Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Zoya Aurel


__ADS_3

Bel istirahat berbunyi. Semua anak keluar dari kelasnya. Tinggal Aurel yang masih ada di dalam kelas. Sekarang Aurel kelas 10 SMA. Aurel sekelas dengan lelaki yang bernama Adam. Dan sekarang, Aurel dan Adam itu masih berduaan di ruang kelas. Aurel tampak sedang mencorat-caret bukunya. Sepertinya saat ini dia sedang memikirkan sesuatu.


"Halo sayang...lagi ngapain?" Tanya Adam yang sekarang sudah ada di belakang Aurel. Aurel tampak cemberut. Entah apa yang sedang Aurel fikirkan. Mungkin dia masih memikirkan kejadian tadi pagi waktu mamanya Tanti itu menyiramnya dengan air segayung.


Adam menepuk pundak pacar barunya itu. Yah, pacar baru. Karena Aurel dan Adam baru jadian kemarin. Mungkin baru tiga bulanan mereka jadian. Mereka juga baru saling mengenal. Mereka mengenal waktu di acara ospek sekolah.


Adam kemudian duduk di samping Aurel. Dia sedari tadi memperhatikan Aurel saja.


Adam mecolek pipi pacarnya. Itu semua membuat Aurel melotot ke arahnya.


" Adam. Jangan buat aku tambah kesal deh...!" Kata Aurel.


" Habis, dari tadi kamu cemberut terus sih...!" Ucap Adam.


" Aku lagi malas banget tahu nggak sih...!" Ucap Aurel.


" Malas kenapa."


" Aku lagi sebal banget sama mama ku." Ucap Aurel.


" Sebal kenapa?"


" Masak mama ku nyiram aku pakai air sih."


He...he...Adam terkekeh.


" Kamu kesiangan lagi yah?" Tanya Adam.


" Iya." Jawab Aurel.


" Kalau begitu, maafin aku yah. Gara-gara aku selalu mengganggu kamu setiap malam, kamu jadi kesiangan. Tapi, aku juga tidak bisa menahan rasa kangen itu " Kata Adam.


Aurel menatap wajah Adam yang tampan. Ya, Adam yang berkulit hitam manis, senyumanya yang membuat Aurel terpikat. Adam memang tidak cakep-cakep amat. Tapi, menurut Aurel, dia itu cowok yang terbaik. Dia mampu membuat Aurel si gadis galak itu jatuh cinta.


Ya, Aurel di sekolah itu memang terkenal sebagai gadis galak, gadis sombong,jutek,dan jarang ada yang mau dekatin dia. Dan cuma Adam yang bisa meluluhkan hatinya. Dan Aurel juga wajahnya biasa saja, tidak secantik Zoya kakaknya. Karena Aurel itu memang mirip dengan Arifin ayah kandungnya. Sementara Zoya itu mirip Arka ayah kandungnya. Sementara yang mirip Tanti cuma Kenzi. Dia sangat cantik, karena memang Tanti itu cantik. Dan yang mirip Arka itu cuma ada dua. Zoya anak dari putri, dan Kenzo anak lelaki satu-satunya anak dari Tanti.

__ADS_1


Aurel menatap Adam lekat. Dia kemudian tersenyum.


" Tidak apa-apa. Adam. Kamu tenang saja." Kata Aurel.


" Kita keluar yuk...!" Ajak Adam.


" Kemana?" Tanya Tanti.


" Ke kantin." Ucap Adam


" Okelah. Ayo...!" Tanti akhirnya mau juga keluar dari kelas. Jika kekasihnya yang mengajaknya, pasti Aurel akan menurut.


Adam kemudian mengajak Aurel ke kantin. Dia kekantin dengan bergandengan tangan.


Adam dan Tanti kemudian duduk kantin.


Mereka kemudian memesan makanan.


" Kamu mau pesan apa?" Tanya Adam.


Aurel dan Adam kemudian makan di kantin. Namun mereka terkejut saat ada rombongan kakak kelas mereka. Mereka adalah geng Kobra. Geng yang terkenal sangat brutal. Mereka adalah kakak kelas Aurel. Jika saja rombongan geng Kobra datang, maka setiap anak akan menyingkir dengan sendirinya. Bagaimanpun juga Geng Kobra itu sangat menyeramkan dan sangat membuat resah para siswa di sekolah Aurel.


