
"Ini Tuan kuncinya." Ucap Fahmi.
"Terimakasih."
Tuan Hans kemudian pergi melangkah ke kamar Tanti. Di bukanya pintu itu, yang membuat Tanti terkejut dan takut bukan kepalang.
Tubuh Tanti bergetar. Dia panas dingin keringatnya mengucur keluar dengan derasnya karena saking takutnya. Hans melebarkan senyumnya.
"Hai sayang, selamat datang di rumah calon suamimu."
Tanti menegak salivanya. Dia hampir saja mati karena ketakutan. Tanti tahu betul siapa Hans.
"Nggak mungkin. Aku pasti sedang mimpi buruk."
Hans mendekat ke arah Tanti. Membuat Tanti melangkah mundur. Dan sesampai di sisi ranjang tubuh Tanti terjatuh. Entah apa yang akan Tuan Hans lakukan pada Tanti.
"Kamu cantik sekali Tanti. Tidak ada yang berubah."
"Tu..tuan, kenapa Tuan menculik ku. Apa yang Tuan mau dari ku?"
"Tanti, aku tidak mau apa-apa darimu. Aku cuma mau kamu jadi istriku."
Tanti menggeleng.
"Tidak Tuan. Aku tidak mencintaimu. Aku sama sekali tidak mencintaimu. Bagaimana mungkin aku akan menjadi istrimu."
"Sayang ku Tanti. Kamu kenapa sih dari dulu selalu menolak ku. Apa kekuranganku Tanti. Aku kaya raya,aku juga tampan."
"Tapi aku nggak cinta sama kamu."
"Iya itu sekarang Tanti. Tapi lama-lama kamu juga akan terbiasa. Aku yakin cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya."
Tanti menghela nafasnya dalam.
"Cukup Tuan jangan berani mendekat."
"Memaang kenapa sayang?"
Tanti beringsut memundurkan dirinya sampai di tengah ranjanng.
Apa yang akan orang gila ini lakukan. Mudah-mudahan dia tidak memperkosaku. Dia itu sudah sangat terobsesi denganku.
Drrrrt drrrtt
Tiba-tiba saja ponsel Tuan Hans berbunyi. Dia kemudian buru-buru mengangkat telponnya.
"Huh syukurlah." Tanti masih bisa bernafas lega.
"Kenapa aku harus terjebak di sini. Dulu aku terjebak oleh Arka. Sekarang Tuan Hans. Sebenarnya cobaan apa ini. Hah, jangan sampai aku jatuh cinta pada Tuan Hans. Dia memang tampan juga kaya. Tapi dia sudah beristri dua. Aku malas kalau harus berbagi." Gumam Tanti.
...****************...
Andre masih diam membisu. sampai saat ini, Tanti belum di temukan.
"Kak, ini kan sudah dua hari Kak Tanti menghilang. Kenapa kita tidak lapor polisi saja."
"Iya Chelsea. Tapi aku tidak bisa melakukannya sendiri. Aku harus kerja sama dengan Arka. Karena menurutku Arka orang yang cerdik untuk masalah seperti ini."
"Iya benar Kak."
__ADS_1
Andre kemudian, menelpon Arka. Dia ingin memastikan kabar selanjutnya.
"Halo Arka."
"Iya Ndre."
"Gimana, ada kabar dari Tanti belum?"
"Belum Ndre."
"Yah, kemana dia. Siapa yang sebenar sudah menculik Tanti Arka.Tanti kan tidak punya musuh. Masak musuh aku. Aku juga tidak punya musuh Ka."
"Udah kamu tenang saja. Tanti pasti akan ketemu Ndre. Aku akan tambahin orang lagi untuk aku sebar mencari Tanti."
"Baiklah Arka. Terimakasih"
Tut. Andre menutup telponnya.
Andre juga ikutan bingung.
...****************...
Sekarang Arka masih terlelap. Dia masih memeluk Anisa dan Zoya. Yah, sekarang Arka duda anak dua dan tidak pula beristri. Jadi hidupnya cuma di habiskan dengan anak-anaknya.
"Papa...Bangun pa."Ucap Zoya.
"Ah, Zoya. Ada apa sih?"
"Pa, Ayo bangun. Ini kan udah subuh. Jadi waktunya sholat subuh." Ucap Zoya.
"Ah, Zoya, Papa masih ngantuk."
Arka tersenyum. Yah, ternyata Zoya anaknya juga calon anak soleha. Mungkin ini semua karena didikan Putri selama ini.
