I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Tiga Hari


__ADS_3

“Aku menyukai kakak.” Tanpa Jenifer sadari kata – kata tersebut meluncur begitu saja dari mulutnya, dan dia mengucapkannya cukup kencang, sehingga yang lain kaget mendengarnya, termasuk Maura, Cheryl dan Siska. Ya ampun kok aku mendadak ngomomg begitu, batin Jenifer, wajahnya memerah dan reflex menutup mulut.


“Kamu, suka aku?  yang benar saja.” Ucap Evan kesal karena seharusnya dia yang harus menembak Jenifer, buyar sudah rencana yang sudah dia pikirkan dan susun. Evan menurunkan Jenifer, Jenifer langsung terduduk di lantai karena malu, Nabila langsung mendekati Jenifer, memberi semangat kepadanya.


Nathan dan Cakra yang juga baru datang saat Jenifer bilang suka dengan Evan, juga kaget. Apalagi dengan jawaban Evan, Nathan berpikir feeling Nabila yang mengatakan bahwa Evan menyukai Jenifer ternyata salah. Hal itu membuat Nathan kembali waspada terhadap Evan.


Baru juga lega karena sempat berpikir bahwa Evan benar - benar menyukai Jenifer, batin Nathan.


“Tapi.. ku beri kamu kesempatan.. tiga hari, jika kamu bisa mencium ku dalam waktu tiga hari, kamu boleh jadi pacar ku.” Ucap Evan, membentuk angka tiga dijarinya, walaupun dia bersikap cuek, namun wajahnya pun memerah dan senyuman terbit sekilas dibibirnya, hal itu terlihat oleh Nathan, Nathan sadar ternyata Evan memang menyukai Jenifer. Evan meninggalkan stand Cafe Detektif, sebenarnya dia juga malu namun sekaligus senang.


“Eh.” Cicit Jenifer, apa itu artinya gue masih ada kesempatan? Batin Jenifer.


“Apa, cium dalam waktu 3 hari? Apa maksudnya itu?” ujar Maura kesal dengan jawaban yang diberikan Evan.


Nathan dan Cakra yang melihat suasana menjadi canggung, akhirnya memutuskan, mengurungkan niat masuk stand untuk membantu pujaan hati mereka dalam mempersiapkan Festival Budaya Sekolah Bina Harapan Internasional.


“Dia pasti mempermainkan loe.” Sarkas Cheryl, curiga dengan balasan Evan tadi.


“Apa Kak Evan seorang playboy?” tebak Siska, dia masih berpikir, apakah secepat itu Evan berpaling dari perasaannya yang dulu menyukai Nabila? dan sekarang berubah memberi Jenifer kesempatan? atau itu hanya akal - akalan Evan saja? Entahlah hanya Evan yang tau.


“Iya, siapa tau dia sering mainin cewek dan punya banyak pacar, bukan di sini tapi sekolah lain.” Tuduh Maura.


Mereka sekarang mengelilingi Jenifer yang terduduk lemah, untung hanya mereka saja yang berada di stand, yang lain saat Jenifer jatuh telah pergi entah kemana.


“Tidak apa – apa.” Jawab Jenifer, pantang menyerah.


“Eh, apa maksud loe? dengan tidak apa - apa” Bingung Cheryl dengan jawaban Jenifer.


“Tidak akan gue lepaskan kesempatan ini, gue akan berjuang.” Lanjut Jenifer, sambil tangannya membentuk tanda semangat.


“Gue dukung loe.” Ujar Nabila, memberi semangat.


“Dasar, nekad juga loe ya.”  Ujar siska sambil mengeleng – gelengkan kepalanya, gue gak berani, batin Siska. Dia salut dengan Nabila dan Jenifer yang berani memperjuangkan cinta mereka, sedangkan dia tidak.


Siska sebenarnya ingin melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Nabila dan Jenifer, namun hati dan perasaannya belum siap untuk ditolak, apa lagi dijauhin Cakra.


“Gue sudah menyatakan perasaan, makanya jadi lebih pede, apa lagi kak Evan kasih kesempatan.” Ujar Jenifer lagi, guratan kebahagiaan tercermin dalam wajahnya yang cantik blasteran Amerika, ya ibu Jenifer memang warga Amerika yang menikahi ayahnya warga keturunan Indo - Amerika.


