Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Tanti kabur part 1


__ADS_3

"Sayang, ayolah...tolong kamu harus ngertiin aku." kata Arka.


Lagi-lagi Laura menangis. Entah ini yang keberapa kalinya Laura menangis.


Arkapun kemudian menggeser tombol hijau.


"Halo Herman, ada apa lagi? Kalau nggak ada yang penting, ya nggak usah malam-malam nelpon!" kata Arka.


"Ini bukan masalah penting lagi Tuan, tapi ini masalah gawat darurat."


"Apa...! Siapa yang di rumah sakit Herman? Apakah Tanti sakit lagi?"


"Ya ampun Tuan, Maksud ku bukan begitu. Nona Tuan...Nona...!"


"Nona kenapa? Kalau ngomong yang betul dong!"


"Nona kabur Tuan."


"Shiiiiit ah, ceroboh banget kamu Herman. Bagaimana caranya dia bisa kabur? sekarang kau cari dia sampai ketemu! jangan pernah hadapkan wajah mu lagi di depanku sebelum kamu menemukan dia."


"Baik Tuan."


Tut.


Tuan Arka menutup sambungan telponnya.


Laura menatap Arka dalam.


Tangan Arka mengepal, rahangnya mengeras, dia menghela nafasnya dalam.


Emosinya sudah semakin naik sampai ke ujung ubun-ubun.


"Arifin....!!!" Teriak Arka.


Entah kenapa dia menyebut Arifin. Mungkin Arka mengira kalau Tanti di bawa Arifin kabur.


"Brengsek kau Arifin! kau sudah ingkar janji. Sekarang tunggu aku Arifin. Apa yang bakal aku perbuat sama kamu."


Arka tak memperdulikan Laura lagi.


Tanpa aba-aba dia langsung bergerak turun dari ranjangnya dan pergi.


"Kau udah berubah Arka. Kau jahat....!hiks...hiks..."


****


Tok tok tok.


"Arfin...Keluar kau! kembalikan Tanti padaku! kau sudah mendapatkan uang satu milyar, kenapa kau juga harus membawa kabur Tanti!" Teriak Arka yang sudah seperti orang kesetanan.

__ADS_1


Tak ada jawaban dari dalam.


"Arifin...!!! keluar...!" Teriak Arka lagi.


Arka menggedor-gedor pintu rumah Arifin sembari berteriak-teriak.


"Tuan, yang sabar Tuan!" Idris mencoba menenangkan.


"Diam kau Idris! tahu apa kau!" kata Arka pada Idris sopir pribadi barunya .


Arifin yang baru terlelap bersama kekasihnya itu terbelalak.


Arka yang tidak sabar, kemudian mendobrak pintunya. Tanpa izin dari tuan rumah, Arka mendobrak semua pintu kamar.


Setelah mendobrak salah satu pintu kamar, Arka dan Idris di kejutkan oleh Arifin yang tampak masih memakai selimut dengan seorang wanita. Dan sialnya lagi, Arka dan Idris melihat mereka telanjang bulat tanpa sehelai benangpun dalam satu selimut yang sama.


"Astaga, Arifin...! Apa yang kau buat selama ini heh, kamu menjual Tanti padaku, ternyata kamu malah selingkuh dan tidur dengan wanita lain?"


Wanita yang ada di samping Arifinpun begitu bingung dengan kehadiran dua sosok lelaki tampan yang ada di hadapa nya.


Dia terkejut sekaligus malu, karena di pergoki sedang bercinta dengan Arifin. Untunglah Arka dan Idris memergokinya saat Arifin dan wanita itu, sudah selesai dengan adegan ranjangnya. Kalau tidak...


Yah nggak tahulah mau di taruh di mana muka wanita itu dan Arifin.


Wajah Arifin memucat. Dia sangat ketakutan. Apalagi Tuan Arka sudah memergokinya sedang bermalam dengan seorang gadis di rumah Tanti.


Arka kemudian mendekati Arifin, tangan yang selembut sutra itu, menampar bolak-balik wajah Arifin.


"Sudah Tuan, kendalikan emosi Tuan! jangan Tuan mengotori tangan Tuan sendiri untuk lelaki biadab kayak dia." Kata Idris menenangkan.


Arka kemudian menjambak rambut Arifin, sampai kepala Arifin tertengadah.


"Habis kau Arifin...!" teriak Arka.


Arka hampir saja melayangkan tinjuannya, Namun Idris malah mencekalnya.


"Sudah Tuan cukup! Jangan berkelahi! Kitakan ke sini tujuannya untuk mencari Nona muda." kata idris lagi.


