I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Memberi Pengertian


__ADS_3

“Nab, tadi pas jam olah raga kelas dua belas ada yang seru.” Maura berlari memberitahu Nabila dan yang lainnya.


“Santai Ra, Tarik nafas dulu.” Saran Siska.


“Apa?” tanya Nabila penasaran, dia ingat hari ini jadwal olah raga Nathan, tapi tidak tau kalau Evan juga memiliki hari olah raga yang sama dengan Nathan.


“Kak Evan dan kak Nathan dihukum karena hampir terlibat perkelahian.” Ujar Maura masih ngos – ngosan.


“Kok bisa?” tanya Cheryl.


“Gak tau juga gue.” Balas Maura.


“Aku kira karena loe Nab.” Tebak Jenifer.


“Bisa jadi.” Balas Cheryl.


“Abang loe, yang ngawasi mereka Cher.” Lanjut Maura.


“Emang dikuhum apa mereka?” tanya Siska.


“Bersihin kamar mandi pria.” Lanjut Maura.


Nabila langsung berlari menuju kamar mandi pria. Diikuti sahabat – sahabatnya. Dia datang saat Nathan keluar dari kamar mandi pria.


“Kakak tidak apa – apa?” tanya Nabila khawatir, memegang tangan Nathan.


“Urusi saja fans mu.” Jawab Nathan dingin, menghempaskan tangan Nabila, kemudian meninggalkan Nabila.


Sahabat – sahabat yang melihat hal tersebut kesal dan marah dengan perlakuan Nathan kepada Nabila.


“Huh, sok kecakepan banget.” Ujar Maura dengan sewot.


Siska merangkul Nabila dari samping dan mengajaknya ke sekre madding yang menjadi posko mereka.


“Gue masih penasaran kenapa loe suka sama cowok es kayak dia sih Nab??” tanya Jenifer, kesal dengan tingkah Nabila yang mau saja diperlakukan seperti sampah oleh Nathan.


“Sama gue juga heran, Nab, kenapa loe jadi seperti ini?” tanya Siska yag juga tidak habis pikir dengan Nabila.


Cheryl hanya memperhatikan, dia memberi waktu kepada Nabila untuk menceritakan kejadian yang dialamai oleh Nabila.


“He’s my hero, “ ucap Nabila.


Nabila menceritakan kepada Maura, Siska dan Jenifer, bagaimana Nathan menolongnya, dia tidak tau akan seperti apa kehidupannya jika tidak ditolong.


“Mungkin gue akan berada di rumah sakit jiwa karena trauma, kalian bayangkan lima orang preman dengan wajah sangar, memperkosa kalian.” Nabila mengakhiri ceritanya.


Sahabat – sahabat Nabila hanya mergidik ngeri membayangkan, jika itu yang menimpa mereka.


“Syukurlah Nab, loe masih selamat.” Ucap Maura tulus.


“Berarti kak Nathan bisa bela diri ya, bisa ngalahin 5 preman itu.” Sahut Jenifer, penasaran.


“Sepertinya iya, saat perkelahian gue gak sanggup lihat karena trauma.” Ucap Nabila.


“Tapi itu bukan karena kekaguman loe aja kan Nab?” tanya Siska bijaksana.


“Pertanyaan loe juga pernah ditanyakan Cheryl, dan jawaban gue tidak, awalnya gue pikir juga gitu, namun semakin gue mengenal kak Nathan, dia orang yang benar – benar baik, walaupun sikapnya datar, seperti  Jen bilang kayak es, tapi dia sungguh cowok yang baik, tidak mudah tergoda dan yang penting lihat dia aja udah buat gue senang serta berdebar - debar.” Jelas Nabila lagi.


“Nah itu loe tau kalau dia gak tergoda, ngapain juga loe masih bertahan.” Sewot Jenifer.

__ADS_1


“Selama kak Nathan belum jadian sama cewek itu, gue gak akan menyerah.” Senyum Nabila.


“Ya ampun Nab, otak loe tarok dimana sih?” kesal Maura.


“Gue pasti move on kok, jika kak Nathan udah bahagia sama gadis yang disukainya.” Lirih Nabila.


“Hah, emang loe gak capek Nab? Cheryl menimpali.


“Tumben loe, sehaluan dengan kita Cher?” jawab Jenifer.


“Emang loe sanggup Nab, diperlakukan seperti tadi terus?” tanya Siska bijaksana.


“Nah dengar tu Nab.” Lanjut Maura.


“Please deh, jika kalian gak bisa bantuin gue, minimal kalian dukung gue dunk.” Ucap Nabila dengan poppies eyes.


“Hadeh, kalau mata Nabila udah kayak gitu, gue ga bisa nolak.” Ucap Maura, mengangkat tangan tanda menyerah.


