
Zoya hanya bisa menunduk takut. Dia memang selalu takut jika saja ayahnya marah. Dia tidak berani menjawab atau berkata apa-apa jika sudah berhadapan dengan ayahnya. Arka sama Zoya memang seperti itu. Bukan karena dia tidak suka dengan Zoya. Tapi Arka selalu berfikir, dia itu tidak mau terjadi apa-apa dengan Zoya. Kalau saja Zoya salah bergaul, dan ada sesuatu yang terjadi pada Zoya. Siapa yang akan di permalukan pasti nama besar Arka akan ikutan tercemar. Arka sama sekali tidak menginginkan itu terjadi.
" Maaf Pa." Ucap Zoya. Zoya hanya bisa mengatakan maaf. Tanpa dia mengucapkan apa-apa. Zoya memang takut jika dia berhadapan sama ayahnya. Arka lebih ketat mengawasi Zoya dari pada Tanti. Selama ini, Zoya itu justru lebih dekat dengan Tanti ibu tirinya dari pada dengan Arka ayah kandungnya.
" Maaf. Kamu sudah berapa kali minta maaf Zoya. Papa itu sudah berkali-kali melarang mu untuk tidak berhubungan lagi dengan Ridho Zoya. Ridho itu memang sepupu kamu. Tapi dia bisa membawa pengaruh buruk untuk kamu. Tapi kamu sepertinya malah menantang Papa. Papa sudah berkali-kali melarang mu. Tapi kamu malah jalan sampai malam sama dia." Kata Arka penuh emosi.
" Papa. Sudahlah, jangan marahin Kak Zoya terus. Kak Zoya kan kasihan Papa." Ucap Aurel mencoba untuk membela Zoya.
" Sudahlah Pa, tidak usah di marahin. Biarkan Zoya masuk ke kamar." Ucap Tanti yang sudah berdiri di samping suaminya.
" Tanti. Tapi dia itu sudah kelewat batas...! Dia pulang jam segini" Kata Arka yang sepertinya sudah semakin emosi saja.
Zoya tiba-tiba saja memberanikan diri menatap Arka.
" Papa. Kenapa setiap aku pulang malam, Papa selalu memarahi ku. Tapi kalau Aurel yang pulang malam, papa tidak pernah memarahi Aurel. Itu tidak adil namanya. Papa lebih sayang sama Aurel, dari pada sama Zoya. Hiks...hiks..." Zoya tidak bisa membendung tangisannya. ,Oya kemudian menangis.
Zoya berlari ke kamarnya sembari berderaian air mata. Aurel juga pergi melangkah menyusul Zoya. Aurel dan Zoya itu memang dua sosok yang berbeda. Zoya itu memang penakut dan cengeng. Beda dari Aurel. Aurel itu memang lebih mirip dengan Arifin.
__ADS_1
" Sayang, sudahlah, kamu jangan marahin Zoya. Zoya itu kan anak kamu sayang, jangan terlalu keras sama dia. Kasihan. Lagian, Ridho dan Zoya juga sepupuan, aku yakin, Ridho tidak mungkin macam-macam sama Zoya. Mereka itu kan cuma sepupuan." Kata Tanti mencoba untuk menenangkan Ari suaminya.
" Tanti, aku sudah cukup lelah menghadapi Aurel. Dan sekarang, aku harus menghadapi Zoya. Aku bingung Tanti dengan mereka. Apa salah ku selama ini Tanti. Aku sudah berusaha untuk menjadi ayah yang baik untuk mereka semua. Tapi, kalau balasannya begini, bagaimana perasaan ku Tanti."
" Sudahlah Arka, kita duduk dulu. Kita bicarakan masalah ini secara baik-baik dengan anak-anak. Jangan kamu emosi seperti ini." Kata Tanti
Arka kemudian melangkah untuk duduk di sofa tamu. Dia ingin mengontrol emosinya. Arka kali ini sudah benaran di buat emosi oleh anaknya. Usia Arka sekarang sudah tidak muda lagi. Jadi Arka sudah tidak bisa seperti dulu. Dulu memang Arka sering sekali marah-marah. Tapi kali ini, Arka sudah mulai bisa menahan amarahnya. Apalagi saat dia di hadapkan dengan kenakalan remaja, anak-anaknya yang sekarang. Arka harus ekstra menjaga ke empat anaknya itu.
