Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Arka yang sangar.


__ADS_3


PENAMPAKAN ARKA YANG SEKARANG. Wkwkwk..😀😀😀


Yah, selain jago silat, Arka ternyata juga mempunyai hobi mengoleksi motor gede. Dia mempunyai banyak koleksi moge di rumah. Dan dia akan menggunakan motor-motor itu pada waktu libur.


Dan sekarang Arka tampak sangar di lihat. Brewok dan kumisnya, yang belum sempat di cukur, di biarkannya melebat. Dengan jaket yang berwarna gelap, kaca mata hitam yang selalu melekat di matanya, dan parfum yang tak lupa dia semprotkan di tubuhnya. Membuat khas tersendiri untuk Arka. Arka menyambar kunci motornya.


Arka melesat dengan mogenya. Dan ternyata dia pergi ke toko mainan anak.


"Selamat malam Tuan. Ada yang bisa saya bantu."


Arka tampak mengamat-amati semua mainan di tempat itu.


"Mbak, aku pengin beli Boneka Barbie yang komplit ada rumahnya dan pakiaannya."


"Oh, iya. aku akan ambilkan." Kata sang pelayan.


Arka kemudian menunggu, sang pelayan untuk mengambil boneka.


Tiba-tiba saja, gendang telinganya, mendengar seseorang yang minta tolong.


"Tolong... tolong....tolong..." Suara seorang wanita meminta tolong.


Arka mendengarkan dengan seksama.


"Tolong lepasin, lepasin aku, " Ucap wanita itu yang suaranya sudah tampak terdengar oleh telinga Arka.


"Malam -malam gini, ada suara orang meminta tolong, siapa yah?" Gumam Arka.


Arka terdiam.


"Tuan,ini boneka barbienya Tuan."


"Iya. Bungkus dulu yah. Nanti aku pergi sebentar. Nanti aku kembali lagi." Kata Arka sembari buru-buru pergi meninggalkan toko tersebut.


Arka kemudian mencari tempat suara itu.


Arka kemudian melihat seorang wanita yang sedang terduduk dan di depannya sudah ada tiga preman yang akan memperkosanya.


"Tolong... jangan lakukan ini pada saya."


Tanpa fikir panjang lagi, Arka mendekati ke tiga preman itu, dan menghajarnya.


Bugh.. bugh...bugh..


Dan terjadilah aksi saling pukul antara Arka dan preman-preman tersebut.


Preman-preman itu akhirnya lari tunggang langgang saat mengetahui kehebatan Arka dalam bertarung.

__ADS_1


Tiba-tiba saja seorang wanita memeluk Arka dengan erat. Dia menangis.


"Arka, aku takut...Takut sekali..." Ucap Wanita itu.


Arka segera melepaskan pelukannya.


"Chelsea..kamu kenapa malam-malam gini bisa ada di sini? apa yang kamu lakukan?" tanya Arka.


Chelsea menangis sesenggukan. Yah, saat ini memang dia benar-benar takut. Ketiga preman itu tampak akan memperkosanya.


"Tadi aku di turunkan di tengah jalan oleh taxi online di sini. Dan ternyata supir itu besekongkol dengan preman-preman tadi mau memperkosa ku." Ucap Chelsea.


"Ya udah, kemana kakak kamu? kenapa kamu nggak minta di anterin sama Andre."


"Kak Andre sibuk Arka."


"Ya udah nanti aku antar kamu pulang."


"Makasih yah Arka."


Chelsea sekarang sudah merasa tenang.Yah, Chelsea merasa bersalah sekarang pada Arka. Dia sudah banyak menjahatinya. Dan dia sekarang menyesal, karena telah mencoba membunuh Arka waktu itu.


"Oh iya Chelsea, aku mau mampir ke toko mainan dulu. Motorku juga ada di sana."


"Iya. Aku ikut."


Arka kemudian kembali lagi ke toko mainan tersebut. Di ikuti Chelsea di sampingnya. Dia membeli boneka Barbie untuk Anisa.


"Iya Tuan terimakasih."


Setelah itu, Arka akan mengantar Chelsea pulang.


"Arka, terimakasih yah, Kamu udah nyelamatin aku tadi."


"Iya. sama-sama Chelsea. Makanya kamu kalau mau kemana-mana minta di antar sama sopir. Soalnya kan sekarang rawan pembegalan. Apalagi kamu seorang wanita. Nggak baik malam-malam gini keluyuran sendirian."


