Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Di culik.


__ADS_3

"Tolong...tolong..." Suara Chelsea menggema ke seluruh sudut jalan.


Mobil hitam yang membawa Tanti kini raib entah kemana. Nia tidak bisa mengejarnya karena waktu itu, dia bersama Tanti sedang berjalan keluar dari parkiran mall.


Tanti di culik. Yah, ada tiga orang bertopeng yang membius Tanti dan mengajaknya pergi dengan mobil, dan membawa Tanti kabur.


Chelsea menangis. Orang-orang di sekitar situ, pada memburu Chelsea.


"Ada apa Neng.?" tanya seorang bapak paruh baya pada Chelsea.


"Teman saya di culik Pak. Hiks..hiks..." Chelsea menangis.


"Apa, di culik! Jadi tadi itu mobil penculiknya."


"Iya."


Mobil itu pun sudah menghilang dari pandangan warga. Dan tak ada satupun yang bisa nengejarnya. Karena mobil itu suah terlalu jauh.


"Yah, kalau begitu mending lapor polisi aja Neng." celetuk salah satu kumpulan warga itu.


Chelsea langsung meraih ponselnya dan menelpon Kakaknya.


" Halo Kak Andre. Gawat banget Kak. Ini gawat banget."


"Ada apa Chelsea, gawat kenapa?"


"Kak Tanti di culik."


"Apa, di culik?"


"Iya."


Andre mengusap wajahnya kasar. Dia terduduk lemas.


Tanti di culi**k cobaaan apa lagi ini. Batin Andre.


"halo Kak...Ka..masih di situ?"


Andre kemudian mendekatkan ponselnya ke telinganya lagi.


"Iya. Aku mendengar. Baiklah jangan panik. Aku akan menghubungi Arka. Arka kan anak buahnya banyak, mudah-mudahan Arka mau membantuku mencari Tanti." Ucap Andre.


Andre tampak frustasi. Yūah,dia juga sedikit takut untuk kehilangan Tanti. Dia ingin menikahi Tanti karena Andre tahu Tanti wanita baik dan mau menutup aurat tubuhnya dengan hijabnya.

__ADS_1


Selama ini Andre memang selalu patah hati karena dia selama ini selalu menemukan wanita yang salah. Semua perempuan yang pernah dekat dengan Andre itu, perempua matrealistis. Mereka mendekati Andre cuma karena harta Andre.


Dan Andre jatuh cinta saat menemukan sosok Tanti yang masuk dalam kehidupannya juga masuk dalam hatinya. Tanti berbeda dari wanita lainnya. Dia sosok wanita sederhana dan tidak banyak tingkah.


Dia bukanlah wanita yang suka menghambur-hamburkan uang dan suka berfoya-foya. Namun Tanti adalah wanita yang lemah lembut tutur katanya juga perilakunya. Dia juga penyayang anak-anak.


...****************...


Setelah tahu kalau Tanti di culik Arka pun panik. Dia kemudian mengumpulkan semua anak buahnya dan mau mengerahkan mereka untuk mencari Tanti.


"Sekarang kalian cari Tanti sampai ketemu...!" Kata Tuan Arka dengan tegasnya.


"Baik Tuan." Kata ke dua puluh orang itu kompakan.


Setelah itu, tanpa aba-aba mereka bubar dan pergi siap untuk mencari Tanti.


"Huh, Herman. Lagi-lagi nona Tanti, Lagi-lagi Nona Tanti. Bosen aku Herman." Kata Dani mengeluh.


"Sabarlah sudah, namanya juga kerja. Kamu udah punya istri. Kayak nggak pernah muda saja. Namanya cinta, ya kalau ada orang yang di cintainya di culik pasti kita akan panik." Kata Herman menimpali.


"Tapi kenapa nona Tanti terus. Menurutku yah, kalau nona Tanti nggak mau sama Tuan muda, ya Tuan muda nggak bisa memaksa. Kenapa Tuan muda harus memaksakan kehendaknya terus sih. Heran aku Herman."


"Sudah, jangan menggerutu begitu. Tuan Arka itu orang yang baik hati. Mungkin setelah ini, dia mau ngasih komisi yang lebih besar."


"Kalau soal perasaan, kita tidak pernah tahu Dani perasaan nona Tanti ke Tuan Arka itu kayak gimana."