Idris memang beda dari Herman. Kalau idris itu sangat sigap dalam menjalankan tugas. Tetapi kalau Herman memang lemot. Dia telmi dan lemot.


Arka kemudian melepaskan seluruh cengkeramanya.


Dia mencoba menahan amarahnya.


"Arifin, sekarang katakan di mana Tanti berada?" tanya Idris datar.


"Aku tidak tahu Tuan, Aku kan sudah janji sama Tuan. kalau aku sudah tidak mau berhubungan lagi sama Tanti. Itukan perjanjian kita Tuan. Aku juga tidak mau mengganggu kehidupan Tuan dan Tanti. Seandainya Tuan mau Tantiku, silahkan ambil semuanya Tuan. Aku ikhlas Tanti hidup bahagia bersama Tuan. Karena selama ini aku tidak bisa membahagiakannya."


"Kamu nggak bohong kan Arifin." kata Tuan arka datar. Tampaknya kali ini emosinya sudah mulai bisa di kendalikan.

__ADS_1


Arifin menggeleng.


"Sekarang di mana Tanti Arifin?" Tuan Arka tampak putus asa.


"Tuan tenang saja. Tanti tidak akan berani kabur. Dia tidak punya siapa-siapa di sini. Sanak saudaranya jauh di lain pulau. Dia tidak akan pulang kampung. Karena kampungnya jauh. Cari aja di jalan. Pasti ketemu." Kata Arifin menjelaskan panjang lebar


Arka diam. Hatinya seperti tertusuk saat mendengar Arifin bicara kalau Tanti di sini hidup sebatang kara.


Apa yang telah aku lakukan pada Tanti, kenapa aku setega ini. Tanti di mana kamu sekarang.? Batin Tuan Arka.


"Arifin, sekarang lo bebas Arifin, kalau sampai lo bohong, lo akan tahu akibatnya Arifin...!!!" Suara Tuan Arka kembali menggema.


Suara bariton itu membuat bulu kuduk Arifin dan selingkuhannya berdiri.


Tuan Arka memang wajahnya sangat tampan. Ketampanannya di atas rata-rata. Tubuhnya sexi dan kulitnya mulus, karena saking seringnya dia ikut perawatan. Dia adalah anak konglomerat.


Sedari kecil, dia sudah di jaga oleh orang tuanya. Tuan Arka seperti kilauan mutiara yang tak pernah tersentuh.


Tangannya yang selembut sutra, hingga saat membelai mesra seorang wanita, wanita itu akan di mabuk kepayang. Mungkin di luaran sana masih banyak wanita yang ngantri untuk di jadikan istri simpanan seorang Arka.


mungkin di jadikan istri siri yang kesepuluhpun mereka mau. Karena harta Tuan Arka tidak akan habis sampai tujuh turunan.


Namun di balik ketampanan Tuan Arka, Arka mempunyai watak yang sedikit tempramen. Dia sering marah-marah nggak jelas saat emosinya meluap.


Saat emosi dan marah, mungkin dia bisa melakukan apapun termasuk membuat lawannya tidak berdaya.


Selain itu, Tuan Arka pun jago silat. Tanpa adanya seorang body guard pun, Arka sebenarnya bisa untuk menjaga diri.


Dia benar-benar lelaki sempurna. Wanita bodoh saja yang tidak mau dengannya.


Apakah mungkin tanti bodoh? Yah mungkin saja. Tanti belum mengenal saja siapa Arka. Arka itu lelaki idaman setiap wanita.


Dia seorang lelaki ya g sangat menyayangi ibunya, dan penyayang anak kecil.


Dan dia juga mempunyai banyak panti asuhan, yang setiap minggunya selalu dia kunjungi.


Dari kecil Arka sudah kepengin sekali mempunyai saudara kandung. Namun Mamanya sudah tidak bisa hamil lagi, karena rahimnya harus di angkat karena dulu Mama Arka mengidap penyakit kanker rahim. Namun alhamdulillah sekarang Mama Arka sudah kembali normal. Dengan uang, yah... apa sih yang tidak bisa keluarga Wijaya lakukan dengan uangnya. Membeli helikopterpun sanggup.


Sekarang Arka hanya bisa main dengan saudara-saudara sepupunya saja.


"Idris, ayo kita cari Tanti. Pokoknya malam ini, dia harus kita temukan. Sekarang telponlah teman-temanmu yang lain. Suruh mereka berpencar mencari Tanti." pinta Tuan Arka.


"Baiklah Tuan" Idris menurut


****


aish ah, so sweatnya Tuan Arka.


Author mau daftar juga dong...

__ADS_1


jadi istri Tuan Arka....wkwkwkw


😀😀😀


__ADS_2