I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Rahasia kecil Jenifer


__ADS_3

Dua bulan berlalu sejak Nabila dan Nathan berpacaran, hubungan mereka seperti hubungan remaja lainnya. Nathan membagi waktu agar dia bisa focus belajar, dia akan buktikan kepada ibunya bahwa Nabila bukan pengaruh buruk buat Nathan.


Sekolah akan mengadakan Festival Budaya, masing – masing kelas mempersiapkan hal apa yang akan mereka buat. Pengisi acara di Festival Budaya hanya diikuti oleh kelas sepuluh dan kelas sebelas karena kelas dua belas focus persiapan ujian kelulusan.


Nabila dan teman – teman sekelasnya sibuk mempersiapkan acara yang akan mereka tampilkan. Mereka membahas segala persiapan sampai bahan – bahan untuk mendekorasi stand bazar mereka. Mereka membuat Cafe detektif lengkap dengan spot foto, sehingga pengunjung stand mereka tidak hanya untuk makan atau minum, tapi juga bisa berfoto yang akan mereka upload di media social.


Cafe detektif juga membuat sebuah permainan dimana jika pengunjung bisa menemukan bahan yang hilang untuk membuat pesanannya, maka pengunjung tersebut akan mendapatkan tiket pertama menjadi pangeran sehari di cafe tersebut, dimana segala keinginan sang pangeran akan dipenuhi oleh pelayan cafe tersebut.


“Nabila dan Jeni, pergi belanja untuk persiapan ya, yang lain silahkan kerjakan sesuai tugas masing - masing.” Ucap ketua kelas.


Mereka melakukan sesuai tugas masing – masing yang telah dirapatkan sebelumnya.


Nabila dan Jenifer bersiap – siap untuk pergi berbelanja keperluan stand bazar. Mereka menuju parkiran, sebelum sampai parkiran. Nabila dan Jenifer melihat Evan yang juga menuju parkiran, Jenifer dan Nabila ingin menyapa Evan, namun seorang gadis mendekati Evan dan memberikan Evan bunga, akhirnya mereka mengurungkan niat untuk menyapa Evan dan melanjutkan langkah menuju parkir. Mereka tidak bermaksud menguping hanya tidak sengaja mendengar pembicaraan Evan dan gadis tersebut.


“Ini buat kakak.” Ucap sang gadis sambil menyerahkan bunga kepada Evan.


“Oh, terima kasih.” Ucap Evan menerima bunga tersebut dan bersiap meninggalkan gadis tersebut. Namun langkahnya terhenti karena si gadis memegang tangan Evan.


“Aku suka sama kakak, bisakah aku jadi kekasih kakak?” tanya gadis tersebut dengan berani.


“Ada seorang gadis yang ku sukai, so maaf.” Ucap Evan memandang ke arah Nabila dan Jenifer.


Jenifer melihat kejadian tersebut dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, selama ini Jenifer pikir, perhatian Evan kepadanya adalah karena Evan menyukainya ternyta Evan belum move on dari Nabila. Tanpa Jenifer sadari air matanya menetes, dan itu dilihat oleh Nabila. Jenifer melanjutkan langkahnya dengan cepat, dia mencoba agar tidak menangis. Nabila memaksa Jenifer berhenti.


“Jen.” Nabila menarik tangan Jenifer, agar gadis tersebut berhenti. Nabila menatap Jenifer, dia melihat air mata Jenifer yang mengalir dipipinya.


“Kenapa? Ayo kita berbelanja.” Jenifer masih mencoba menyembunyikan tangisnya.


“Loe kenapa?” tanya Nabila, dia jelas melihat air mata Jenifer, namun tidak tau kenapa Jenifer menangis, satu hal yang Nabila yakini, pasti ada hubungannnya dengan kak Evan.


“Gue gak pa – pa.” elak Jenifer.


“Gue, jelas lihat, loe nangis.” Kejar Nabila, memastikan apa yang terjadi dengan Jenifer.


“Gue, kemasukan debu.” Bohong Jenifer.

__ADS_1


“Jen, gue yakin, pasti ada sesuatu yang loe sembunyiin, jujur sama gue.” Paksa Nabila, memegang tangan Jenifer.


Jenifer yang tadinya ingin menyimpan perasaannya sendiri, bingung harus mulai dari mana, dia merasa menjadi pengkhiat, jika menyukai Evan, dia telah mencoba agar menghilangkan perasaannya terhadap Evan, namun semakin Jenifer menolak semakin perasaannya kuat, ditambah dengan perhatian Evan kepadanya beberapa bulan terakhir sejak Evan menolongnya.


“Loe, suka sama kak Evan?” tanya Nabila lembut, dia melihat kondisi Jenifer saat ini, sama dengan kondisinya dulu saat menyimpan perasaan terhadap Nathan.