"Ah, biarinlah Itu urusan mereka berdua. Yang penting kita cari nona Tanti sampai ketemu."


Herman dan Dani kemudian pergi meninggalkan rumah Tuan Arka.


...****************...


Arka menghela nafasnya dalam. Dia benar-benar stres di buatnya. Tanti benar-benar hampir membuatnya gila. Sudah berkali-kali Tanti menghilang. Namun kali ini dia di culik. Lalu siapa yang sudah tega menculiknya. Apakah musuh Arka yang masih mempunyai dendam pribadi? atau musuh Tanti pribadi. Namun yang Arka tahu, di sini Tanti tidak punya siapa-siapa kecuali Arfin.


"Arifin...!" Teriak Arka tiba-tiba. Saat - saat seperti ini, Arka teringat dengan Arifin.


Apakah mungkin Arifin yang menculik Tanti. Batin Arka.


Arka kemudian berdiri dan melangkah pergi. Sepertinya dia ingin mencari Arifin dan akan mencari tahu siapa yang sudah berani menculik Tanti. Yah, sekarang Tantilah kelemahan Arka.


"Idris. Ayo kita berangkat."


"Kemana Tuan? Apakah kita akan ikut mencari nona?"

__ADS_1


"Aku mau mencari Arifin. Siapa tahu, dugaan ku benar kalau dia yang mau membawa Tanti kabur."


"Baiklah Ayo Tuan. Aku juga khawatir dengan ke adaan nona. Soalnya jaman sekarang banyak perempuan yang di peralat untuk mencari uang. Mereka kadang di bawa ke clab malam untuk menjadi perempauan malam, atau bahkan di suruh jadi pengemis."


Arka menabok bahu Idris.


"Jangan ngomong kayak gitu kamu! Kamu mau nyumpahin wanita ku."


"Nggak Tuan. Saya nggak bermaksud seperti itu Tuan."


"Ya udah, ayo kita pergi."


Arka dan Idris kemudian menuju ke rumah Arifin. Setelah keluar dari mobilnya, Idria dan Arka langsung melangkah ke rumah Arifin.


"Arifin...! Keluar kau.!"


"Tuan. Jangan teriak-teriak gitu. Nggak enak di lihatin orang."


"Aku emosi Idris. Mungkin aja dia pelaku penculikan itu."


Seseorang ibu muda tiba-tiba sudah berdiri di belakang Tuan Arka.


"Maaf Tuan. Arifinnya sudah tidak tinggal di sini lagi."


Arka langsung menoleh ke arah ibu muda tersebut.


"Apa. Jadi rumah ini kosong?"


"Iya. Arifin sudah menikah lagi. Dia sekarang tinggal bersama istrinya. Sekarang juga rumah ini mau di jual."


Arka mendesah frustasi.


"Terus siapa dong yang sudah menculik Tanti."


...****************...


Di sebuah kamar mewah seorang lelaki muda berpawakan sedang, berkulit sawo matang, dan bemata sedikit sipit itu sedang memandangi Tanti yang masih pingsan karena obat bius.


"Ha...ha... Sekarang kamu sudah masuk ke perangkap ku Tanti. Kali ini, kamu akan menjadi istriku dan kamu tidak akan pernah bisa lari lagi." Gumam lelaki muda itu.


Yah, lelaki itu bernama Hans Marcelio. Dia seorang lelaki muda yang sudah lama menganggumi Tanti.


Hans Marcelio pernah ke kamoung Tanti untuk membeli lahan di sana. Dan dia ingin mendirikan sebuah peruasahaan di sana. Namun saat dia bertemu Tanti, dia langsung jatuh cinta dan mengejar Tanti. Namun Tanti selalu menolaknya karena dari kabar yang beredar, Hans itu sudah mempunyai dua istri. Dan waktu itu pula, Tanti masuh berhubungan dengan Faris.

__ADS_1


Dan setelah Tanti menikah dengan Arifin, barulah Tanti bebas dari kejaran Hans. Dan sekarang Tanti masuk lagi ke perangkap Hans. Apakah Tanti akan bisa lari dari perangkap Hans, Akankah Arka akan bisa menyelamatkannya. Arka dan Hans memang sama-sama orang kaya raya. Namun di sini Hans adalah orang yang sedikit sadis. Dia selalu melakukan banyak kecurangan-kecurangan dalam berbisni.


__ADS_2