Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Rahasia telah terbongkar.


__ADS_3

Tak terasa sebulir bening menetes


dari pelupuk mata Andre.


"Bertahan lah Putri."


"Aku cuma mau mengatakan, kalau sebenanya ayah Zoya masih hidup dan belum meninggal."


"Apa?"


"Iya. Ini adalah rahasia besar yang selama ini aku tutupi."


"Terus, siapa sebenarnya ayah Zoya Putri?"


"Arka..."


Deg,


Jantung Andre seakan mau copot dari tempatnya saat Putri mengatakan, kalau Zoya adalah anak dari Arka.


"Aku sudah tidak kuat lagi Andre, tolong titip Putri. Katakan pada Arka, kalau Zoya adalah darah dagingnya."


Andre menangis. Begitu pahitnya kenyataan kalau ternyata hubungan terlarangnya Arka bebeapa tahun silam, telah menghasilkan seorang anak. Yah Andre tahu betul kejadian waktu itu. Karena Arka sendiri yang mengatakannya.


Tiba-tiba saja, garis yang ada di layar monitor itu, sudah tiak bergerak lagi. Dan garis itu menunjukan garis lurus.


"Inalilahi wa inailaihi rojiun. Putri telah meninggal. Dan bagaimana ini, Siapa yang harus aku hubungi. Aku tidak tahu, siapa yang harus aku hubungi. Yah Arka. aku akan telpon dia."


Andre kemudian menghubungi Arka.


"Halo Arka."


"Kenapa Wa?"


"Putri telah meninggal. Sekarang aku nggak tahu, akan di bawa kemana Putri."


"Ya udah. Nanti aku akan kirim no telpon Mbaknya Putri. Tapi untuk saat ini aku belum bisa pulang."


"Iya Arka."


"Tolong Andre, jaga Zoya baik-baik. Kasihan dia, dia sudah yatim piatu."


"Iya Arka."


Tut. Andre menutup saluran telponnya.


Arka, seandainya kamu tahu Arka,kalau sebenarnya Zoya itu,adalah anak kamu. Anak dari hubungan gelapmu sama Putri.


...****************...


Andre pulang dengan wajah murung penuh kesedihan. Namun, dia adalah sahabat baik Arka. Dia itu, sahabat yang sangat pandai menyimpan rahasia Arka.


Dulu sewaktu masih sekolah,mereka memang sahabat yang sangat dekat dan tidak terpisahkan. Tapi sekarang karena kesibukan masing-masing,mereka jadi jauh.


"Asalamu alaikum."


"Wa alaikum salam." Jawab Chelsea dan Tanti bersamaan.


Andre duduk dan bergabung bersama mereka.


"Kenapa Kak. Kok kelihatannya murung gitu, lagi ada masalah?" tanya Chelsea.

__ADS_1


"Iya." Ucap Andre sembari menatap Zoya yang sekarang sedang terlelap di pangkuan Tanti.


"Ada apa Ndre?"Tanya Tanti yang ikutan penasaran.


"Em...itu. Mamanya Zoya udah meninggal." Kata Andre menuturkan.


Hiks..hiks..


Tiba -tiba saja Tanti menangis. Yah, dia menangisi Zoya. Yang Tanti tahu, kalau Zoya adalah anak yatum piatu.


Chelsea mendekat ke arah Tanti. Chelsea memeluk Tanti.


"Aku nggak nyangka. Kalau ternyata nasib anak ini kasihan sekali. Bocah sekecil ini, sudah tiak punya orang tua." Ucap Tanti yang masih berlinangan air mata.


"Iya Ka. Sabar. Aku juga kasihan sama Zoya." Ucap Chelsea.


Ah, andai kalian berdua tahu siapa Zoya. Dia adalah seorang pewaris keluarga Wijaya. Dia adalah anak orang besar Tuan Arka Wijaya.


"Hush, kenapa kalian pada menangis seperti itu. Kayak lagi lihat adegan drama korea saja. Ini,aku pulang, bukannya di sambut. Malah pada nangis."Gerutu Andre.


Lelah yah hari ini memang sangat melelahkan. Dia harus melayat juga ke makam Putri.


"Iya deh, aku buatin minum. Mau minum apa?" Tanya Chelsea.


"Buatin susu hangat saja Chelsea."


"Okelah."


Chelsea kemudian bangkitbdan langsung melangkah ke arah dapur.


Andre mendekat ke arah Tanti. Dia ingin mencoba menghibur Tanti.


"Sudah yah Tanti. Jangan nangis terus. Aku sedih kalau lihat kamu nangis begini."