“Sama.” Jawab yang lain serempak.


“Jadi sekarang apa?” tanya Cheryl.


“Gak tau juga.” Balas Jenifer


“Loe biasanya banyak ide Sis?” tanya Maura.


“Gue juga gak tau mesti bantu Nabila kayak gimana?”


Akhirnya mereka duduk lemas dengan pikiran masing – masing.


“Tapi gue heran, kenapa cewek yang disukai kak Nathan gak membalas perasaan kak Nathan ya?” tanya Cheryl, mengetuk – ngetukan jarinya didahi.


“Iya nih, siapa juga yang suka sama kak Nathan cowok culun kayak gitu.” Ceplos Jenifer.


Yang lain langsung memandang Jenifer.


“Ada, teman kita ini.” Siska merangkul Nabila.


“Maaf Nab, gue gak bermaksud merendahkan loe.” Ucap Jenifer memukul bibirnya yang tak terkontrol.


“Kalau kalian lihat kak Nathan gak pake kacamata, dia ganteng dan imut loch.” Beritahu Nabila, ya sekalian baik-baikin Nathan depan sahabat – sahabatnya.


“Kapan loe lihat dia gak pake kacamata?” tanya Siska.


“Saat dia tidur.” Ucap Nabila. Spontan sahabat – sahabatnya memandang Nabila dengan tatapan penasaran.


“Ini tidak seperti yang kalian pikirkan.” Ucap Nabila mengelus dadanya karena ditatap oleh sahabat – sahabatnya.


“Terus?” serempak Jenifer, Cheryl, Maura dan Siska.


“Jadi waktu itu kan gue ke rooftop, salah satu tempat mangkalnya kak Nathan, gue lihat dia lagi tidur disana, dia tidur gak pake kacamata, sumpah dia ganteng loh.” Jelas Nabila, dia mengeluarkan handphone dan memperlihatkan foto Nathan yang sedang tidur.


“Ih, sumpah beda banget wajahnya jika di buka kacamatanya.” Kaget Maura setelah melihat foto Nathan.


“Iya benar – benar beda.” Jawab Siska dan Jenifer.


“Abang juga pernah bilang sih, kak Nathan warna matanya abu – abu.” Ceplos Cheryl.


“Serius Cher.” Tanya Siska.

__ADS_1


“Gue kan gak lihat, abang yang bilang.” Lanjut Cheryl.


“Terus abang loe bilang apa lagi Cher?” tanya Nabila antusias.


“Selain matanya abu – abu terus abang bilang, dia kayak keturunan bule gitu, kayak Jeni kali ya.”


Sontak semua memandang Jenifer. Ya mata Jenifer berwarna hijau lumut.


“Apa perlu kita make over penampilan kak Nathan? Biar gak malu – maluin jika disandingkan dengan Nabila?” saran Jenifer.


“Apa hak kita make over dia, dia aja belum nerima Nabila.” Ucap Siska.


“Iya juga sih.” Ucap Maura lemas.


“Jadi gimana cara kita bantu Nabila buat dekatin kak Nathan?" Sahut Cheryl.


“Kita cari tau aja, tipe cewek yang disukai kak Nathan.” Ucap Jenifer seperti mendapat ide.


“Iya, nanti suruh Nabila bergaya seperti cewek itu, biar dilirik kak Nathan.” Lanjut Cheryl antusias.


“Loe gila Cher, itu sama aja gue kayak cowok – cowok tadi pagi yang merubah penampilan seperti kak Nathan dan tetap aja gue gak suka karena bukan kak Nathan.” Jelas Nabila.


“Iya juga ya, kita harus membuat kak Nathan suka dengan Nabila karena ini Nabila.” Siska menambahkan.


“Cher, loe cari info tentang kak Nathan dunk sama abang loe.” Perintah Maura.


“Mana mau dia, wong dia aja udah bertekad buat menangin Nabila dari kak Nathan.” Ceplos Cheryl.


Deg, ada perasaan tidak rela dihati Siska. Namun dia mencoba menepisnya.


Kenapa bang Cakra gak pernah lihat gue, sih, batin Siska. Yah mau bagaimana lagi seperti Nabila, Cakra tentu punya hal baik yang membuat dia suka kepada Nabila.


“Gue, pernah sih, lihat kak Nathan sama cewek teman sekelasnya beberapa kali.” Ucap Nabila


"Siapa?"


♥️♥️♥️♥️♥️


Hi reader kesayangan akuh.


karya ini lagi ikutan YMYB ya.


So Please


LIKE


KOMENT


VOTE


and


FAVORITE


Jika banyak yg LIKE,KOMENT,VOTE and FAVORITE, besok aku grazy UP deh..


Gomawo


\=Lady_MerMaD \=

__ADS_1


__ADS_2