Tanti kemudian melangkah ke arah dapur. Dia mengambil gelas dan menuangkan air minum ke dalamnya. Setelah itu dia membawakan air itu untuk Arka.
" Sayang, ini aku bawain minum. Kamu minum dulu yah Arka." Kata Tanti sembari memberikan Arka minuman air putih satu gelas. Arka meraihnya. Dia kemudian meminum air putih pemberian istrinya itu.
Waktu Arka bersama Laura, Arka memang jarang mendapatkan perhatian. Karena Laura itu lebih mementingkan urusan pribadinya dari pada ngurusin suaminya.
Dulu Laura itu sangat suka sekali berlama-lama shoping dan ke salon. Dia juga suka sekali nongkrong dengan teman-teman nya di luar rumah. Dia juga jarang di rumah.
Namun sejak menikah dengan Tanti, Arka sudah mendapatkan perhatian lebih dari Tanti. Tanti selalu ada di sisi Arka. Setiap Arka membutuhkan, Tanti selalu ada untuknya. Setiap Arka menginginkan Tanti, Tanti selalu siap untuknya. Dan Tanti juga seorang ibu yang tepat untuk anak-anak Arka. Karena Tanti itu tegas dalam mendidik putra-putrinya.
__ADS_1
" Terimakasih yah sayang. Selama ini kamu sudah menjadi istri yang terbaik untuk aku." Ucap Arka sembari memandang Tanti lekat.
Tanti hanya tersenyum.
Arka kemudian meraih kepala Tanti, dan di tenggelamkannya kepala Tanti di dada bidang Arka. Walau usia mereka tidak muda lagi, Tapi kemesraan mereka tidak pernah pudar. Semakin hari, justru cinta mereka semakin kokoh saja. Tidak ada seorang pun yang bisa menghancurkan kekuatan cinta mereka.
***
Di dalam kamarnya, Zoya sudah membanting tubuhnya di ranjangnya. Dia kemudian menangis sesenggukan di tempat tidurnya. Bantal-bantalnya sudah basah di penuhi oleh air mata Zoya. Aurel juga sudah duduk di samping Zoya. Dia ingin mencoba menghibur Zoya. Aurel dan Zoya walau mereka hanya kakak dan adik tiri tapi mereka itu sudah seperti saudara kandung. Itu semua karena Aurel tidak pernah tahu kalau Zoya adalah kakak tirinya. Dan ,iya juga tidak pernah mengatakan kalau Aurel itu adalah adik tirinya.
Selama ini yang Aurel tahu, kalau Zoya itu adalah kakak kandungnya, makanya Aurel itu sangat sayang sama Zoya dan sangat mendukung Zoya.
Namun Zoya tidak demikian. Dia itu terkadang iri pada Aurel. Karena Aurel yang lebih di sayang oleh Arka. Zoya seakan merasa, kalau ayahnya itu sudah melupakannya dan mamanya yang bernama Putri. Zoya merasa, kalau ayahnya yang sekarang itu lebih mementingkan dan lebih menyayangi anak-anak Tanti dari pada dirinya Zoya seakan menjadi anak yang terasingkan oleh Arka. Zoya menganggap kalau Arka itu sudah tidak mengagap Zoya anak.
Padahal, bukan maksud Arka seperti itu. Arka melakukan itu demi kebaikan Zoya. Arka melarang Zoya bergaul dengan lelaki karena Arka tidak mau terjadi apa-apa dengan putri kandungnya itu.
Arka sangat menjaga sekali ke empat anaknya dari pergaulan-pergaulan bebas anak-anak di masa kini. Dia tidak mau kejadian-kejadian yang tidak di inginkan menimpa salah satu putrinya. Arka harus ekstra menjaga Kenzi, Zoya, dan Aurel anak-anak perempuannya. Karena anak perempuan itu, sangat rawan sekali denga pergaulan bebas itu.
__ADS_1
" Kak, kakak jangan sedih yah. " Ucap Aurel.
Hiks...hiks... Zoya hanya bisa menangis.