Tanti, aku harap, kamu akan menerima cinta ku Tanti. Aku sudah sangat jatuh cinta sama kamu. Kamu itu, wanita yang sangat berbeda.


...****************...


Andre masih tertidur di sofa ruang tamu. Yah, semalam dia tidak bisa tidur. Dia galau karena Tanti. Sampai sekarang Tanti tidak memberikan jawaban.


Adzan subuh pun berkumandang. Setelah selesai sholat subuh,Tanti keluar dari kamar. Dia menuju ke ruang tamu.


Tanti tersenyum, saat melihat Andre masih tertidur pulas.


"Ah, kasihan Andre. Pasti dia capek banget."


Tanti kemudian mendekat ke arah Andre dan duduk di sisi Andre.


"Andre, bangun. Apa kamu nggak mau sholat. Ini sudah setengah enam. Nanti kamu bisa kesiangan." Ucap Tanti saat membangunkan Andre.


Andre tersenyum, saat melihat Tanti. Yah, wajah Tanti sangat ayu, dia sangat berseri-seri. Mungkin itu semua karena dia tidak lupa untuk berwudhu setiap melakukan apa-apa.


"Tanti."Ucap Andre yang tampak gugup saat melihat Tanti ada di dekatnya.


Andre mengucek matanya kemudian dia bangkit dan duduk.


"Kamu nggak mau sholat subuh?" tanya Tanti.


"Iya. Aku mau sholat kok. Kamu udah sholat."


Tanti mengangguk." Ya. Aku sudah mandi udah sholat."

__ADS_1


"Pantas aja kamu wangi." goda Andre.


Tanti tersenyum.


"Zoya kemana Tanti. Apa semalam dia tidur sama kamu?" tanya Andre.


"Iya Andre. Dia tidur sama aku."


"Tapi dia tidak nanya mamanya kan."


"Tidak Andre. Aku juga belum berani mengatakan pada Zoya. Aku nggak tega."


"Ya udah. Untuk saat ini, jangan bilang apa-apa dulu yah pada Zoya."


"Iya. Sebenarnya siapa itu Zoya?"


Andre terdiam. Dia tidak ingin mengtakan kebenaran itu pada siapapun.


"Tanti, tolong yah, untuk saat ini, aku mohon kamu, jagain Zoya. Aku nggak tega ngelihatnya. Tapi untuk sementara saja kok. Nanti aku akan kasih dia ke ayah kandungnya."


"Ayah kandung?"


"Iya. Dia temanku."


"Siapa ayah kandung Zoya?"


"Aku belum bisa mengatakannya Tanti."


"Oke lah."


Andre menatap Tanti dalam. Dia seperti sudah tidak sabar dan dia menginginkan jawaban dari Tanti secepatnya.


"Tanti, apa jawaban kamu Tanti?"


"Aku nggak tahu Andre. Karena maaf yah, untuk ini, di hati aku masih ada seseorang yang belum bisa aku lepas. Aku belum bisa untuk melupakannya."


"Baiklah kalau gitu aku tahu. Jadi biarkanlah aku Tanti, aku ingin membuatmu jatuh cinta pada ku. Dan setelah itu, aku akan buat kamu melupakan dia."


"Terserah kamu Ndre. Aku juga lagi belajar melupakannya."


"Makasih yah Tanti. Aku akan selalu menunggu mu. Apapun jawaban kamu,aku pasti akan terima dengan ikhlas."


Tanti tersenyum.


"Ya udah. Aku mau ke kamar yah. Aku mau menemui Zoya."


"Iya. Silahkan."


Tanti kemudian ke kamar. Dia masih melihat Zoya terlelap.


"Cantik sekali yah, dia. Sekarang bagaimana kondisi Aurel. Apakah dia bahagia di sana. Apakah Arka tidak akan menelantarkannya. Jahat sekali Arka." gumam Tanti pelan.


Tanti berjalan ke arah jendela. Dia kemudian membuka tirai hljendela itu. Dan sinar mentari sedikit menelusup masuk,


Zoya mengerjapkan matanya.


"Selamat pagi Zoya."


Zoya melebarkan senyumananya pada Tanti.


"Pagi Tante cantik. Tante cantik mirip banget sama om ganteng. Om ganteng juga selalu mengucapkan selamat pagi pada Zoya."Tutur Zoya.

__ADS_1


*Iya Zoya, om Andre itu memang orang bai*k pasti om yang kamu maksud om Andre kan? Batin Tanti.


__ADS_2