Arka kemudian memasang helmnya dan memakai kaca mata hitamnya. Membuat Chelsea kagum.


Lagi-lagi Chelsea bengong menatap pemandangan indah di depannya. Lelaki yang selama ini sudah membuatnya jatuh cinta dan hampir gila itu, sekarang mau mengantarnya pulang naik motor.


Namun sekarang Chelsea sadar. Kalau cinta itu, tidak harus saling memiliki. Dan Chelsea mau belajar melupakan Arka. Dan akan menghapus dendam itu di hatinya.


***


Malam ini, Tanti begitu gelisah. Dia ingin tidur tapi matanya belum bisa terpejam. Dia masih membolak-balik kan badannya di tempat tidur.


"Ah, kenapa aku nggak bisa tidur yah. Kenapa aku jadi teringat Arka dan aku juga teringat Aurel. Mudah-mudahan mereka baik-baik saja."


Tanti mencoba memejamkan matanya. Namun, tiba-tiba saja suara motor memecahkan tidur Tanti. Tanti terkesiap, dia langsung bangun dan duduk.

__ADS_1


"Siapa yah yang datang. Tapi kok seperti bukan suara mobil Andre deh."


Tanti mengintip dari balik tirai kamranya.


Deg deg deg.


Tanti meraba dadanya sendiri. Entah kenapa jantungnya jadi berulah lagi.


"Chelsea pulang di antar siapa yah? Siapa cowok itu?"Gumam Tanti yang masih di selimuti rasa penasaran.


"Apa itu cowoknya Chelsea? Aku jadi penasaran."Gumam Tanti.


Tanti perlahan-lahan mendekat ke arah ruanh tamu. Dia mengintip sedikit dari balik jendela.


Arka membuka helemnya. Membuat Tanti yang ada di dalam rumah ternganga tidak percaya.


"Astaga...Arka... Benarkah dia Arka ku. Kenapa dia jadi berubah sekali. Dan kenapa malam-malam gini, Arka mengantar Chelsea. Apakah mereka punya hubungan."


Tanti masih setia mengintip dengan hati berdebar dan oerasaan yang berkecamuk.


Lagi-lagi Tanti menegak air liurnya sendiri sembari meraba dadanya yang penuh getaran. Sebenarnya dia ingin sekali berlari dan memeluk Arka dengan sangat erat.


Rindu yang mendalam pada sosok Arka, orang yang sudah membuat Tanti jadi gila.


"Nggak. Aku nggak boleh menemuinya. Arka tidak membutuhkan ku lagi. Arka juga tidak mau mencari ku. Untuk apa aku menemuinya.Aku benci Arka. Arka tidak pernah mencintaiku. Arka cuma cinta ama nona Laura juga Jihan. Buktinya dia nggak mau mencari keberadaan ku. Dia juga tidak mau menikah dengan ku."


Setetes bening mengelir dari pelupuk mata Tanti. Tanti kemudian berlari ke kamarnya.


Dia membanting tubuhnya ke kasur sembari menangis.


Hiks...hiks...


"Arka jahat. Arka jahat. Arka tidak cinta sama Tanti. Arka udah melupakan Tanti. Dan apa arti dinner dan cincin ini. Apa arti semua ini."


Tanti melepas cincin pemberian Arka. Dia mengamati cincin itu sambil menangis.


"Kenapa Tuan. Kenapa kamu selalu buat aku tersiksa. Aku tersiksa dengan cinta ini, aku tersiksa dengan rindu ini. Kenapa kamu lakukan ini padaku Arka."


Di sisi lain, Arka masih tampak mengobrol dengan Chelsea.


"Makasih yah Arka, sudah mau ngantar aku pulang." Ucap Chelsea.


"Iya sama-sama Chelsea."


"Oh iya, kalau Arka mau masuk, masuk aja yuk. Tapi Kakak ku belum pulang."


"Nggak usah lain kali aja."


Tiba-tiba saja sebuah mobil berparkir di halaman depan rumah Chelsea. Yah, memang tepat sekali waktunya. Andre datang.

__ADS_1


Andre keluar dari mobilnya. Dia kemudian memeluk Arka. Mereka berpelukan sebentar untuk melepas kangen karena akhir-akhir ini, mereka tidak pernah bertemu.


__ADS_2