Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Pertemuan Zoya dengan Arka.


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Andre kemudian pergi menuju ke rumah Arka.


"Om benaran, mau ngajakin aku ketemu Papa ku?" tanya Zoya.


Andre melirik ke arah Zoya.


"Iya Zoya."


"Wah, pasti mamaku ada di sana juga yah Om."


Andre tersenyum.


"Iya Zoya." Bohong Andre.


...****************...


Di rumahnya, Arka sudah begitu antusias menyambut ke hadiran Zoya. Dia begitu sangat rindu dengan Putri kecilnya itu. Namun untuk kali ini, Arka belum menceritakan semua hal ini,pada siapapun termasuk orang tuanya.


Arka masih menggendong Anisa. Hari ini Arka hanya mengenakan baju santai. Sepertinya dia tidak akan pergi ke kantor. Arka masih menunggu di halaman rumahnya.


"Kak Arka lagi nungguin siapa sih?" tanya Nia.


"Lagi nunggu seseorang."


"Siapa, lagi nungguin Kak Tanti."


Arka menoleh ke arah Nia.


"Bukan Nia. Dia orang yang lebih spesial lagi dari Tanti."


"Apa? Kak Arka punya pacar baru. Benar-benar nyebelin."


"Ha..ha.. yah, bisa jadi begitu. Aku lagi nungguin gebetan baru. Ngapain aku nunggu Tanti. Dia juga nggak mau kembali pada ku."


Nia tampak kesal. Nia kecewa pada Arka.


"Ih, Kak Arka. Cepat banget sih move on dari Kak Tanti." gerutu Nia sembari pergi meninggalkan Arka.


Arka hanya bisa tertawa.


"Setelah ini, aku tidak akan menikah lagi Nia. Biarlah seumur hidupku menjadi duda. Toh aku juga sudah punya dua anak. Untuk apa cari istri. Saat ini, di hati ku cuma ada Tanti." Gumam Arka pelan.


beberapa saat kemudian Andre datang. dia kemudian turun dari mobil dan menggendong putri kecil Arka.


Arka dan Andre sama-sama menggendong anak.


"Om ganteng?" Ucap Zoya.


Arka tersenyum. Dia langsung mencium Zoya sembari masih menggendong Anisa.


"Masuk Ndre. Kita ngobrol di dalam." Arka mempersilahkan Andre masuk. Kemudian dia duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"Nia...Nia...!" Seru Arka.


Nia yang di seru langsung berhambur mendekat ke arah Arka.


"Ini, tolong gendong Anisa. Ajak dia main ke taman." Pinta Arka.


"Iya Kak."


Nia kemudian pergi menggendong Aurel. Sementara Arka, menghampiri dan memeluk Zoya. dia kemudian menangis. Yang membuat Zoya dan Andre ikutan bingung.


Andre hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.


"Dasar lelaki cengeng. Tampangnya doang yang sangar."Cibir Andre pelan.


"Om ganteng kenapa menangis?" tanya Zoya yang masih ada di pelukan Arka.


Arka menangkup wajah ayu Zoya.


"Zoya anak ku, Ini Papa Nak. Aku adalah Papa kandung mu." Kata Arka kemudian yang membuat Zoya terkejut.


"Benarkah begitu Om ganteng. Apa om adalah orang yang selama ini Zoya dan Mama rindukan?"


Arka mengangguk. Dia masih berlinangan air mata. Zoya menangis dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Papa." Ucap Zoya yang membuat hati Arka bergetar.


"Zoya anak Papa. Papa sangat sayang sama kamu Nak, Papa rindu."


"Arka." Ucap Nyonya Alicia kemudian.


Arka melepas pelukan Zoya. Dia menooeh ke arah orang tuanya.


"Siapa anak kecil itu Arka. Dan kenapa kamu menangis begitu."


Arka berdiri.


"Ma, Pa, lihatlah. Ini putri kecil Arka, yang selama ini kalian tunggu. Dia mirip sekali kan sama Arka?" Arka tampak begitu bahagia dan bangga.


Lagi-lagi Nyonya Alicia dan Tuan Bram saling menatap. Mereka sungguh tidak percaya.


