Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Arka sosok penyayang wanita.


__ADS_3

Arka mulai mendekati tubuh Tanti. Tanti begitu sangat ketakutan. Dia dengan susah payah berusaha untuk menjauhi tubuh Arka. Jangan sampai Arka menjamahnya malam ini.


Jika itu semua terjadi, entahlah Tanti tak bisa membayangkan bagaimana dia akan mempertanggung jawabkan dosa besar itu di hadapan Rabbnya.


Karena seorang wanita dan laki-laki jika melakukan suatu hubungan terlarang itu, pasti akan menjerumuskannya pada dosa besar.


Apalagi Tanti dan Tuan Arka sudah mempunyai pasangan halal masing-masing. Dan jika perzinahan itu mereka lakukan, mereka bisa terkena siksa yang berat. Dan Azab menanti mereka. Dan Tanti tidak mau itu terjadi.


Tanti adalah wanita soleha, yang selalu menjaga kehormatannya. Dan terlebih sekarang, dia masih sah sebagai istrinya Arifin. Karena Arifin hanya menjualnya bukan mentalaknya. Otomatis Tanti masih menjadi istri sahnya Arifin. Dan Tanti di haramkan menikah dengan Tuan Arka.


Apa yang akan di lakukannya. Jangan sampai dia menyentuh tubuh ini. Aku benci pada diriku sendiri , jika Tuan Arka berhasil untuk menyentuh ku. Batin tanti.


Berbagai macam fikiran merasuk dalam diri Tanti. Berbagai macam cara Tanti lakukan untuk menyingkirkan tubuh Arka.


"Tolong Tuan, jangan lakukan ini pada ku. Kasihanilah aku Tuan...!" Ratap Tanti yang sekarang sudah berada di bawah kungkungan Arka.


"Jangan, jangan lakukan itu Tuan Aku mohon. Maafkan Aku Tuan." Lagi-lagi Tanti memohon. Bulir bening di matanya tak berhenti menetes.


ring...ring...ring...


Tiba-tiba ponsel Arka berdering. Arka merogoh ponselnya yang masih ada di saku celananya.


Herman calling.


"Cih, Lagi-lagi dia. Kenapa dia selalu menelpon di waktu yang tidak tepat." Geram Tuan Arka.


Arka kemudian berdiri.


"Halo Herman. Apa lagi Herman...! Kenapa kamu tidak melihat sikon dulu kalau mau nelpon. Jam berapa ini Herman, Aku kan menyuruhmu pulang dan istirahat. Tapi kenapa kamu malah mengganggu ku." Arka Frustasi.


"Tuan tolong, jangan lakukan apa-apa sama Tanti. Kasihan Tuan. Dia masih tersakiti. Jangan sakiti dia lagi." Herman menasihati.


"Memang kamu fikir, apa yang akan aku lakukan pada Tanti heh...!" Kata Arka yang setengah berteriak.


"Maaf Tuan. Jangan sentuh Tanti dulu. Kalian belum sah menjadi pasangan suami istri."

__ADS_1


"Herman. Sudah berapa lama kamu mengenal ku. Apa kamu fikir aku akan melakukan hal mesum seperti itu! Apa kamu tidak pernah tahu, bagaimana aku menjaga Lauraku. Ciuman saja baru aku lakukan setelah menikah. Jangan ngaco kamu. Kalau aku mau menyentuh Tanti sudah dari pertama Herman." Geram Tuan Arka.


Di sisi lain, Herman terdiam sejenak memikirkan apa yang telah di ucapkan bosnya itu. Memang benar kalau Tuan Arka itu, tidak pernah melakukan hal-hal senonoh itu.


Di balik sifat tempramennya, dia adalah sosok pria yang baik. Dia tidak pernah menyentuh kekasihnya walau itu sebatas ciuman. Dia tidak pernah menyentuh bahkan melecehkan seoarang wanita. Karena dia tahu betul perasaan seorang wanita.


"Baiklah Tuan. Maafkan aku. Kalau aku sudah salah sangka."


Tanti yang mendengar penuturan Arkapun terkejut. Apa benar, yang di bilang Tuan Arka itu. Dia melakukan ciuman setelah dia sudah menikah?


Tanti masih terisak di sisi tempat tidur. Matanya mulai membengkak. Setelah selesai menelpon, Arka kemudian mendekat.