" Heh, minggir dong ...!" Ucap salah satu dari mereka.


Adam dan Aurel tidak menghiraukan mereka. Adam dan Aurel masih asyik makan bersama.


" Heh, kalian tuli yah? apa pura-pura tuli heh...!!!" Seru Roffi salah satu dari geng Kobra.


Geng Kobra itu mempunyai empat personil. Mereka adalah Roffi, Juna, Nanto, dan yang terakhir adalah Rey. Rey adalah ketua dari geng Kobra.


Rey itu terkenal perusuh di sekolahnya. Dia itu benar-benar perusuh. Rey itu suka sekali berkelahi, memalak anak-anak satu sekolah, tawuran, pokonya dia itu sudah menjadi biang keladi di setiap masalah.


Gurunyapun seperti sudah menyerah menghadapi si Rey . Dia sangat di segani di sekolahnya. Tidak ada yang berani melawannya.


Roffi, mencengkeram kerah baju Adam. Dia kemudian menyeret Adam. Adam seperti tidak terima di perlakukan seperti itu oleh geng Kobra. Walaupun geng Kobra adalah kakak kelasnya, tapi Adam tidak takut. Karena Adam memang sosok lelaki yang pemberani. Dia tidak takut dengan preman-preman receh seperti geng Kobra. Karena Adam itu di sekolahnya dulu juga pemimpin geng pembuat onar.

__ADS_1


" Heh,apa-apaan lu...!" Ucap Adam sembari menepis tangan Roffi.


" Eh, Lo ngelawan yah...!" Ucap Roffi.


" Ngelawan dia Rey." Ucap Nanto.


" Eh, berani Lo sama kit. Lo nggak tahu kan siapa kita. Lo kan di sini masih baru...!" Ucap Juna.


Rey hanya menatap Adam nanar. Sepertinya dia itu sedang sangat emosi. Tiba-tiba saja, Rey menggenggam tangannya. Tiba-tiba saja.


Buugh. Satu pukulan mendarat ke pipi Adam.


Adam tersungkur di lantai. Dia meringis kesakitan. Dari sudut bibirnya mengalir darah segar. Ada segera mengusapnya.


Aurel sedari tadi berteriak. Tapi nampaknya kantin dalam ke adaan sepi.


" Tolong...! tolong...! ada anak berantem nih...!" Teriak Aurel.


Adam menyerang Rey balik. Setelah itu kedua anak itu saling memukul. Sementara Juna, Roffi, dan Nanto, hanya bisa bersorak gembira melihat pertandingan yang ada di hadapannya.


Aurel mendekat ke arah Juna dan Nanto.


" Heh, kalian. Bukan di pisahkan malah di sorakin...!" Kata Aurel.


Juna dan Nanto saling menatap, saat Pak Rusdi datang. Pak Rusdi adalah guru BP di sekolah Aurel.


" Eh he he...ada apa ini...! kenapa kalian pada berantem." Ucap Pak Rusdi.


Rey dan Adam kemudian berhenti berantem. Sementara Juna dan Nanto hanya bisa menunduk takut. Mereka memang takut sama guru BP mereka. Karena guru BP mereka itu sangat menakutkan jika sedang marah. Dia pun tidak segan-segan untuk menskorsing murid-murid yang bandel dan suka berkelahi seperti ketiga anak itu. Juna,Rey, dan Nanto. Mereka siswa kelas 12 namun mereka itu siswa yang terkenal di sekolah menjadi biang perusuh.


Pak Rusdi menatap ketiga anak itu dengan tajam.


" Kalian berempat ikut saya ke kantor...!" Ucap Pak Rusdi.


Semua anak-anak yang melihat kejadian itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka seperti bosan melihat perkelahian Rey. Bagaimana pun juga, Rey itu adalah biang keroknya. Sudah berkali-kali dia mendapat skorsing, namun dia dan teman-temannya itu tidak pernah ada kapoknya. Di selalu berkelahi, berkelahi dan berkelahi. Entah sampai kapan mereka itu akan sadar. Kalau perkelahian mereka itu akan menjadikan nama baik sekolah itu jelek.

__ADS_1


__ADS_2