"Iya sayang. Kita sama-sama sholat subuh ya. Nanti Papa akan ke kamar mandi dulu. Setelah itu, kita sholat subuh berjamaah yah?"
"Iya Pa."
Arka kemudian turun dari ranjangnya. Dia kemudian berwudhu. Seharusnya Arkalah yang mengajari Zoya. Tapi ini malah Zoya yang mengajari ayahnya.
Zoya selalu memprotes semua gerakan Arka.
"Ah, papa. Bukan begitu bacanya, tapi begini."
Zoya kemudian mengajari ayahnya membaca surat pendek untuk bacaan sholat.
"Ya Allah, anak ku benar-benar calon anak yang soleha. Aku jadi malu. Ah, apa aku pantas, jadi imam yang baik untuk Tanti. Aku nggak bisa apa-apa. Lebih pintar anak ku dari pada aku." Gumam Arka.
Arka tersenyum-senyum.
"Nak, kamu anak kebanggaan papa Nak."Ucap Arka kemudian.
Setelah melaksanakan sholat subuh, Arka mendekat ke arah Aurel adiknya Zoya.
"Tanti, di mana kamu sayang, betapa repotnya aku menjadi seorang single parents. Harus ngurus dua anak sekaligus. Sungguh repot. Aku butuh kamu Tanti. Di mana kamu sekarang?"
Arka kemudian mengecup pipi Aurel yang masih terlelap. Membuat Aurel menggeliat.
Aurel kemudian terbangun.
__ADS_1
"Pa, adek Anisa bangun." Kata Zoya sembari melepas mukenanya.
Zoya buru-buru mendekat ke arah Anisa. Zoya kemudian mencium Anisa.
"Aku senang banget deh Pa. Punya adik cewek. Seandainya mama masih ada yah Pa. Zoya pengin mama sama papa nikah dan Zoya pengin punya adik."
Setetes air mata Arka mengalir dari pipi mulusnya.
"Iya sayang. Jadilah anak sholeha yah sayang. Tetap selalu doain mama. Supaya mama bisa bahagia di sana."
"Iya Pa." Zoya memeluk Arka erat.
Betapa sejuknya hati Arka saat ini, Dia benar-benar di peluk oleh darah dagingnya sendiri. Seperti ke inginan Arka saat ini. Mempunyai seorang anak dari darah dangnya sendiri.
...****************...
Malam ini, adalah malam bahagia untuk pasangan Laura dan Dewa. Dewa tersenyum sembari menatap tumpukan undangan pernikahannya.
" Wah, akhirnya selesai juga. Tinggal nyebar nih undangan." Ucap Dewa.
"Aku harus ke rumah Arka Laura. Apa kamu mau ikut? Kita tidak perlu memusuhi dia terus. Lagian Arka itukan sepupuku, dia juga sudah menjadi masa lalu mu."
"Boleh deh nggak apa-apa aku ikut ke rumah Arka. Walau dia mantan suamiku, tapi sebentar lagi dia kan akan jadi sepupuku."
"Iya benar laura. Ayo kita berangkat untuk menyebar undangan pernikahan kita."
"Iya Dewa."
Laura dan Dewa kemudian pergi. Mereka meluncur dengan mobilnya menuju ke rumah Arka.
"Laura, apa kamu sudah benar-benar melulapakan Arka?"
"Iya Dewa. Aku sudah melupakannya."
"Ih baguslah."
sembari menyetir Dewa kemudian memegang erat tangan ke kasihnya. Sekarang Dewa sangat bahagia. Karena penantiannya selama ini membawakan hasil.
Dewa mencium punggung tangan Laura.
"Kamu cantik sekali sayang. Aku yakin kalau aku tidak akan pernah bosan untuk memandangmu."
"Ah, dewa bisa aja. Udah pandai yah sekarang kamu merayuku."
Dewa tersenyum. Dewa begitu sangat bahagia karena dia bisa membuat Laura tersenyum kembali karena cinta tulus darinya.
...****************...
☺☺☺
Ada yang kepo nggak sama cerita ini. Ini cerita beda banget dari cerita Arka. Nggak terlalu banyak konflik. Namun menjengkelkan.
Ranjang ku kini milik maduku.
Udah mulai aku Up.
jadi siapa yang nyari aku, aku Up di sini juga yah.
__ADS_1
Untuk cerita Arka. nggak usah khawatir, nanti author akan up banyak. kalau Author nggak sibuk. Tinggal kasih like komen dan vote yang bayak...