"Apa maksud mu Arka."


Arka kemudian menggendong Zoya.


"Ini Zoya. Anak kandung aku Ma, Pa."


Tuan Bram dan Nyonya Alicia tampak terkejut.


"Jangan bercanda Arka. Mama tidak suka candaan kamu."


"Arka tidak bercanda, dia darah daging Arka. dia pewaris Arka." Arka masih meyakinkan.

__ADS_1


"Benarkah? Kalau begitu, siapa ibunya Arka?Apakah wanita yang bernama Tanti itu ibunya Zoya. Orang yang selama ini kamu cari?" Nyonya Alicia menerka-nerka.


Arka terkejut begitu juga dengan Andre.


"Mama, dari mana mama tahu soal Tanti?"


Mama Arka diam. Dia bingung mau menjawab apa. Sekarang Nyonya Alicia serba salah. Dia takut Arka akan kecewa dan bersedih lagi.


Sementara itu, Andre terdiam.


Apakah Tanti yang di maksud adalah Tanti ku? Ah nggak mungkin. Tanti mana mungkin kenal dengan orang besar seperti Arka. Ah,Arka kan cowok keren, dia punya banyak pengaggum. Jadi mana mungkin Tanti ku adalah Tanti yang sama seperti Tanti yang di sebutkan oleh Tante Alicia. Arka mana mau dengan wanita berhijab. Arka kan tipikal cowok yang suka cewek seksi seperti Laura dan Jihan.


"Udah lupai saja Arka. Sekarang apa kamu bisa jelasin ke mama. Apa maksud semua ini."


"Iya. Arka jelasin Ma. Sekarang mama dan Papa duduk di sini."


Nyonya Alicia dan Tuan Bram duduk. Mereka kemudian mendengarkan dengan seksama apa yang Arka ceritakan. Arka meneceritakan kejadian demi kejadian dari A sampai Z.


****


Zoya menangis di pelukan Papanya.Arka sekarang sedang ada di makam Putri, bersama orang tuanya juga Andre.


"Arka. Aku pulang dulu yah. Aku harus ke rumah sakit."


"Iya Ndre makasih yah untuk semuanya."


"Iya sama-sama sabar yah?"


Setelaj Andre pergi, Arka kemudian bersimpuh di makam Putri. Lagi-lagi dia menangis. Dia sama sekali tidak kuat menerima kenyataan ini. Satu persatu wanitanya kini telah meninggalkannya. Laura telah menggugatnya dan sekarang mereka sudah resmi bercerai. Jihan pun pergi ke luar negeri dan sudah Arka ceraikan. Sekarang Putri meninggal, dan Tanti kabur tanpa ada jejaknya lagi.


" Kenapa semua jadi seperti ini Ma. Apa salah Arka. Apakah Arka sudah banyak berdosa kepada mereka. Kenapa semua jadi begini Ma."


Mama Arka kemudian memeluk Arka erat.


"Ini semua salah Mama Arka. Seandainya mama tidak egois, kamu sama Laura tidak akan berpisah."


"Ma, aku nggak kuat. Aku sayang Tanti aku rindu Tanti. Kemana Tanti?"Ratap Arka.


"Iya. Nak. Mama juga akan ikut mencari Tanti wanita yang kamu rindukan."


Hiks..hiks..


"Mama. Kenapa mama cepat banget ninggalin aku dan Papa Ma...padahal Zoya pengin kalau nanti aku bisa ketemu Papa kita bisa kumpul bareng Ma. Dan Zoya pengin punya adik bayi."


Nyonya Alicia menangis. Dia mengelus rambut Zoya.


"Zoya, kamu jangan sedih. Mama sudah bahagia di alamnya. Zoya tidak sendiri. Zoya punya Papa punya Oma, dan Opa Nak." kata Nyonya Alicia mencoba menghibur.


Hiks...hiks.. Zoya masih menangis.


Sesaat kemudian Arka berdiri. Dia kemudian menabur bunga di atas makam Putri.

__ADS_1


"Putri, aku janji. Aku akan selalu manjaga Zoya dan merawatnya. Putri,tenanglah di sana. Aku akan selalu menyayangi anak kita."


__ADS_2