Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Kenzi demam.


__ADS_3

Di novel ini author tidak akan buat kalian pusing. Author tidak akan menamatkan novel ini, karena ini novel pertama yang author buat. Dan author masih suka menulis kisah tentang Arka dan Tanti. Jadi Author gak mau ikutan pusing melihat komenan para readers. Yang masih suka di baca aja, yang nggak suka tinggalin aja. 🙏🙏🙏


Selamat membaca❤️


****


" Sudah, nggak usah mengkhayal yang nggak-nggak kamu." Kata Zoya.


Aurel hanya menyeringai. Dia kemudian tidur berbaring bersama Zoya.


****


Waktu menunjukan jam 12 malam. Kenzi masih berbaring di kamar bersama Kenzo. Tubuh Kenzi panas tinggi. Kenzi sedari tadi hanya bisa merintih dan menggigil di atas tempat tidurnya.


Kenzo mengerjapkan matanya. Dia melirik ke arah saudara kembarnya. Sudah dua malam Kenzi dan Kenzo tidur sekamar. Biasanya mereka itu tidur beda kamar. Namun karena kamar Kenzi yang baru saja di renovasi, jadi terpaksa Kenzi harus tidur dengan Kenzo kembarannya.


" Kenzi. Kamu kenapa?" Ucap Kenzo. Dia sangat terkejut melihat Kenzi kembarannya itu. Biasanya, kalau Kenzi sakit, Kenzopun ikutan sakit.


Setelah tahu Kenzi demam, Kenzo langsung turun dari tempat tidurnya. Setelah itu dia pergi keluar dari kamarnya untuk menemui orang tuanya.


Tok tok tok...


Kenzi mengetuk pintu kamar Tanti dan Arka.


" Ma, ada yang ngetuk pintu. Siapa yah?" Kata Arka. Sedari tadi Arka itu belum tidur. Dia masih fokus di depan layar komputernya. Karena di kamarnyapun Arka menyediakan meja kerja sendiri.


" Siapa sih Pa?" Tanti tampak mengerjapkan matanya. Sedari tadi Tanti masih menemani suaminya itu. Dan dia juga baru terlelap.


Tanti kemudian turun dari ranjangnya. Dia kemudian menghampiri Kenzo.


" Ken,ada apa?" Tanya Tanti.


" Mama, Kenzi Ma. Kenzi sakit. Dia demam." Kata Kenzo menuturkan.


" Apa." Tanti terkejut.

__ADS_1


Arka menatap Tanti yang berada di pintu kamar.


" Siapa Ma...?" Tanya Arka sembari membenarkan letak kaca matanya


Tanti menoleh ke arah Arka.


" Kenzi Pa. Kenzi. Dia sakit. Kenzi demam." Kata Tanti menuturkan.


" Apa? Kenzi sakit?" Arka tampak terkejut


Arka sedikit panik, karena biasanya jika Kenzi sakit, pasti besoknya Kenzo akan menyusul sakit.


Arka bangkit dari duduknya. Dia kemudian melangkah ke arah Kenzo.


" Kamu tidur di sini saja." Kata Arka.


" Iya. Lebih baik kamu tidur di sini. Dari pada kamu itu nanti tertular." Kata Tanti.


Kenzo menurut. Dia kemudian tidur di kamar Arka dan Tanti orang tuanya. Sementara Arka dan Tanti itu melangkah untuk melihat kondisi Kenzi.


" Ya ampun pa, Kenzi panasnya tinggi banget." Ucap Tanti.


" Iya Pa. Mama akan keluar dulu. Mau ambil alat kompres."


Tanti kemudian bangun dari tidurnya. Setelah itu dia pergi meninggalkan kamar Kenzi untuk mengambil air dan handuk untuk mengompres.


Sementara Arka itu duduk di samping Kenzi. Dan memeriksa suhu tubuh Kenzi.


Beberapa saat kemudian, Tanti membawa air dan handuk kecil untuk mengompres. Dia kemudian memberikannya pada Arka.


" Ini Pa, kompresnya." Ucap Tanti.


" Baiklah. Saya yang akan kompres dia." Kata Arka.


Setelah itu Arkapun mengompres Kenzi. Wajah Kenzi tampak pucat,dia terbaring lemah.

