I Wanna You, My Cold Boy

I Wanna You, My Cold Boy
Kehilangan Kesucian


__ADS_3

Danil menuju parkiran dan melajukan mobil untuk segera kembali ke apartmentnya. Dia tidak menyadari bahwa teman-temannya telah mencampur minumannya dengan obat perangsang.


Danil sampai di apartmentnya, petugas menyapanya. Danil hanya membalas cepat dan langsung menuju unitnya. Reaksi obat itu mulai bekerja, Danil merasa kepanasan dan perasaannya sangat bergairah.


Danil yakin pasti teman-teman yang telah mengerjainya. Danil menghubungi Robby, tidak lama teleponnya tersambung dan dijawab oleh Robby.


"Apa yang kalian masukan ke dalam minumanku?" bentak Danil.


"Santai, Bro. Itu hanya sedikit obat untuk memanaskan suasana," ejek Robby.


"Loe, gila!" hardik Danil. Dia masih menahan hasratnya.


"Apa perlu gue kirim seseorang untuk membantumu? karyawan Axel yang tadi, cukup tertarik sama loe untuk menghabiskan malam panas," tawar Robby. Axel yang berada di sampingnya hanya terkekeh. Mereka sedang diperjalanan menuju pubs. Axel menyetir dengan perlahan.


"Tidak perlu," jawab Danil. Dia kemudian mematikan sambungan. Teman-temannya kadang-kadang bercanda sangat keterlaluan.


Jika Mila tidak akan datang menjemput motornya. Mungkin, Danil akan menerima tawaran Robby. Tidak mungkin saat dia tengah bercinta dan Mila datang mengganggu kesenangannya.


Danil berpikir untuk berendam saja, mungkin akan dapat menghilangkan pengaruh obat tersebut. Danil menuju ke kamar mandinya. Namun, telepon apartmentnya berbunyi.


"Malam, Pak Danil, ini ada Mbak Mila yang punya motor kemarin, dia mau ambil motornya, Pak," jelas Petugas.


"Suruh langsung ke unit saya saja," perintah Danil.


"Baik, Pak," jawab petugas. Dia kemudian memutuskan sambungan telepon.


Entah kenapa Danil refleks memerintahkan Petugas menyuruh Mila langsung ke unitnya. Padahal dia seharusnya menyuruh Mila untuk pergi. Danil berpikir lagi, dia akan mencoba meminta bantuan Mila.


Bukankah gadis house keeper, biasanya juga memiliki pekerjaan sampingan?


Dan Danil yakin pasti Mila, juga memiliki pekerjaan sampingan karena tidak mungkin dia bertahan hanya dengan gajinya sebagai house keeper. Saat mengantar Mila ke rumahnya kemarin, Danil melihat dua orang yang masih muda juga tinggal di sana, sepertinya itu adalah adik-adiknya dengan usia sekolah.


Danil yang semakin merasa gerah melonggarkan dasinya dan membuka dua kancing kemejanya.


Seseorang membunyikan bel, Danil melihat bahwa Mila telah berada di luar unitnya. Danil baru menyadari ternyata Mila gadis mungil yang cantik.

__ADS_1


Cantik dan imut.


Danil dengan cepat membuka pintu apartmentnya dan menarik tangan Mila. Dia memeluk dan membekap mulut Mila. Mila yang tidak siap dengan serangan tiba-tiba Danil mencoba memberontak.


"Hmmm," racau Mila tidak jelas. Dia mencoba melepaskan diri dari kukungan Danil.


"Tenanglah, ini aku, Danil, aku butuh bantuanmu dan aku akan membayarnya?" tawar Danil. Mila ingin mengatakan bantuan apa tapi mulutnya masih dibekap Danil.


"Aku ingin kamu melayaniku malam ini dan aku akan membayarmu sangat mahal, berapa yang kamu inginkan?" lanjut Danil.


Mila menggelengkan kepalanya. Menolak tawaran Danil. Danil yang semakin merasakan gairahnya memuncak di tambah dengan Mila yang mencoba memberontak, sentuhan mereka membuat Danil tidak bisa menahan diri lagi.


"Aku tidak butuh persetuajuanmu kalau begitu, yang jelas aku tidak akan merugikanmu. Aku akan membayar nanti dengan harga yang pantas." Danil menyeret Mila ke kamarnya. Mila dengan sekuat tenaga menahan agar tidak masuk ke dalam kamar Danil.


