
Laudya yang begitu mengetahui siapa Nathan, seperti mendapat durian runtuh. Gue harus segera membalas perasaan Nathan, sebelum Nathan berubah pikiran dan memilih cewek lain.
Laudya mencari Nathan, saat dikelas Laudya tidak leluasa untuk berbicara dengan Nathan. Begitu pelajaran selesai Nathan langsung keluar pula dengan Cakra.
Setelah laudya mengetahui Nathan anak pemilik NFL Company, selama seminggu Nathan ke luar kota untuk mengikuti Olimpiade matematika jadi Laudya belum memiliki kesempatan bicara dengan Nathan.
Sekarang Nathan telah kembali dan memenangkan juara pertama dalam Olimpiade matematika. Itu membuat Nathan semakin menjadi pusat perhatian, tidak hanya kaya, tampan tapi juga cerdas dan pintar.
Laudya mengelilingi sekitar kelas untuk mencari Nathan, karena dia memang tidak mengetahui tempat – tempat biasa yang di kunjungi Nathan.
Pucuk dicinta, Laudya melihat Nathan keluar dari kantor guru.
“Nathan.” Panggil laudya, segera dia menghampiri Nathan.
“Gue mau ngomong sesuatu, bisa?” tanya Laudya.
“Ntar gue mau ke perpus dulu, diruruh bu Peny, buat referensi.” Jawab Nathan, berjalan menuju perpustakaan.
“Ya udah gue temanin deh.” Ucap Laudya mengikuti Nathan. Nathan membiarkan saja.
Nathan mencari buku yang dimaksud oleh bu Peny. Begitu menemukan buku Nathan inigin segera menyerahkan buku tersebut.
Melihat perpustakaan sepi karena emang jam istirahat telah berakhir, namun kelas Nathan gurunya tidak datang. Laudya harus menggunakan kesempatan ini.
“Nat, gue mau jawab pertanyaan loe setahun yang lalu.” Ucap Laudya segera, sebelum Nathan pergi.
Dia merasa inilah kesempatannya.
“Hah.” Ucap Nathan bingung. Cukup lama terdiam. Dia baru ingat dan mengerti maksud Laudya.
Flash Back On
Nathan sering memperhatikan Laudya karena gadis itu sangat ramah dan baik, dia juga gadis yang lembut, membuat Nathan menyukainya.
Dia sering satu kelompok dengan Laudya, membuat benih - benih cinta tumbuh dihati Nathan.
Nathan memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Laudya.
“Laudya, gue mau ngomong sesuatu.” Ucap Nathan dengan gugup.
“Ya, ada apa?” tanya Laudya dengan jengah.
“Sebenarnya, gue suka sama loe, mau gak loe jadi pacar gue?” tanya Nathan dengan keringat bercucuran. Dia tidak mau Laudya jadian dengan lelaki lain. Rata – rata pria di kelasnya menyukai Laudya.
“Apa?” tanya Laudya bingung, berani banget si Nathan nembak gue, batinnya.
Namun dia juga gak mau langsung nolak Nathan karena nanti tidak bisa minta bantuan Nathan lagi buat tugas.
“Hmm, Nathan, bisa kasih gue waktu, untuk memikirkannya?” jawab Laudya.
“Ya udah, gue tunggu.” Nathan, pergi dengan senang.
Namun seiring waktu, Laudya seperti menghindarinya, setiap Nathan membahas, Laudya selalu mengalihkan pembicaraan, atau pura - pura ada keperluan.
Flash Back off
__ADS_1
“Iya pernyataan loe waktu itu.” ulang Laudya.
“Hmm, jadi Nath, Gue juga suka sama loe, dan
gue mau jadi pacar loe.” Lanjut Laudya lagi.
Nathan melihat Nabila yang datang dan mendengar semua itu, langsung berlari meninggalkan mereka. Laudya juga memandang kearah pandangan Nathan.
Kenapa gadis itu datang disaat ini sih, batinnya.
Nathan menyadari Laudya pasti telah mengetahui siapa dirinya, makanya menerima perasaan Nathan, kenapa dia baru membalasnya setelah selama ini?
Nathan akhirnya menyadari bahwa Laudya juga sama seperti gadis lain yang tidak tulus melihatnya, hanya Nabila yang tulus. Berkelebat bayang – bayangan perkataan gadis – gadis saat Nathan di bully yang mengatakan hanya gadis bodoh yang mau dengannya, dan gadis bodoh itu adalah Nabila.
“Maaf, aku tidak bisa, waktu loe udah habis.” putus Nathan
*****
“Nabila, tolong ibu cari buku Sejarah di perpustakaan.” Perintah guru kepada Nabila.
Aduh kenapa mesti gue sih, kan gue menghindari tempat – tempat yang bakal bisa membuat gue bertemu kak Nathan, batin Nabila. Tapi ini jam pelajaran jadi pasti kak Nathan gak ada disana, pikir Nabila lagi.
