Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Kecantikan Tanti


__ADS_3

"Sudahlah Nona, Jangan menangis. Tuan Arka pasti akan menyelamatkanmu. Percayalah. Dia itu orang yang sangat baik Nona. Dia itu sangat sayang pada ibunya, dan sangat sayang pada anak-anak."


"Benarkah?" Tanti masih tak percaya.


"Iya. Itu benar nona."


"Aku nggak percaya. Diakan telah membeliku dan telah tega memisahkan aku dan anak ku. Dia akan menikahiku untuk mengambil keturunan ku. Dan dia akan membuangku hiks...hiks.."


Tangis Tanti pecah.


"Aku nggak peraya itu nona. Karena aku sangat mengenal Tuan Arka sejak dia kecil."


Tanti mengernyitkan alisnya. Masih tak percaya.


"Dia tidak akan mungkin membuangmu nona. Aku yakin, kamu itu sudah ada di hati Tuan Arka sebelum Tuan Arka membelimu."


"Apa, aku nggak percaya."


"Tuan Arka itu orang yang sangat cerdas. Dia tahu betul mana orang yang baik, dan mana orang yang buruk.Dia tidak akan pernah membuangmu karena kamu itu wanita istimewa di hatinya. Dan dia rela membayarmu seharga satu milyar karena dia sudah suka dengan mu.


Tanti menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.


"Kamu pasti akan merasakannya nona, jika kalian sudah menikah. Betapa baiknya Tuan Arka. Mungkin sekarang Tuan belum menyadarinya nona, kalau dia menyayangimu. mungkin kalau kalian bersama aku yakin cinta akan tumbuh dengan cepat di hati kalian."


Senyum indah terukir jelas dari mulut Tanti. Dia merasa terharu mendengar ucapan Pak Toha.


Apa mungkin Tuan Arka akan bisa mencintaiku, jika kita sudah menikah? atau dia akan membuangku seperti Arifin. Batin Tanti.


***


Arka masih asyik terlelap bersama istrinya.


Tiba-tiba saja dia dikejutkan oleh deringan di ponselnya.


Arka membuka matanya.


Toha calling.


"Tumbenan amat Pak Toha nelpon."


Gumam Arka.


"Halo Tuan, aku telah menemukan Tanti Tuan."


"Apa!" Arka terkejut. Dia dengan perlahan-lahan menuruni ranjangnya.


Dia kemudian bertelponan dengan berbisik takut Laura bangun.


"Baiklah aku akan segera kesana."


tut. Arka mematikan sambungan telponnya.


Arka seperti biasa, dia mengambil jaket dan menyemprotkan parfum wangi ala Arka. Setelah itu, diapun melangkah pergi.


Laura menggerayangi sisi tempat tidurnya. Ternyata suaminya sudah tak ada bersamanya.


"Kemana Arka...?" gumam Laura.

__ADS_1


Laura mencium aroma parfum Arka.


"Pasti dia pergi. Kenapa dia nggak bilang dulu sih!" gerutu Laura.


Arka kemudian memanggil Idris dan menyuruh Idris untuk bersiap.


"Jangan lama-lama Idris. Cepat...!"


"Iya Tuan...!" seru Idris yang masih baru bangun tidur.


Hooaaam. Idris menguap.


Idris masih mengantuk. Karena dia memang baru terlelap tidur setelah bertelponan dengan pacarnya agak lama.


Ah Tuan ini. Kalau berhubungan sama wanita satu milyar itu, pasti selalu membuatku susah. Jam berapa ini,udah jam sebelas. Kenapa nggak lanjutin besok aja sih. Batin Idris sembari melangkah ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian.


"Idris...!!!"Suara bariton Arka mulai terdengar.


Laura yang masih berada di bawah selimut mendengar teriakan suaminya.


"Kenapa Arka tengah malam gini teriak-teriak sih. Mau kemana sebenarnya dia. Apa ada hubungannya dengan Tanti?" gumam Laura menerka-nerka. Namun apalah daya,Laura kali ini.tidak bisa bangun mengejar Arka. Karena kakinya yang masih lumpuh.


Idris yang tampak masih mengenakan sepatunya itu, sangat terburu-buru.


"Iya Tuan tunggu...Ini aku udah selesai."


Ih, Dasar Tuan bawel. Batin Idris


"Lama sekali kamu Idris. Kamu ketularan Herman yah. Lelet banget!"


"Maaf Tuan." kata Idris menunduk.


***


Tanti masih menutupi tubuhnya dengan selimutnya.


Sekarang dia berada dengan Pak Toha di kamar. Tanti sudah menceritakan semuanya pada Pak Toha tentang peristiwa yang di alaminya saat ini.


