I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Video


__ADS_3

"Apa - apaan ini?" marah Cakra karena tiba - tiba mendapat pukulan dari Nathan. Saat Cakra akan membalas Nabila berdiri ditengah mereka, membuat Cakra membatalkan pukulannya.


"Cukup, jangan bertengkar." ujar Nabila, dia menghadap Nathan.


"Kakak, kenapa datang marah - marah?" Nabila menatap Nathan dengan emosi, tidak terima dengan kecurigaan Nathan.


"Tentu saja dan aku yang pantas marah disini, kenapa kalian berada berdua di kamar ini, dengan kondisi Cakra kayak gini?" Nathan menunjuk Cakra dari atas sampai bawah, kemudian memegang pundak Nabila dan menatap mata Nabila tajam.


"Tunggu dulu, berdua? Gue dari tadi sendiri disini." Cakra mencoba mencerna apa yang terjadi, sepertinya ada kejanggalan yang membuat Nathan salah paham.


"Nabil juga gak tau, kalau yang didalam kamar mandi bang Cakra." jelas Nabila.


"Jangan bohong, Bil, jelas - jelas kamu didalam kamar dan Cakra keluar dari kamar mandi, pasti terjadi sesuatu antara kalian dan lihat ranjang yang berantakan." teriak Nathan menunjuk ranjang tempat Nabila duduk tadi, Nathan masih mencoba menahan emosinya.


"Atau kamu memang, memiliki hubungan special dengan Cakra?" tanya Nathan frustasi.


"Loe, salah paham Nath, tidak ada yang terjadi antara gue dan Nabila." Cakra coba menjelaskan.


"Loe gak usah mengelak Cak, jelas - jelas gue lihat dengan mata kepala gue sendiri, kalian berdua dikamar ini, mungkin tadi belum terjadi apa - apa, kalau kami tidak datang bisa aja loe dan Nabila.." Nathan tidak melanjutkan kata - katanya, dia mengusap rambut dengan frustasi.


"Tidak, Nabil gak bohong kak, ini salah paham." Nabila juga ikut berteriak.


Laudya dan Riska hanya tersenyum sinis melihat kejadian tersebut, dia berharap Nathan dan Nabila putus.


"Aku gak tau ya, Bil, apa maksud kamu dekatin aku? jika kamu ada hubungan dengan Cakra, atau perasaan kamu ke aku gak tulus? dan dari awal kamu udah tau kalau aku anak pemilik NFL, sehingga kamu dekatin aku?" ujar Nathan lagi. Nabila tidak menyangka jika Nathan akan berpikiran sempit seperti itu.


"Nabila, tidak pernah ada maksud dengan menyukai kakak, perasaan Nabila murni tanpa ada maksud tersembunyi, namun jika kakak tidak mempercayainya, tidak ada gunanya hubungan kita ini dan satu hal lagi Nabil kesini karena kak Laudya bilang kakak menyuruh Nabil untuk ke kamar ini." Nabila meninggalkan ruangan dengan derai air mata. Dia tidak menyangka jika Nathan tidak mempercayainya.


"Nabil, kita belum selesai." teriak Nathan, saat dia akan mengejar Nabila, tangannya ditahan Cakra.


"Gue pernah bilang, jika loe nyakitin Nabila maka gue akan rebut Nabila dari loe." Cakra menatap tajam kearah Nathan.


"Udah deh Nath, ngapain juga loe, bertahan dengan cewek kayak Nabila." celetuk Laudya.


"Loe, gue yakin, ini pasti ulah loe, loe sengajakan tumpahin makanan ke baju gue?" Cakra mendekati Laudya. Reflex Laudya mundur takut melihat mata Cakra yang merah karena menahan amarah.


"A..apa maksud loe Cak? Jangan memfitnah loe, ya" Laudya mencoba kembali tenang, agar rencananya tidak ketahuan.


"Tadi gue ke kamar ini bareng loe, dan loe bawa baju gue untuk dicuci." Cakra mencoba membuat Laudya mengaku, Cakra yakin, hal ini pasti ulah Laudya.


"Udah deh Cak, loe gak usah nyari kambing hitam deh." Nathan geram dengan Cakra karena menahan dia untuk mengejar Nabila.


"Gue gak nyari kambing hitam, loe harus percaya sama gue dan Nabila, emang gue suka sama Nabila tapi Nabila gak pernah suka sama gue." lanjut Cakra.


"Terus kenapa loe nuduh Laudya?" tanya Nathan.


"Gue gak nuduh, tapi itu emang kenyataannya." emosi Cakra.


"Loe, udah ketahuan di kamar yang sama dengan Nabila, masih aja nuduh gue, tanya Riska, dia tadi juga lihat, loe, ke kamar ini dengan Nabila." Laudya kembali mempengaruhi Nathan. Nathan melihat ke arah Riska.

