Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Tanti love story bab 4.


__ADS_3

Oke aku ganti judul.


kalian boleh baca cerita ku yang lain yang tidak serumit ini.


...***************...


Zoya, kenapa kamu bilang begitu nak?" tanya Arka pada Zoya.


"Iya. Mama selama ini sangat menderita. Begitu juga Zoya. Zoya selalu di kata-katain anak haram oleh tetanga dan teman-teman Zoya." Kata Zoya menuturkan.


"Tapi mama Zoya itukan sudah meningal nak, bagaimana mungkin papa akan bersama dengannya?"


Hiks..hiks..


"Setidaknya papa jangan melupakan mamanya Zoya. Kalau papa sayang sama Zoya."


Deg, hati Arka merasa terpukul.


Apa ini maksudnya. Apa Zoya akan melarangku untuk menikahi Tanti?


"Apa maksud kamu Nak?" tanya Arka.


"Zoya nggak rela, kalau Papa menikah lagi. Zoya juga nggak mau punya ibu tiri. Zoya nggak mau kasih sayang Zoya terbagi. Papa lebih sayang sama Tante cantik dari pada sama Zoya sekarang. Harusnya itu papa menikahnya sama mama. Zoya pengin punya adik juga dari perutnya mama. Dan Zoya juga nggak mau punya adik Anisa.Karena Zoya tau kok,kalau Anisa itu cuma adik angkat. Bukan anaknya papa."


Apa-apaan ini sih Zoya. Cerdas emang cerdas. Kalau cerdasnya keterlaluan begini, bisa gagal dong aku nikah ama Tanti. Duh mamanya di bawa-bawa lagi. Batin Arka.


Tanti yang berdiri di belakang Arka dan Zoya menangis.


Arka dan Zoya menoleh. Tanti kemudian berlari kecil ke kamarnya. Dia menangis di sana.


"Ternyata Zoya tidak merestui hubunganku dengan Arka. Apakah aku harus melanjutkan hubungan ini dengan Arka. Kalau pada akhirnya Arka itu lebih memilih untuk menuruti Zoya. Hiks...hiks..."


Air mata Tanti berlinangan membasahi pipi Tanti.


Arka menghampiri Tanti dan mendekat.


"Tanti." Ucap Arka.


Tanti menoleh.


"Kamu menangis sayang? Apa itu karena Zoya?" tanya Arka.


Tanti diam.


"Sudahlah sayang, jangan dengarkan apa kata anak ku. Dia itu lagi iri sama kamu. Dia itu sebenarnya suka sama kamu. Kamu itu wanita yang tepat untuk di jadikan mamanya Zoya."


"Tidak Arka. Apalah arti kebaikan ku di mata Zoya Arka. Benar apa kata Zoya. Aku itu cuma akan menjadi ibu tiri. Dan aku tidak akan pernah di anggap mama oleh Zoya."


"Tidak sayang, tidak begitu maksud Zoya."

__ADS_1


Zoya di balik pintu kamar, tampak menyaksikan pertengkaran Arka denagn Tanti.


"Batalkan pernikahan ini Arka. Aku tidak mau menikah dengan mu. Zoya tidak mau menerima ku." Kata Tanti.


Tanti menangis. Arka mencoba menenangkannya. Namun Tanti tak mau berhenti menangis. Sementara Zoya masih berdiri di balik pintu kamar menyaksikannya. Entahlah apa yang sedang anak kecil itu fikirkan.


"Untuk apa Arka kita nikah. Anak kamu saja tidak mau menerima ku."


"Cukup Tanti...!" Bentak Arka yang sudah mulai jengkel.


Arka kemudian mendekap Tanti. Tantipun akhirnya larut lagi dalam pelukan Arka. Dia masih sesenggukan menangis.


Sementara Zoya masih terdiam.


"Tanti, jangan fikirkan ucapan Zoya Tanti. Aku sangat mencintaimu. Aku sudah mencintaimu sebelum Zoya dan Putri datang Tanti."


Tanti hanya terdiam.


Namun, tiba-tiba saja Zoya menangis.


Arka bingung dengan siapa yang akan di hiburnya, Zoya atau Tanti.


Zoya kemudian menghilang dari pandangan Arka.


"Tanti, tolong mengertilah Tanti. Aku akan bujuk Zoya dulu. Tolong Tanti. Zoya masih kecil. Dia belum tahu apa-apa. Dia cuma cemburu saja dengan kedekatan kita."