Dia duduk di sisi Tanti. Tapi pandanganTanti menunduk. Dia tidak mau menatap sedikitpun wajah Arka.


"Maafkan aku Tanti." Ucap Arka penuh penyesalan.


Tanti diam. Dia masih di sibukan oleh isak tangisnya. Fikirannya mulai membawanya terbang.


Sedari tadi dia memikirkan apa yang akan di lakukan Arka padanya saat mereka berduaan di kamar.


Bagaimanakah kalau setan itu merasuk pada diri Arka. Apa yang akan Tanti lakukan jika Arka menyentuh tubuhnya sebelum mereka menikah.


Arka semakin mendekat. Hingga dia persis sangat dekat di samping Tanti. Membuat jantung Tanti berdebar.


Arka tahu, Kalau sejak tadi Tanti takut dengannya. Makanya sampai selarut ini, Tanti belum bisa mau tidur. Mungkin ini semua karena Arka masih ada di kamar itu.


Arka mengangkat sedikit dagu Tanti. Dan saling pandanglah mata keduanya. Mereka berpandangan sangat begitu lama. Entahlah apa yang ada di hati mereka. Mungkinkah mereka sudah mulai saling mengaggumi. Ketampanan Arka yang di atas rata-rata atau kecantikan Tanti yang beda dari wanita lain. Dia mempunyai bulu mata yang indah dan hidung yang indah pula.


Tangan lembut Arka kemudian perlahan mengusap wajah ayu Tanti yang di penuhi air mata. Tanti memejamkan matanya. Sepertinya dia juga menikmati sentuhan kelembutan itu.


"Sudahlah Tanti. Jangan menangis! Aku nggak suka melihat mu menangis." Kata Arka sembari menangkup wajah Tanti.


Tanti masih menatap Arka dalam. Entah apa yang sedang Tanti fikirkan. Tanti hanya bisa diam.


"Tuan Arka... Aku..."

__ADS_1


" Iya, aku tahu Tanti. Kamu akan bilang kalau kamu tidak bisa tidur karena ada aku di kamar ini kan. Kenapa kamu tidak pernah bilang Tanti Kalau kamu merasa takut ada aku di sini. Kamu sekarang tidurlah. Dan jangan fikirkan macam-macam."


Tanti mengangguk. Dan debaran jantungnya pun kini sudah mulai teratur.


Tanti kemudian berbaring di sisi ranjang. Dan tuan Arka menyelimuti tubuh Tanti sebelum dia pergi meninggalkan Tanti.


"Selamat malam Tanti, semoga mimpi indah."


Tanti tersenyum. Dia sudah merasa tenang sekarang. Dia seperti terbuai sesaat oleh sentuhan tangan Arka.


Tuan Arka kemudian pergi meninggalkan Tanti. Dia akan tidur di kamar sebelah.


Setelah sosok Arka menghilang.


Tanti bergumam." Kenapa Tuan Arka membuat aku penasaran. Sebenarnya seperti apa dia. Apakah dia sosok orang yang jahat atau dia sosok orang yang lembut. Entahlah."


Untuk malam ini, Tanti tidak mau memikirkan apapun. Dia sudah sangat mengantuk.


***


Sementara di sisi lain. Herman masih mondar-mandir di kamarnya. Dia merasa tidak tenang. Karena dia tidak bisa berhenti memikirkan Tanti.


Sepertinya dia sudah sangat cemburu. Melihat Tuan mudanya bermesraan dengan Tanti saja, dia sudah terbakar, sekarang Herman mengetahui kalau sekarang Tanti sedang berduaan di apartemen bersama seorang lelaki yang tentu saja akan menjadi calon suaminya itu.


Herman begitu frustasi. Lagi-lagi dia mengacak-acak rambutnya sendiri.


"Apa yang akan seorang wanita dan lelaki dewasa lakukan jika ada di satu atap yang sama tanpa ada seorang muhrim. Apa lagi status mereka adalah akan menjadi suami istri. Aku nggak percaya sama Tuan Arka kalau dia tidak akan melakukan apapun pada Tanti. Dia kan lelaki normal. Tanti juga cantik. Apakah mungkin Tuan tidak akan tergoda." Gumam Herman.


****


Aku bilang ini sinetron dalam bentuk novel.


Semakin banyak dukungan,,, Author akan menambahkan Babnya atau episodenya.


Ayo vote like rate komen...Jangan lupa.

__ADS_1


☺☺☺✌✌✌


__ADS_2