__ADS_1


Arka menatap Tanti.


" Tanti. Sana kamu temani Kenzo. Biar saya yang ngurus Kenzi." Kata Arka pada istrinya.


" Baiklah Pa,"


Setelah itu Tanti pergi untuk menemui Kenzo, dan menemani Kenzo tidur di kamarnya. Sementara Arka mengompres Kenzi dengan telaten.


Setiap anak-anak sakit, pasti Arka yang lebih perhatian dengan ke adaan anak-anak. Tidak dengan Tanti. Jika di hadapkan dengan masalah anak-anak, dia itu hanya bisa panik sendiri dan suka marah-marah sendiri. Entah kenapa, Tanti sekarang dan Tanti yang dulu itu berbeda. Tanti sekarang banyak marah-marah dan emosi. Apalagi jika dia harus berhadapan dengan kenakalan Aurel.


Tapi Arka selalu bersabar,menghadapi istri dan anak-anaknya.


Sekarang Arka sudah sangat berubah. Sejak mengenal Tanti dan menikahi Tanti. Sifat tempramen nya itu seakan sudah hilang entah kemana. Apalagi, saat Tanti sudah berhasil memberikan dua anak kembar untuknya. Arka itu sangat menyayangi sekali anak kembarnya itu. Darah dagingnya bersama Tanti. Sepertinya tidak ada yang di beda-bedakan antara Aurel, Kenzi, Kenzo, dan Zoya oleh Arka. Mereka sama saja.Sama-sama anak Arka yang dia besarkan bersama Tanti.


Tanti kemudian keluar dari kamar Kenzi dan beranjak pergi ke kamarnya sendiri.


Tanti melihat Kenzo sudah tertidur pulas di ranjang besarnya. Betapa Tanti sangat bahagia melihat Putranya itu sekarang Kenzo sudah besar. Dia itu sudah menginjak bangku SMP. Rasanya Tanti itu sudah benar-benar menjadi istri yang sempurna buat Arka.


Tanti mendekat ke arah Kenzo. Setelah itu dia pun tertidur di samping Kenzo.


Sementara Arka, sedari tadi mengompres anaknya itu, yang tak kunjung-kunjung sembuh.


" Duh, nggak biasanya Kenzi demam seperti ini. Kalau sampai besok panasnya nggak turun-turun, aku akan panggil Dewa kesini untuk memeriksa Kenzi." Kata Arka.


Di kamar Aurel merasa haus. Dia kemudian beranjak keluar dari kamar untuk mengambil minum di dapur.


Aurel kemudian melangkah melewati kamar Kenzi. Dia melihat Arka sedang mengompres Kenzi.


" Ih, papa. Kenapa dia harus selalu memperhatikan Kenzi. Kalau Kenzi sakit, pasti papa akan bela-belain nggak berangkat ke kantor. Tapi kalau aku yang sakit, papa pasti ngebiarin aja. Dasar papa..." Kata Aurel sembari berlalu melewati kamar Kenzi.


Aurel kemudian melewati kamar Tanti. Diapun melihat mamanya sedang tidur memeluk Kenzo.


" Ih, mama juga. Kenapa kalau soal Kenzi dan Kenzo, mereka berdua itu lebih perhatian. Kalau sama aku, mereka cuek banget." Kata Aurel.


Aurel sepertinya memang iri jika mama dan papanya itu lebih sayang sama Kenzi dan Kenzo dari pada sayang sama dia. Entah kenapa, Aurelia itu selalu merasa iri dan tidak ingin tersaingi oleh siapapun.

__ADS_1


Di sekolahnya, dia itu terkenal menjadi gadis yang sombong. Dia selalu memamerkan apa saja yang pernah Arka berikan kepadanya. Barang-barang mahal yang selalu Arka belikan di luar negeri, dan barang-barang lain.


Aurel dan Zoya jauh berbeda. Karakter Zoya yang meniru ayahnya Arka Wijaya, dan karakter Aurel juga meniru ayah kandungnya Arifin. Entah di mana Arifin sekarang. Sejak pernikahan Arka dan Tanti, dia seperti menghilang. Dan itu membuat Arka dan Tanti merasa nyaman tanpa gangguan Arifin lagi.


__ADS_2