
" Iya Bik. Makasih." Kata Arka.
Arka kemudian bangkit dari duduknya. Dan dia kemudian melangkah ke atas untuk melihat anak-anak mereka.
Sesampai di kamar Aurel, Arka bingung. Melihat ranjang yang basah.
" Ada apa ini?" tanya Arka yang sudah siap berangkat ke kantor.
Zoya tersenyum pada Arka.
" Papa. Itu pa, Aurel tadi habis di siram sama mama."
Arka mengernyitkan alisnya.
" Ma, kenapa Mama menyiram Aurel. Mama itu kan sudah papa peringati. Jangan emosi kalau menghadapi Aurel." Ucap Arka pada Tanti.
Tanti hanya diam. Entahlah apa yang sekarang Tanti fikirkan. Dia itu seperti sangat kesal sekali jika meliaht anak kandungnya sendiri. Sudah berkali-kali Tanti memperingatkan Aurel, kalau Aurel itu tidak boleh manja. Tapi, Aurel itu tidak pernah mendengarkan apa yang Tanti ucapkan.
" Sudahlah Arka. Bela terus anak kesayangan kamu itu...!" Ucap Tanti.
Tanti kemudian berlalu meninggalkan kedua anaknya itu.
"Aurelnya mana?" tanya Arka pada Zoya.
" Ada di kamar mandi Pa." Jawab Zoya.
" Ya udah tungguin adik kamu di sini."
" Iya Pa."
Setelah Tanti pergi dari kamar Aurel, Tanti melangkah ke arah kamar si kembar. Kenzi dan Kenzo.
Tanti tersenyum. Karena Kenzi dan Kenzo itu sudah tampak rapi dan sudah siap untuk berangkat ke sekolah.
" Wah, anak-anak mama. Kalian sudah siap ke sekolah yah?" Tanya Tanti sembari melebarkan senyum.
__ADS_1
" Iya Ma." Jawab Kenzi dan Kenzo bersamaan.
" Bagus. Sekarang, kita turun yah. Nanti makan bersama." Kata Tanti.
Tanti kemudian menggandeng anak-anaknya sampai ke bawah. Sementara Arka sudah menunggu di bawah. Terkadang, Tanti dan Arka itu sering ribut gara-gara anak-anak mereka. Anak-anak yang susah sekali di atur. Seperti halnya Aurelia Anisa. Anak Arifin yang benar-benar sangat manja. Terlebih sangat manja sekali pada Arka.
Beberapa saat kemudian, Aurel dan Zoya turun ke bawah.
" Selamat pagi Ma,pa, Kenzi, Kenzo," Sapa Zoya.
Zoya menyapa tapi tidak dengan Aurel. Aurel itu masih menatap Tanti sebal. Bagaimana tidak, Pagi-pagi Aurel sudah di siram pakai air.
" Ah, sangat menyebalkan bertemu mama." Ucap Aurel dengan lirih. Hanya telinganya saja yang masih mendengar.
" Wah, mama masak apa? Sepertinya enak nih." Ucap Zoya sembari mengambil piringnya.
Setelah itu Zoya itu mengambil nasi dan lauk pauknya. Zoya kemudian makan. Begitu juga Kenzi dan Kenzo. Semua makan bersama.
" Wah, rasanya enak banget masakan mama." Ucap Kenzo.
" Mama kita memang is the best. " Ucap Kenzi.
" Ini bukan mama yang masak. " Ucap Tanti yang membuat anak-anak nya tercengang.
" Lho. Terus ini masakan siapa?" Tanya Kenzo.
" Masakan Bik Sumitri." Ucap Tanti.
Kenzi dan Kenzo saling menatap. Ternyata mereka itu sudah salah memuji masakan itu. Mereka fikir masakan itu adalah masakan Tanti.
" Wah, ini masakan Bik Sumitri yah. Masakannya lebih enak dari masakan mama." Ucap Aurel yang sepertinya masih menyimpan dendam kesumat dengan Tanti.