__ADS_1


"I..iya gue lihat." gugup Riska.


"Gini aja deh Nath." Cakra kesal karena Laudya tidak mau mengaku, Cakra mengambil handphonenya di kamar mandi. Dia memperlihatkan sebuah video kepada Nathan.


"Gue, harap setelah melihat video ini, loe bisa menyimpulkan seperti apa dua wanita yang ada di video tersebut." Cakra membiarkan Nathan melihat video tersebut.


Nathan menonton video seminggu setelah Nabila menyatakan perasaannya diperpustakaan.


Rekaman video dihandphone Cakra


“Boleh, saya bicara sama kakak.” Tanya Nabila, masih memegang tangan Laudya.


“Silahkan.” Ucap Laudya tenang, walaupun dia tidak suka.


“Apa kakak wanita yang dimaksud kak Nathan?” tanya Nabila to the point. Dia melepaskan tangan Laudya, membalikan badannya dan menghadap Laudya.


“Kenapa kamu pikir itu adalah aku?” tanya Laudya, dia ingin menghindari untuk membahas ini.


“Feeling aku aja kak.” Balas Nabila.


“Mungkin hanya Feeling kamu.”


“Jujurlah kak, Nabila hanya ingin kak Nathan bahagia.” Lanjut Nabila lagi


“Apa hubungannya dengan ku? Ya aku gadis yang dimaksudnya, kamu mau apa?” tantang Laudya.


“Kenapa kakak tidak membalas perasaan kak Nathan, kenapa kakak menggantungnya.”


“Itu jadi urusan aku kak karena aku menyukai kak Nathan.”


“Ya udah Ambil, gue gak suka kok sama Nathan, loe aja yang bodoh, bisa suka cowok kampungan dan miskin seperti dia.” Sarkas Laudya.


“Jika kakak tidak menyukai kak Nathan kenapa kakak tidak menolaknya, kenapa memberi harapan padanya?” tuntut Nabila.


“Ya, karena gue gak tega aja, nanti dia gak mau bantu gue belajar lagi.” Sinis Laudya.


“Jadi kakak manfaatin kak Nathan?” Nabila tidak percaya Laudya tega memperlakukan orang yang disukainya.


“Terserah gue lah, Nathan aja gak keberatan.”


Laudya meninggalkan Nabila yang menitikan air matanya dengan kata – kata Laudya, dia merasa sakit hati Nathan diperlakukan seperti itu. Nabila menghapus air matanya.


“Keberatan apa?” tanya Nathan tiba – tiba telah berada dekat mereka.


Laudya jadi salah tingkah, namun dia langsung memasang wajah pura – pura bersedih.


“Nabila meminta gue untuk menjauhi loe.” Bohong Laudya. Sepertinya Nathan tidak mendengar pembicaraan kami, batin Laudya. Berabe juga kalau Nathan dengar, bisa gak dapat contekan tugas gue, batin Laudya lagi.


“Tidak kak, Nabila tidak bilang seperti itu.” Ucap Nabila mencoba membela diri.

__ADS_1


“Makanya gue bilang, Nathan aja gak keberatan.” Lanjut Laudya lagi.


“Udah deh Nabila, kamu jangan pernah campuri urusan aku lagi, apa lagi mengganggu teman ku.” Peringatan dari Nathan.


“Tapi kak, Nabila tidak melakukan itu, sumpah.” Nabila mengangkat dua jari.


“Pergilah.” Usir Nathan.


“Loe gak pa – pa kan?” tanya Nathan lembut kepada Laudya.


🍒🍒🍒


Hi, author mau umumkan ya jawaban untuk tebak - tebakan dibab 23. MENASEHATI jawabannya adalah CAKRA. So pemenang pulsa 20K buat dua orang adalah..... treng..treng..



NASIR NAMYATI NAYLA


AGRIP



Mereka yang pertama jawab ya. cus buat nama - nama diatas silahkan chat author ya buat infokan no hpnya.


Sambil nunggu Nathan dan Nabila update bisa mampir ke karya teman author ya punya author TYANINK dengan judul KK



Wil, bocah SMP kelas 9, harus berpetualang menemukan siapa bapak kandungnya, agar nama yang tertulis di ijasah betul-betul tidak salah. Selama ini nama bapak kandung di ijasah SD dan beberapa surat penting lainnya tidak sama.


Perjuangannya begitu berat, petunjuk yang ia punya hanya tiga lembar KK. Tak ada tempat bertanya, karena satu-satunya orang terdekat yang ia punya, yaitu ibunya, sudah meninggal.


Petualangan Wil dimulai berdasarkan alamat pada lembar KK, dan tanpa diduga, Wil mengalami hal-hal dahsyat yang begitu luar biasa.


Akankah Wil berhasil menemukan bapak kandungnya?


Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya


Saranghaeyo 💕💕

__ADS_1


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=


__ADS_2