"Sanalah Arka. Urusin dulu anakmu. Aku mau ke Aurel." Kata Tanti sembari menyeka air matanya.


"Zoya." Ucap Arka sembari mendekat ke arah Zoya.


Zoya masih duduk di ayunannya sembari menangis. Arka mensejajarkan tububnya dengan tubuh Zoya.


"Zoya kenapa sayang, Zoya nggak izinin Papa menikah dengan Tente cantik?"


"Zoya sayang sama Papa. Zoya juga butuh perhatian papa."


"Iya Zoya, papa tahu. Papa juga sayang sama Zoya."


Hiks..hiks.. Zoya masih menangis sembari berlinangan air mata.


"Zoya jangan begini dong Nak. Kurang baik apa coba tante cantik selama ini pada Zoya. Tante cantik baik kan. Waktu tante cantik sama Om Andre, tante cantik udah baik kan sama Zoya. Waktu Mama Zoya meninggal dan Zoya belum ketemu Papa, siapa coba yang merawat Zoya. Tante cantik kan? Zoya jangan begitu dong."


Zoya tampak berfikir mencoba mencerna ucapan Arka.


Zoya mengusap air matanya. Dan menghela nafasnya dalam.


"Iya Pa. Tante cantik baik."


"Sekarang tante cantiknya lagi sedih, itu semua karena Zoya.Zoya mau nerima tante cantik nggak untuk gantiin mama Putri?"

__ADS_1


"Iya pa. Mama Zoya udah nggak ada. Jadi Zoya juga butuh tante cantik. Untuk nyuapin Zoya kalau Papa lagi kerja."


"Nah, itu Zoya pintar. Anak papa harus pintar dong. Nggak boleh jadi anak jahat. Karena Allah nggak suka sama orang jahat.Karena Zoya sudah nyakitin hatinya tante cantik, Zoya itu harus minta maaf sama tante cantik."


Zoya mengangguk.


"Iya Pa. Zoya akan minta maaf. Sama tante cantik juga Anisa. Zoya nggak akan lagi-lagi."


Zoya akhirnya mau mendengar pengertian dari papanya.


Zoya dan Arka kemudian pergi menemui Tanti yang masih bersama Aurel.


"Tante." Ucap Zoya.


Tanti menoleh. Zoya langsung memeluk Tanti.


"Maaf kan Zoya Tante. Zoya udah nyakitin hati Tante."


"Nggak apa-apa Nak. Tante udah maafin kamu sebelum kamu minta maaf kok."


Tanti melepaska pelukannya. Kemudian dia mencium kening dan kedua pipi Zoya.


"Tante, kita jadi ke pantai kan?"


Tanti diam. Hatinya seperti masih sakit dengan ucapan Zoya.


"Tanti, kenapa kamu diam?"tanya Arka.


"Nggak tahu. Arka. Aku mendadak nggak enak badan. Lain kali aja yah." Kata Tanti.


"Ya udah lain kali aja. Nggak apa-apa."


"Yah, Tante kenapa gitu?padahal Zoya kan udah minta maaf. Kalau Tante gitu, berarti Tante nggak maafin Zoya dong." Kata Zoya.


Tanti bingung harus bilang apa lagi dan beralasan apa lagi.


Tanti memeluk Zoya dengan erat dan mengecup rambut Zoya.


"Sekarang Zoya adalah anak tante. Zoya sama juga dengan Aurel. Tante nggak akan membedakan kalian.Mulai sekarang,apa Zoya mau panggil aku mama? jangan tante lagi?" tanya Tanti.


Zoya diam. Dia masih teringat sosok mamanya.


Mama Zoya kan cuma Mama Putri. Nggak akan bisa tergantikan. Tapi karena mama Putri udah nggak ada, nggak apa-apa deh mama Tanti yang untuk menggantikan mama Zoya.


Zoya menatap ayahnya.


Arka tersenyum dan mengangguk.


"Iya Mama cantik. Mulai sekarang Zoya akan panggil tante cantik dengan sebutan mama."

__ADS_1


Arka tersenyum. "Alhamdulillah...gitu dong Zoya. Zoya kan anaknya papa. Zoya nggak boleh egois. Kalau orang rajin sholat itu, nggak boleh suka nyakitin hatinya orang. Apalagi hatinya orang yang sayang sama kita." Kata Arka.


__ADS_2