“Maaf, maafkan gue, Nab, gue gak bermaksud berkhianat.” Cerocos Jenifer dengan perasaan bersalah. Walaupun dia tau Nabila telah jadian dengan Nathan, tetap saja Nabila adalah sahabatnya dan Evan menyukai Nabila. Jadi tidak ada tempat untuk Jenifer dihati Evan.


“Berkhianat?” bingung Nabila, karena baginya tidak ada yang salah dengan Jenifer menyukai Evan karena Nabila sendiri tidak menyukai Evan.


“Kenapa loe, bisa berpkir, jika gue, akan menganggap loe sebagai pengkhianat?”


“Karena gue, dengan lancang menyukai kak Evan.” Jenifer menahan air matanya agar tidak keluar.


“Sejak kapan?” tanya Nabila, dia memberikan tissue kepada Jenifer.


“Sejak, kak Nathan, menolong gue, pas kompetisi cheerleader, bagi gue, dia heronya gue, Nab, seperti kak Nathan bagi loe.” Jelas Jenifer setelah tenang.


“Loe, gak salah, Jen, wajar kok jika loe, suka sama kak Evan.” Bujuk Nabila.


“Cuma perasaan gue bertepuk sebelah tangan, Nab. Kak Evan masih menyukai loe” Lanjut Jenifer lagi, berusaha tegar saat mengucapkannya.


“Loe, gak dengar jawaban kak Evan tadi, ada gadis yang disukainya, dan itu pasti eloe lah, Nab. Dan tatapan kak Evan saat menjawab itu kan kearah kita berdiri tadi” Kesal Jenifer, sikap juteknya kembali. Masa Nabila tidak peka.


“Tapi, gue gak ngerasa itu tatapan buat gue.” Balas Nabila.


“Udah lah, kita harus segera berbelanja keperluan stand, ntar anak – anak nyariin lagi.” Jenifer mengalihkan pembicaraan karena dadanya mulai sesak jika mengingat bahwa Evan masih menyukai Nabila.


“Kalian mau kemana?” teriak Evan setelah selesai berbicara dengan si gadis dia langsung mengejar Nabila dan Jenifer.


“Kami mau membeli perlengkapan buat bazar, kak.” Jelas Jenifer.


“Oh, biar aku antar.” Tawar Evan.


“Emang kakak gak belajar?” tanya Nabila, karena memang mereka pergi, masih jam pelajaran.

__ADS_1


“Kebetulan, gurunya lagi kosong.” Balas Evan.


Evan keluar dari kelas yang kebetulan tidak ada guru karena melihat Jenifer, dia langsung keluar tanpa menghiraukan pertanyaan dari Rangga dan Ferry.


Saat Evan ingin menyapa Jenifer seorang gadis menghentikan langkahnya. Evan sengaja menekankan bahwa ada gadis yang disukainya dengan menatap kearah Jenifer, agar Jenifer tau bahwa gadis yang dimaksud adalah dirinya.


“Oke deh, kak.” Balas Nabila, Jenifer menyikut tangan Nabila, dan melirik Nabila, untuk memberitahu jika ini akan menjadi canggung. Namun Nabila mengabaikannya, dia ingin memastikan sesuatu, agar bisa membantu Jenifer.


Mereka menuju ke mobil Evan di parkir. Evan membukakan pintu depan, mempersilahkan Jenifer masuk.


“Masuk , Jen.” Perintah Evan kepada Jenifer. Hal itu membuat senyum Nabila terbit, Nabila yakin jika Evan menyukai Jenifer. Sedangkan Jenifer justru berpikir bahwa Evan sedang membuat Nabila cemburu. Jenifer masuk ke mobil, diikuti Nabila yang duduk di kursi belakang tanpa Evan bukakan pintu.


Mereka pergi ke pusat perbelanjaan yang menyediakan perlengkapan untuk stand bazar. Evan juga merangkap sebagai pembawa barang – barang mereka. Setelah semua catatan belanja telah mereka beli, mereka kembali ke Sekolah.


🍒🍒🍒


Kita tinggalkan sejenak kisah cinta Nathan dan Nabila ya, memasuki babak baru kisah cinta Evan dan Jenifer.


Please


LIKE


VOTE


KOMENT


and


FAVORITEkan ya.


Jangan lupa author mau nulis di kebun bunga sambil minum kopi, biar idenya lancar😁


Yang masih punya VOTE bisa loch kasi buat Nathan dan Nabila😘😘


Rangking mingguan top fans by "NANDHINI ANAK BABEH" ya. tq very much😘😘

__ADS_1


Gomawo


\= Lady_MerMaD \=


__ADS_2