Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Dinner romantis.


__ADS_3

Tanti Nia dan Herman telah sampai ke rumah baru Tanti. Tanti begitu takjub dengan rumah barunya.


"Herman, Nia. Apakah benar Arka telah membelikan rumah ini untuk ku?" tanya Tanti.


"Iya Nona."Kata Herman. Herman kemudian turun dari mobilnya. Dia kemudian membukakan pintu mobil Tanti.


"Ayo Nona."


Tanti dan Herman kemudian masuk ke dalam sementara Nia membawakan tas Tanti yang berisi pakaian.


"Kak Herman...bantuin Nia dong...!!!"


Herman menoleh kebelakang.


"Astaga, aku lupa. Iya itu kan barang-barang nona."


Hetman kemudian melangkah ke arah Nia. Dia kemudian membantu membawakan barang-barang Tanti. Untuk saat ini, Nia dan Herman akan tinggal bersama Tanti untuk menjaga Tanti.


"Nona, ayo saya antar ke kamar nona."


Herman membawa Tanti ke kamar utama. Dan Tanti sangat terkejut. Betapa indah kamarnya saat ini. Kamar yang luas dan rapi. Dan dia sangat takjub, karena banyak sekali mawar yang bertaburan di atas ranjangnya.


"Herman, apa ini."


"Nona, ini Tuan Arka yang mempersiapkan semua. Nanti malam Tuan Arka mau kesini. Dia mau ngajak nona dinner."


"Benarkah? Dinner di mana Herman?"


"Ya, Dinner di sini."


Tanti tersenyum. Baru kali ini dia merasa sangat bahagia. Kenapa ada orang yang sangat perhatian dan begitu romantis seperti Arka.


Belum jadi istri saja kamu udah memanjakan ku begini. Bagaimana kalau udah jadi istri. Aku bahagia sekali Tuan. Aku rasa aku seperti sedang ada di dunia mimpi. Aku seperti sudah menjadi cinderella.


Tanti tersenyum.


"Ayo Kak. Masuk. Ini kamar utama. Kamar yang akan kak Arka dan kak Tanti tempati nanti setelah menikah." ucap Nia.


Nia kemudian membawakan tas Tanti masuk.


Tanti membuka lemarinya. Dan betapa terkejutnya dia di lemari itu,sudah banyak sekali gamis indah dan hijab indah membuat Tanti kagum.


"Nia. Sini deh. Ini baju siapa?"


"Itu baju kak Tanti yang Tuan Arka berikan untuk di pakai Kak Tanti sehari-hari."


Dan Tanti membuka satu pintu lagi. Tanti tampak kesal.


"Apa lagi ini. Kenapa bajunya seperti ini. Ish, menjijikan." Gerutu Tanti.


Nia terkekeh.


"Kak Itu baju untuk malam pertama kalian he...Kak Arka udah menyiapkan banyak baju lingeri buat Kak Tanti."

__ADS_1


"Tapi untuk apa aku pakai lingeri. Baju yang sangat menyebalkan. Lebih menyebalkan dari baju madam Rania."


Ah, Kak Tanti bodoh. Lingeri aja nggak tahu. Itukan baju khusus suami istri. Ternyata gadis kampung itu tak tahu apa-apa. Lebih pintar aku. Batin Nia.


Tanti tampak memutari kamarnya. Dia masih terkagum-kagum. Dan dia berharap kalau malam ini adalah malam pertama dia dinner berdua dengan Tuan Arka.


"Aku nggak nyangka Nia. Ternyata aku bisa seperti cinderella." Ucap Tanti lirih.


"Kakak memang cinderellanya Kak Arka. Dan Nia selalu mendukung kakak Untuk selalu bersama sampai kakek nenek dengan Kak Arka."


Tanti mendekat ke arah Nia. Tanti kemudian memeluk Nia.


"Makasih yah Nia. Karena kamu selama ini udah menemani Kakak."


"Iya Kak Sama-sama. Kakak janji yah. jangan kabur-kaburan lagi. Kak Arka sangat mencintai Kak tanti. Aku yakin itu. Dan Nia yakin,suatu hari Kak Tanti wanita yang akan menjadi pilihan Kak Arka."


Tanti tersenyum.


"Biarlah aku menjadi istri simpanan. Yang terpenting aku sudah bahagia bisa mendapatkan cinta nya Tuan Arka."