Tubuhnya mungil dan pendek tapi tenaganya kuat juga!


Namun, Danil adalah pria tinggi dan rajin berolah raga, jadi staminanya sangat stabil. Dia melempar Mila ke ranjang dan mengukungnya.


"Jangan lakukan, aku mohon," pinta Mila, saat mulutnya telah lepas dari tangan Danil.


"Maaf aku tidak bisa, aku sangat membutuhkanmu, setelahnya aku akan membayar, tenang saja, kamu tidak akan dirugikan," balas Danil.


Mila ingin mengatakan sesuatu. Namun, Danil telah mulai mencium bibirnya dengan rakus dan kasar. Mila mencoba terus memberontak dan melakukan perlawanan.


Danilpun sangat bertekad untuk menuntaskan hasratnya. Dia membuka dasi dan mengikat tangan Mila agar tidak melakukan perlawanan.


Danil telah berhasil melepaskan pakaian Mila. Dia senang melihat tubuh Mila yang hanya menyisakan pakaiaan dalamnya saja. Danil mencoba menjelajahi tubuh indah tersebut. Memberi tanda setiap bagiannya.


Saat Danil telah berhasil memasuki Mila. Dia tahu Mila sangat kesakitan dan dapat Danil rasakan bahwa sepertinya Mila masih perawan. Ingin mundur, Danil tidak bisa karena, toh, Mila tetap telah kehilangan perawannya.


Danil ingat kata-katanya kepada teman-temannya bahwa, jika dia memaksa seseorang maka, dia akan menikahinya. Itulah yang akan Danil lakukan.


"Tenanglah, aku akan menikahimu," bujuk Danil. Dia kembali mencium bibir Mila, agar dia sedikit rileks. Sementara Mila menangis dan pingsan.


Setelah puas, Danil merebahkan diri di samping Mila. dia tidak menyadari bahwa Mila telah pingsan. Danil memcoba memeluk Mila dan menciumnya. Hal itu justru membuat dia kembali ingin mengulanginya.

__ADS_1


Danil duduk bersiap memulai kembali. Namun, dilihatnya Mila telah tertidur.


"Mil, Mila, bangun!" Danil mencoba menepuk pipi Mila pelan-pelan. Akan tetapi, Mila tidak bereaksi. Danil mencoba memeriksa nafasnya, masih ada.


Danil berdiri dan memakai boxernya, dia mencari sesuatu untuk membangunkan Mila. Dia melihat di kotak P3K. Ada minyak kayu putih, Danil mencoba menciumkan aroma minyak kayu putih kepada Mila. Namun, tidak berhasil.


Akhirnya Danil memutuskan sepertinya Mila telah tertidur dan dia ikut tidur di sampingnya, sambil memeluk Mila.


***


Danil bangun dengan perasaan puas, dia membersihkan dirinya. Keluar dari kamar mandi, dia melihat Mila yang masih tertidur. Waktu menunjukan pukul enam pagi. Danil menimbang apakah dia harus ke kantor dan meninggalkan Mila? Danil tidak tega.


Danil memakai pakaiaannya, dia mengambil pakaiaan yang berserakan di lantai. Danil melihat pakaiaan Mila yang telah robek. Danil membuang pakaiaan itu ke dalam tong sampah. Pakaiaan dalam dan rok Mila masih bagus dan Danil memasukan ke dalam ke dalam keranjang kain kotor.


Danil memutuskan untuk memasak sarapan, hanya roti dan teh.


Mila membuka matanya dan memandnag sekeliling, ini bukan kamarnya. Mila mencoba mengingat kejadian kemarin yang dia sangka hanya mimpi. Tangannya trlah lepas dan tidak terikat lagi. Mila mencoba untuk duduk, dia merasakan sakit pada bagian sensitivenya.


Danil kembali ke kamar dengan membawa sarapan untuk Mila. Dia melihat Mila telah bangun.


"Kamu telah bangun, aku membuatkan roti dan teh hangat untuk sarapan," ucap Danil. Dia meletakan sarapan di meja samping ranjang.


Mila berdiri, dia baru menyadari bahwa dia naked. Dia menarik selimut dan memutupi tubuh polosnya. Kemudiaj dia menampar Danil yang baru selesai meletakan sarapan di meja.


"Dasar brengsek!" maki Mila. Dia bersiap menampar Danil lagi.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya besties. Up bab pertama hari ini.


Pekanbaru


291222


06.06

__ADS_1


__ADS_2