"Aku takut Pak Toha. Aku takut...Hiks.."


"Udahlah Nona Tanti. Nggak usah takut. Di sini Bapak akan menjagamu Nona. Madam sialanmu itu, tidak akan pernah bisa mengganggu. Apalagi kalau dia tahu, nona itu adalah miliknya Tuan Arka."


Tanti mengangguk. Dia sekarang tahu, betapa berpengaruhnya seorang Arka pada masyarakat kecil.


Arka seorang pengusaha muda yang kehidupannya selalu di liput wartawan. Dia seperti halnya seorang Artis terkenal yang banyak di idolakan. Maklum saja Arka ikut terkenal. Karena istrinya adalah seorang model terkenal.


"Sebentar lagi Tuan kesini nona. Nona tidak usah khawatir. Aku pasti akan menjelaskannya pada Tuan."


***


Dua buah mobil mewah tampak terparkir, berjejer di depan rumah madam Rania.


Madam Rania dan para wanita malam itu, tampak terkagum-kagum. Mungkinkah mobil itu, adalah tamu spesial yang akan menyewa wanita itu dengan harga mahal.


Idris membuka pintu mobil Tuan Arka. Begitu terkejutnya madam Rania. saat mengetahui siapa yang turun dari mobilnya.

__ADS_1


"Arka Wijaya...Anak dari konomerat Bram wijaya." Mereka para wanita malam itu tampak bergumam-gumam sendiri tak percaya.


Begitupun dengan madam Rania.o


Tidak mungkin. Bagaimana mungkin Tuan Arka Wijaya bisa sampai kemari. Akankah dia calon tamu ku. Ini Tidak mungkin. Batin madam Rania.


Arka dengan celana jeans dan jaket kelabu juga kaamata hitam yang selalu menjadi ciri khasnya itu menatap nanar tempat club malam kecil.


"Tempat apa ini? Sangat menjijikan. Kenapa bisa wanitaku berada di sini." Gumam Tuan Arka sembari bola matanya menatap satu persatu wanita malam yang berpakaian sangat terbuka itu.


Cih, kuang ajar. Siapa yang berani membawa istriku kesini. Dan di mana Pak Toha. Batin Arka.


"Herman, Idris, Cari Tanti di dalam...!"


"Baik Tuan."Kata Herman dan Idris.


Herman sangat bersemangat. Dia merasa lega sekaligus fikirannya berkecamuk.


Kenapa nona Tanti bisa ada di sini. Apa Nona sudah menjual diri. Ah, tapi mana mungkin sih. Di sentuh Tuan Arka yang tampannya minta ampun itu aja nggak mau. mana mungkin dia mau di sentuh Om-om. Batin Herman.


Herman dan Idris terkejut. Saat melihat nona mudanya yang tak berhijab. Mereka seperti terkesima sekaligus takjub melihat pemandangan indah di depannya.


Mereka berdua menegak salivanya sendiri sekaligus jakun nya naik turun.


Yah mereka juga laki-laki normal. Bagaimana mungkin dia tidak akan tergoda melihat wanita secantik Tanti. Tanti ternyata sangatlah cantik jika dia berdandan dan tak memakai hijab.


*Subhanallah...bidadariku begitu sangat cantik ternyata. Dia jika berhias seperti ini, melebihi nona Laura kecantikannya. Batin Herman.


Wah, itukah nona Tanti...begitu sangat cantik. Ternyata kalau di danani gini, dia melebihi nona Laura. Lihatlah rambutnya indah banget...Aku yakin pasti Tuan Arka akan jatuh cinta jika melihatnya malam ini. Batin Idris*.


Untunglah sekarang Tanti menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Kalau tidak, entah lah...


Karena pakaian yang dia gunakan memang pakaian yang sangat menggoda.


"Mana Tuan Arka. Apa dia tidak ikut. Kenapa cuma pengawalnya doang. Ah pastilah dia lagi asyik sama nona Laura."Gumam Tanti lirih.


Pak Toha kemudian berdiri. Dia menyuruh Herman dan Idris keluar.


"Keluarlah kalau kalian tidak mau di Gampar Tuan muda. Jangan memandangi wajah nona terus." Bisik Pak Toha sembari melangkah keluar.


Dan sekarang sepertinya Pak Toha akan menemui Tuan Arka. Dan akan menjelaskan semuanya.


Herman dan Idrispun kemudian keluar


mengikuti Pak Toha.


Kenapa mereka malah pergi. Apa jangan-jangan aku mau di tinggalin di sini. Batin Tanti


****


Ayo...


Vote, like, komen, Dukungan jangan lupa.


☺☺✌✌✌


Author mau bikin Tuan Arka jatuh cinta sama Tanti.

__ADS_1


__ADS_2