono hidup dengan kemiskinan yang terpaksa harus mencari nafkah untuk keluarganya dengan cara yang haram, sebagai pengedar narkoba untuk membeli obat untuk ibundanya yang sakit-sakitan, disamping itu ayahnya juga sudah lama wafat dan dia adalah anak pertama dari 4 bersaudara yang keseluruhannya juga terbelakang mental, Tak hanya itu dia juga harus dibully teman-temannya di sekolah, untungnya ada wanita cantik jelita bernama Salma yang tak tega melihat pengorbanannya, dan Salma pun akhirnya jatuh hati padanya
Cus langsung baca ya, dijamin seru.
Seperti biasa author cantik minta tips dan hadiah ya, buat semangat updatenya😘
Please
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITEkan ya
Saranghaeyo
Gomawo
__ADS_1
\= Lady_MerMaD \=