***


Tok tok tok..


Suara pintu ketukan dari depan rumah Tanti.


"Kak, aku keluar dulu yah. Aku mau lihat siapa yang datang."


"Iya Nia."


"Selamat pagi." Ucap lima orang wanita pada Nia.


"Kalian siapa yah?"


"Kami di perintahkan Tuan Arka untuk merawat tubuhnya nona Tanti." kata salah seorang dari mereka.


Nia terkejut.


"Apa. Merawat tubuh, apa maksudnya?" ucap


"Iya. Kami akan memijat tubuh nona sekarang." kata salah seorang dari mereka.


"Oh...Gitu yah. Ya udah masuk. Nona ada di dalam" ucap Nia.


Kelima wanita itu mesuk kedalam.


Di dalam terlihat Tanti masih menonton tivi di ruang tengah. Tanti juga merasa terkejut.


"Astaga...! Siapa kalian?" Ucap Tanti.


Kelima wanita itu tersenyum. Mereka memberi hormat pada Tanti.


"Saya akan memberi pelayanan terbaik untuk nona. Kami kesini bertugas untuk membersihkan dan memijat tubuh nona." kata salah satu dari kelima orang tersebut.

__ADS_1


"Apa? Bagaimana mungkin. Aku tidak pernah di pijat. Apa lagi pijat refleksi." kata Tanti menolak.


"Tolong jangan menolak nona. Kami sudah di bayar mahal oleh Tuan muda. Untuk memijat nona. Termasuk untuk manicure dan pedicure juga."


"Manicure padicure apa lagi itu?" Ucap Tanti.


"itu perawatan kuku tangan dan kuku kaki juga nona." Kata orang itu lagi.


"Aku nggak mau. Apa-apa sih Tuan. Kayak artis aja." ucap Tanti.


Nia tersenyum-senyum.


"Wah, kalau gitu, Nia mau dong. Biar Nia di kampus bisa jadi idola para cowok. Boleh nggak mbak-mbak." tanya Nia.


"Boleh. Nggak apa-apa. Biar sekalian." Ucap salah satu dari wanita itu.


"Ayo kak kita bareng-bareng aja."


"Aku nggak mau. Aku nggak pernah di pijet. Di kampung aja aku nggak pernah di urut kok." Ucap Tanti.


"Udah. Kak Tanti. Jangan banyak protes. Ayo, buka bajumu. Dan kita sama-sama lakukan perawatan. Mumpung gratis. Mau kapan lagi dapat perawatan gratis." kata Nia.


Dan kali ini Tanti tidak menolak. Tantu dan Nia kemudian melakukan pijat refleksi.


"Ih...Mbak..Jangan kenceng-kenceng pijatnya. Geli tahu..."Ucap Tanti.


"Maaf Nona. Tapi kami akan melakukan yang terbaik."


Setelah melakukan perawatan tubub,Tanti pun kemudian melakukan perawatan kuku. Yah Tanti mana tahu apa itu manicure pedicure. Namanya juga orang kampung. Di perlakukan seperti seorang putri yah, terasa aneh.


"Heran aku sama kalian semua. Kenapa kalian mau sih di bayar untuk melakukan sesuatu hal yang nggak penting kayak gini." Gerutu Tanti setelah selesai melakukan perawatan.


Ting tong...


Suara bel dari pintu depan.


"Tunggu yah. Aku buka dulu." Kata Nia.


Nia kemudian berlari ke arah deoan untuk membuka pintu.


"Selamat siang, ini ada titipan dari Tuan Arka buat Nona Tanti." Ucap seorang lelaki oada Nia sembari menyerahkan sebuah kotak besar yang entah apa isinya.


Nia tersenyum dan meraih kotak yang lumayan besar itu.


"Wah, kak Arka belikan Kak Tanti apa yah? Nia jadi penasaran." Ucap Nia.


Setelah itu Nia menutup pintunya dan masuk kedalam.


"Ada apa Nia?"


"Ini Kak. Ayo kita buka. Oya ini ada tulisannya."


Nia kemudian meraih sebuah surat kecil dan memeberikannya pada Tanti.

__ADS_1


"Kak. Ini ada suratnya buat Kakak. Coba aja Kak di baca."


Tanti tersenyum. Dia deg degan juga dengan suratnya.


__ADS_2