Tapi kalian jangan pikir jika Jenifer ini tinggi seperti keturunan bule, tinggi Jenifer justru rata - rata tinggi wanita Indonesia kebanyakan. Jadi badan Jenifer kecil dan mungil, makanya dia menjadi flyer karena tubuhnya yang kecil mungil, namun Jenifer memiliki mata biru seperti mata ibunya.

__ADS_1


“Yah, kami cuma bisa dukung loe, Jen.” Tambahan dari Cheryl.


“Terus gimana caranya loe buat nyium kak Evan?” Tanya Maura.


“Eh, iya juga sih, emang loe udah pernah ciuman Jen?” tanya Siska.


“Pernah sih, nyium Daddy dan mommy di pipi.” Jawab Jenifer lugu.


“Emang kak Evan, mau dicium di pipi, kalau pacaran mah, mainnya di bibir.” Beritahu Nabila, mentang - mentang dia telah merasakan yang namanya ciuman, dibibir lagi.


“Tapikan..." Siska menjeda ucapannya.


"Tapi, apa, Sis?" tanya Nabila penasaran.


"Tapi.. kak Evan, gak bilangin Nab, nyiumnya dimana, jadi ya terserah Jenifer lah.” Lanjut Siska lagi.


“Iya, juga sih, ya udah loe, usaha aja dulu, mau cium bagian mana, yang penting bisa nyium dia.” Tambah Nabila, terkekeh.


***


Hari pertama


“Loe, udah dapat cara? buat nyium kak Evan?” tanya Maura, begitu mereka keluar dari ruangan Guru.


“Nah, itu dia, gue bingung, anak kelas dua belas kan udah selesai ujian, takutnya kak Evan gak ke Sekolah lagi, kecuali ke acara Festival atau pengumuman kelulusan” beritahu Jenifer tentang yang menjadi keresahannya.


“Iya juga ya, atau loe ke rumahnya aja.” Usul Maura.


“Eh, gak pa – pa, gue berkunjung ke rumahnya?” ragu Jenifer.


“Ya gak pa – pa lah. Namanya juga usaha.” Lanjut Maura, memberi semangat.


“Asal jangan dikira murahan aja.” Ujar Jenifer.


“Murahan dikit gak pa – pa.” Maura kabur karena Jenifer akan menjitaknya. Jenifer mengejar Maura.


Bugh.


Tanpa sadar Jenifer menabrak seseorang dan hampir membuat dia terjatuh, namun si penabrak langsung merangkul pinggang Jenifer, agar tidak jatuh.

__ADS_1


“Kamu hobby jatuh ya?” tanya si penabrak Jenifer, masih merangkul Jenifer.


🍒🍒🍒


Jie, siapa yang ditabrak Jenifer?


aku mau promosiin karya temanku ya CovieVy "CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER"



Reza Firto Adijaya adalah CEO muda, berusia 27 tahun. Seorang pria yang berlimpah akan harta, tahta, dan wanita. 


Aurora Safitri adalah seorang mahasiswa miskin yang mendapat sistem kekayaan menjadi hacker. Setiap misi yang diberi akan dibayar mahal oleh sistem. Misinya antara lain mengeksploitasi keamanan data sebuah perusahaan.


Suatu hari, Reza dibuat penasaran oleh seorang gadis yang berebut mie instan dengannya. Tanpa dia ketahui, ternyata gadis itu adalah Hacker yang selalu mengganggu perusahaannya.


Kekacauan demi kekacauan dialami oleh Reza, sehingga mengutus seorang detektif untuk mengusut dalang dibalik kekacauan perusahaannya. Didapati ternyata gadis mie instan lah sebagai pelakunya. 


Setelah itu, Reza membayar bandit untuk menangkap Aura. Saking marahnya, dia berencana untuk memperkosa gadis itu. Namun nahas, sakit jantungnya kumat dan jatuh pingsan. Aura menolong dan membawanya ke rumah sakit.


Sejak itu lah, Reza menjadi bucin pada Nona Hacker Aurora Safitri. Memutuskan hubungan dengan semua kekasih yang dimilikinya.


Itu ya sinopsis kisahnya, cus langsung mampir aja, di jamin seru.


🍇🍇🍇


Mumpung Senin Jangan lupa kasih Vote ya, sayang - sayang akuh.


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya


Gomawo

__ADS_1


\=Lady_MerMaD \=


__ADS_2