Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
ketemu mantan.


__ADS_3

"Ya Allah, kemana aku harus mencari Aurel? Di mana sekarang Arka menyembunyikannya. Jika saja Arka tidak mau menikahiku, kenapa dia tidak mengembalikan Aurel padaku."


Tanti menyeka air matanya.


"Tanti, "Ucap Herman yang tiba-tiba saja sudah berada di belakang Tanti.


Tanti menoleh.


"Herman. Kamu belum tidur?"


Herman tersenyum. Entahlah apa arti senyum Herman.


"Kamu kenapa nangis Tanti?" Tanya Herman.


"Sudahlah Herman, nggak usah basa-basi. Aku malas dengarnya."


"Tanti, kamu merindukan anak mu yah?"


Tanti terdiam.


"Atau kamu merindukan Tuan Arka?"


Lagi-lagi Tanti terdiam.


"Oke, aku nggak akan tanya macam-macam. Ikutlah dengan ku Tanti."


"Kemana?"


"Sudahlah, aku akan mengajak mu jalan-jalan supaya kamu tidak terlihat setres begitu. Gimana?"


"Oke deh. aku mau. Tapi, apa Tuan Arka nggak akan marah."


"Nggak akan Tanti. Tuan Arka nggak akan marah." Kata Herman.


Yah, inikan pestanya Tuan Arka bersama Jihan, dan mana mungkin Tan akan menemui mu. Pasti dia akan menghabiskan malam pertama dengan Jihan. Apalagi aku dengar, setelah menikah, mereka akan bulan madu ke Bali. Jihan akan langsung mengikuti Program hamil. Batin Herman .


Herman memang sudah tahu betul kegiatan Arka sehari-hari. Selain tugasnya untuk manjaga Tanti, Herman


juga bekerja di kantor juga. Jadi dia tahu semua kegiatan Tuan Arka.


Untuk saat ini,lebih baik aku, nggak mau mengatakan apa-apa dulu pada Nona, kasihan dia. Aku akan mencoba menghiburnya.


"Ayo nona." Ucap Herman.


Herman kemudian membawa Tanti ke pasar malam. Yah, mungkin di pasar malam, Tanti bisa merasa terhibur.


"Herman, aku senang sekali. Sudah lama aku tidak ke pasar malam. Aku jadi ke ingat sama Bang Fariz."


"Siapa Bang Fariz.?"


"Dia mantanku di kampung. Entah, gimana kabarnya sekarang. Aku tidak tahu. Aku dengar sih, kalau dia mau menikah. Entahlah, dia udah nikah atau belum."


Herman tersenyum.


"Nona kalau mau beli apa-apa tinggal pilih aja Nona. Nona mau apa, nanti aku belikan."

__ADS_1


"Makasih yah?"


Malam ini, Tanti tampak bahagia. Dia bisa menikmati ke indahan dunia luar. Sejak berada di rumah besar itu, pengawal Arka sengat menjaganya ketat. Tanti seperti seorang tawanan saja. Dia tidak di nikahi, dia juga tidak di bebaskan.


"Udah yuk Herman, kita pulang."


"Ya udah Non."


Herman dan Tanti kemudian melangkah ke arah mobil mereka terparkair. Tiba-tiba saja ada dua pasang suami istri tersenyum pada Tanti.


"Tanti, kamu ada di sini?Kebetulan Banget yah?" Ucap Marwa.


Faris dan Tanti saling menatap. Tampak kecanggungan menyelimuti mereka. Mereka saling tersenyum.


"Mas, Faris...?Kamu ada di Jakarta Mas?" Ucap Tanti pada Faris.


Tanti seakan-akan merasa lega bisa bertemu dengan Faris dan Salwa. Mungkin saja mereka bisa membebaskan Tanti dari cengkeraman Tuan Arka.


"Iya Tanti, Mas Faris sekarang bekerja di Jakarta. Dia sekarang bekerja di perusahaannya Tuan Arka."Ucap Marwa.


"Apa?"Tanti terkejut.


"Kenapa Tanti? "Tanya Faris.


Tanti menggeleng.


"Nggak apa-apa."


"Tanti, aku dengar-dengar kamu udah cerai yah sama Arifin." Ucap Fariz.


Saat nama Arifin di sebut, Tanti sangat muak sekali.