“Baik bu.” Jawab Nabila.
Nabila memasuki perpustakaan dia lega karena perpustakaan sepi, Nabila menuju tempat buku sejarah. Dia mendengar suara seorang gadis.
“Gue juga suka sama loe, dan gue mau jadi pacar loe.” Ucap gadis tersebut.
Nabila penasaran, namun berpikir bukan urusannya, jadi dia lanjut menuju kesana. Pandangan Nabila bertemu dengan Nathan dan gadis yang berbicara juga membalikan badan melihat kearah pandangan Nathan.
Kenapa gue harus ketemu mereka sih, batin Nabila.
“Nabila tunggu.” Panggil Nathan, menarik tangan Nabila, agar berhenti.
“Maaf kak, Nabila tidak memata – matai kakak, Nabil di suruh guru nyari buku sejarah.” Ucap Nabila berlinang air mata. Dia takut Nathan marah karena dia mengganggu Nathan dan Laudya.
“Kamu nangis?” tanya Nathan.
“Gak kak, Nabila kemasukan debu.” Bohong Nabila.
“Terus kenapa kamu lari?” tanya Nathan lagi.
“Karena Nabila tidak ingin menggangu kak, sumpah, Nabil gak sengaja” Jawab Nabila semakin gugup.
“Aku mau mengatakan sesuatu.” Lanjut Nathan lagi.
Dia sedih melihat keadaan Nabila, dia telah meyakinkan hatinya bahwa Nabila gadis yang disukainya saat ini.
“Nabila.” Panggil Cheryl.
“Maaf kak, Nabila harus pergi.” Ucap Nabila, lega, dia tidak ingin mendengar apa yang akan diberitahu Nathan karena dia yakin, pasti Nathan menyuruhnya untuk tidak menggangunya lagi karena dia telah jadian dengan Laudya.
Nabila setengah berlari ke tempat Cheryl.
“Loe, gak pa – pa Nab?” tanya Cheryl.
__ADS_1
Dia mengajak Nabila ke toilet. Nabila mencuci mukanya.
“Gue dengar gadis itu, udah menjawab pernyataan cinta kak Nathan, gue yakin sekarang mereka udah jadian.” Ucap Nabila, dia mencoba menahan air mata agar tidak tumpah.
Cheryl memeluk Nabila, mencoba menenangkannya.
“Tapi kenapa gue gak rela ya Cher, padahal gue janji jika kak Nathan udah bersama cewek yang disukainya, gue akan menyerah, tapi tetap aja gue merasa sakit.” Nabila mengusap air matanya lagi.
“Gue harusnya ikut bahagia melihat orang yang gue sukai bahagia, tapi ini apa? gue sakit Cher.” Memukul - mukul dadanya.
“Sabar Nab, gue yakin loe bisa lewati ini.” Cheryl memeluk Nabila, untuk menenangkannya.
“Kenapa juga, harus gue yang lihat dan mendengar mereka jadian sih Cher, mati – matian gue menghindari kak Nathan, tapi justru sering bertemu, dulu saat gue pengen ketemu dia susah banget.” Curhat Nabila sesegukan.
“Kadang yang kita inginkan, memang sering tak sejalan Nab.” Nasehat Cheryl.
“BTW Loe kenapa ke luar kelas?” tanya Nabila setelah mulai tenang.
“Ya, ampun gue lupa, gue disruruh guru susulin loe.” Panik Cheryl.
“Buku sejarah.” Ucap mereka.
Nabila dan Cheryl, kembali keperpustakaan mencari buku sejarah, berharap tidak bertemu Nathan.
*****
Laudya masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya, dia masih bengong sendirian karena Nathan, setelah menolaknya langsung pergi meninggalkannya yang masih shock dan mengejar Nabila.
Padahal dia yakin Nathan bakal senang dan mereka akan jadian karena terakhir kali Nathan masih perhatian dengannya.
Laudya sadar, kemudian keluar perpustakaan, dia bersyukur Perpustakaan tidak ada siswa, sehingga dia tidak malu. Laudya mencari Nathan namun tidak melihatnya, akhirnya Laudya ke toilet.
Saat dia ingin keluar dia melihat Nabila dan temannya memasuki toilet, Laudya masuk ke dalam salah satu WC. Dia mendengar Nabila menangis dan mencurahkan isi hatinya kepada temannya.
Jadi dia berpikir, gue telah jadian dengan Nathan, baguslah, sekarang gue harus berusaha buat dapatin Nathan dan membuat Nabila menjauh dari Nathan, bibir Laudya tersenyum licik. Setelah Nabila dan temannya keluar, Laudya juga keluar dengan senang dan penuh rencana.
♥️♥️♥️♥️♥️
Please
LIKE
VOTE
KOMENT
and
FAVORITkan ya !!
Insha Allah, aku update lagi ya.
Gomawo
- Lady_MerMaD -
__ADS_1