" Ih, Kata siapa. Masakan mama enak kok. Bik Sumitri saja kalah sama masakan mama." Ucap Kenzi.
" Iya. Mama yang masakannya paling enak. Nggak ada tandingannya pokoknya."
__ADS_1
Kenzi, Kenzo, dan Aurel lagi-lagi ribut di meja makan. Itu semua membuat Tanti dan Arka setiap hari harus bersabar menghadapi kelakuan anak-anak mereka.
" Sudah, sudah, nggak usah pada ribut. Makan tinggal makan aja, kemana pada ribut sih...!" Desis Zoya. Zoya yang selalu melerai jika adik-adiknya itu berantem.
" Sudah, ayo cepat habiskan makannya. Papa udah telat ke kantor nih...!" Kata Arka yang baru angkat bicara.
" Iya Pa." Ucap Kenzi dan Kenzo.
Kenzi dan Kenzo kemudian menghabiskan makannya. Begitu juga dengan Aurel dan Zoya mereka yang sedang makan, segera menghabiskan makanannya.
Setelah selesai makan, ke empat anak Arka pergi ke sekolah bersama Arka. Seperti biasa, sebelum pergi ke kantor, Arka itu mengantar anak-anaknya ke sekolah.
Pertama kali yang dia tuju adalah sekolah Aurel. Sesampainya di sekolah Aurel, Aurel turun dari mobilnya. Dia kemudian menyalim tangan ayah dan kakaknya. Tidak lupa juga dia jabatan tangan dengan si kembar.
" Pa, aku masuk dulu yah." Ucap Aurel.
Arka hanya mengangguk. Aurel kemudian berjalan masuk ke dalam sekolah. Dan tujuan kedua itu Arka mengantar Zoya.
Zoya kemudian turun dari mobilnya. Seperti apa yang tadi Aurel lakukan. Zoya juga berjabatan tangan dengan papanya dan kedua adiknya. Setelah itu, Arka melaju ke arah sekolah si kembar. Sesampai di sekolah si kembar, Si kembar Kenzi dan Kenzo kemudian keluar dari mobilnya. Setelah itu si kembar juga masuk ke dalam sekolahnya.
Setelah itu Arka mengendarai mobilnya sampai ke kantornya.
Sesampai di kantor, Arka kemudian turun dari mobilnya. Dia kemudian masuk ke dalam kantor. Rasanya Arka kangen sama kantornya. Sudah beberapa hari ini, dia tidak masuk kekantor karena sakit. Pekerjaan di kantorpun seakan sudah menumpuk.
" Selamat pagi Pak...!" Sapa para pegawai Arka saat berpapasan dengan Arka. Semua masih sama seperti dulu. Kantor yang sama,karyawan yang sama, tidak ada yang berubah. Sejak kematian Pak Bram, Arkalah yang mengurus semuanya. Dan semuanya masih sama tidak ada yang berubah.
" Pagi..." Arka balik menyapa. Dia masih melangkah ke arah ruang kerjanya.
Rahma sekertaris Arka menghampirinya.
" Pak Nanti sore akan ada jadwal meeting Pak, dengan Pak Fikri Raharja."
Arka hanya tersenyum.
" Iya. Kamu siapkan semuanya yah..."
__ADS_1
Rahma adalah sekertaris baru Arka. Entah dia itu sekertaris yang ke berapa. Yang pasti, selama ini Arka itu sudah sering kali gonta-ganti sekertaris. Dan di antara orang yang pernah menjadi sekertarisnya, mungkin Mbak Dina adalah orang yang paling lama kerja menjadi sekertaris.
Dia itu sekertaris Arka yang sangat di percayai. Awalnya Mbak Dona itu sekertarisnya Pak Bram. Namun Pak Bram yang memberikan Mbak Dona pada Arka agar dia mau mengajari Arka. Dan alhasil, semuanya jadi berhasil. Arka sekarang sudah jadi bos, berkat kegigihan Mbak Dona.