Aku benci Arifin. Aku benci Arka. Batin Tanti.


"Tanti, kenapa kamu diam?" Tanya Marwa


Tanti mencoba tersenyum, walau senyum itu menyakitkan.


ehhmm ... Herman berdehem. Membuat ketiga orang itu menoleh.


"Oya, kenalin. Ini Herman teman saya."Ucap Tanti.


"Dan Herman, kenalin juga. Mereka sahabat saya dari kampung."


Herman dan Fariz tampak berjabat tangan satu sama lain. Begitu juga dengan Marwa.


"Iya. Bang, aku telah bercerai dari bang Arifin. Mungkin kami sudah tidak ada jodoh. Jadi kita bercerai. Udah nggak ada yang saling cocok.


Faris masih memandangi wajah cantik Tanti. Sepertinya dia masih menyimpan rasa pada Tanti. Tapi tidak dengan Tanti. Di fikirannya sekarang hanya ada Tuan Arka, dan Tuan Arka.


***


Setelah Arka menikah dengan Jihan, Arka lebih memilih untuk tinggal di rumah orang tuanya. Karena sekarang Arka dan Jihan sedang melakukan program hamil. Jadi kebanyakan waktu Arka adalah buat Jihan.


Arka hanya mengunjungi Laura cuma satu minggu sekali setiap dia libur bekerja. Entahlah ini adil atau tidak bagi Laura. Tapi, mau bagaimana lagi. Mungkin inilah takdir Laura.

__ADS_1


Namun,perlahan-lahan Laura sudah sedikit-sedikit bisa berjalan. Walau tanpa Arka, dia akan tetap kuat. Dan Laura tidak tahu, dengan apa yang akan terjadi pada dirinya kelak.


"Ah, terserahlah Arka. Kamu mau seprti apa. Aku sekarang sudah tidak mau perduli lagi padamu. Kamu jahat Arka. Aku benci sama kamu." Ucap Laura.


Tok tok tok...


Laura denga tongkatnya,menghampiri pintu kamarnya, Dia tersenyum melihat siapa yang datang.


"Dewa,"


"Gimana kondisi kamu Laura sekarang?"


"Baik Dewa."


"Oh syukurlah kalau begitu. Banyak-banyak berlatihlah. Aku yakin suatu saat kamu akan kembali seperti semula."


"Iya."


Laura tersenyum pada Dewa.


Yah, walau dia tersakiti,namun di sisi lain masih ada lelaki yang mau memeberikan perhatiannya untuk Laura.


Dewa sangat mengerti sekali kondisi Laura. Dewa juga tidak bisa berbuat apa-apa. Arka dan Nyonya Alicia itu memang orang-orang yang keras kepala.


Dewa dan Laura sekarang berada di ruang tengah. Mereka tampak sedang asyik mengobrol. Yah, sejak Arka repot ngurusin Jihan istri keduanya, diam-diam Dewa mencuri-curi kesempatan untuk dekatin Laura.


Laura, tidak ada yang beruba bdengan mu. Kau masih sama seperti dulu. Kamu sangat cantik Laura. Batin Dewa.


Laura masih menebar senyum, saat Dewa merayu.


"Ha...ha... Dewa, rayuanmu itu sungguh garing. Makanya kamu tidak pernah ada cewek yang mau dekat denganmu. Cobalah kamu banyak belajar dari Arka. Arka itu jago sekali merayu perempuan. Belajarlah keromantisan dari Arka."


Laura tertawa lepas.


Dewa tersenyum.


Laura, aku janji aku akan berusaha untuk membuat kamu selalu tertawa dan perlahan kamu bisa melupakan Arka.


"Hei Dewa, kenapa kamu menatapku begitu. Ya ya..aku tahu, aku itu cantik dan aku juga tahu, kalau dari dulu kamu juga menggilaiku kan Ha... ha.." Ketawa Laura kembali memecah.


"Ah, Bisa saja kamu Laura."Dewa tersenyum malu-malu.


☺☺☺


Semangat Thor udah ada tiga novel rekomendasi untuk pengganti Tuan Arka.


* Ranjangku milik maduku💪


* Mertuaku kejam💪


*Istri yang tergantung


Oke readers.. siapa yang masih mau lanjut.


😀😀😀

__ADS_1


__ADS_2