Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Kebersamaan Tanti dan Tuan Arka.


__ADS_3

Sepi, di ruang makan tampak hening. Hanya ada dentingan sendok saja yang masih terdengar.


Tanti dan Tuan Arka sekarang sedang berdua saja tanpa seorang pengawal. Mereka sedang hikmatnya bersantap di ruang makan.


Mereka saling diam. Sejak semalam sampai pagi ini,mereka saling diam. Cuma pandangan mereka saja yang seringkali bertatap. Entah apa yang sedang dua orang insan itu rasakan. Mereka sejak semalam sama-sama tidak bisa tidur karena fikiran masing-masing.


Tanti yang masih memikirkan Arka, dan Arka yang selalu memikirkan Tanti. Entahlah, ..apakah keduanya akan menyadari kalau sekarang memang sudah ada benih cinta yang tumbuh di hati keduanya. Ataukah mereka tak akan mengakui akan hal itu.


"Eh Tuan, em...Jangan memandangiku seperti itu Tuan. Aku jadi tidak enak." Kata Tanti memecah keheningan.


Ah sialan. Kenapa Tanti bisa tahu sih kalau aku lagi memperhatikannya. Batin Tuan Arka.


"Em...eh Tanti maaf. Aku..." Tuan Arka gugup.


Tiba-tiba saja Tuan Arka mendekat ke arah Tanti.


Deg deg deg.


Jantung Tanti kembali berulah. Debarannya sudah mencapai level akut.


Tanti menegak salivanya sendiri. Dia benar-benar gugup. Tuan Arka mendekati wajahnya. Membuat hatinya kian berdesir.


Ya Tuhan, Apa ini...Apa Tuan Arka akan menciumku. Jangan sampai itu terjadi. kita bukan muhrim. Tapi jika ia, kenapa hati ini tidak bisa menolak.Kalau sesungguhnya aku juga menginginkannya. Ini tidak boleh terjadi. Ingat Tanti, dia itu lelaki jahat.Jangan sampai aku tergoda dan mencintainya." Batin Tanti.


Kini wajah Tanti dan Arka begitu sangat dekat. Tiba-tiba saja ibu jari Arka mendarat di bibir Tanti. Dia membelai lembut bibir Tanti. Tantipun memejamkan matanya.


"Ada saus Tanti di bibir kamu." bisik Arka penuh kelembutan.


Tanti mengusap bibirnya dengan jarinya.


"Oh,Iya Tuan." Ucap Tanti.


Lagi-lagi mata mereka saling bertatap. Mereka bertatap saling begitu lamanya.


Ting.


Sebuah notifikasi masuk dari ponsel Arka. Membuat Arka tersadar.


sayang, kamu di mana? Kenapa kamu belum pulang? Aku kangen sayang.


"Laura,"Ucap Arka.


"Siapa? Nona Laura yah?" tanya Tanti.


Arka mengangguk.


Arka menggenggam erat tangan Tanti. Membuat Tanti merasa risih. Tapi lagi-lagi Tanti lupa, kalau Tuan Arka itu belum jadi suaminya. Tanti masih mau saja, di sentuh oleh Tuan Arka. Ah, entahlah mereka itukan masih sama-sama muda. Jika cinta sudah memasuki hati mereka masing-masing, mudah-mudahan saja dalam satu ruangan mereka tidak berbuat khilaf.


"Aku harus pergi Tanti." Kata Tuan Arka yang masih saja menatap Tanti tanpa berkedip.


Tanti mengangguk.


"Iya Tuan. Temuilah istrimu itu. Pasti dia lebih membutuhkanmu." kata Tanti.

__ADS_1


Tuan Arka tersenyum. Lagi-lagi hasrat ingin mencium tangan dan kening Tanti menggelora di hatinya.


Apa iya, Tuan Arka akan memperlakukan Tanti seperti dia memperlakukan Laura.


Tidak. Ini tidak boleh di biarin. Aku tidak boleh jatuh cinta sama Tanti. Cintaku cuma untuk Laura. Batin Tuan Arka.


Tuan Arka kemudian beranjak dari duduknya. Dia kemudian melangkah untuk pergi dari meja makan.


"Tuan."Ucap Tanti yang telah lebih dulu mencekal tangan Tuan Arka. Tuan Arka menoleh ke arah Tanti.


Tanti tersenyum sembari masih menggenggam tangan Tuan Arka.


"Makasih yah, untuk semuanya Tuan. Kamu telah memberiku perlindungan sekarang."


Lagi-lagi mereka saling menatap. Tatapan Arka semakin lama semakin berbeda. Entahlah apa yang sekarang sedang Arka rasakan. Arkapun tak tahu. Sejak semalam perasaannya pada Tanti sudah sangat berbeda.


"Iya Tanti. Sama-sama. Aku pergi dulu yah.


"Tuan, tapi kamu akan kembali kesini lagikan?"Tanya Tanti penuh harap. Sepertinya hati Tanti sekarang seperti tidak rela jika Arka pergi.


"Kamu tenang saja. Aku akan suruh Herman kesini untuk menjagamu."


"Kenapa harus Herman sih Arka. Emang kamu rela,kalau aku berduaan dengan Herman."


Ah, Iya juga sih. Wanita ku memang sangat cerdik. Mana mungkin aku rela dia berduaan dengan lelaki lain.


"Oke Tanti,nanti aku akan menyuruh Idris. Untuk membawa Nia kesini."


"Dia anak gadisnya bik Inah. Pembantuku."


"Baiklah Tuan."


Setelah itu Tuan Arkapun pergi meninggalkan Tanti. Dan dia pergi menemui Laura. Kali ini, dia tidak bersama Idris. Dia mengendarai mobil sendiri


***


Arka sampai di rumahnya. Dia masuk ke kamarnya. Dia melihat Laura dengan kursi rodanya tampak menatap ke luar jendela kamarnya. Arka menghampirinya.


"Sayang, Aku pulang."Kata Arka sembari berlutut di depan Laura.


Laura menoleh ke arahnya. Dia tersenyum.


"Kamu udah pulang Arka?"


"Iya sayang."Kata Arka


Setelah itu dia mencium tangan Laura. Dia mencium seluruh bagian wajah Laura.


"Bersiaplah Laura. Kamu pasti menungguku. Aku akan memberikanmu jatah Laura. Aku akan memberikannya sekarang Laura."


"Aku tidak mau melakukan itu Arka. Aku kecewa sama kamu. Kenapa kamu semalam ninggalin aku tanpa permisi."


"Maaf Laura. Semalam kamu tertidur nyenyak. Bagaimana mungkin untuk aku membangunkanmu."

__ADS_1


"Semalam kamu kemana sih Arka. Semalam aku menginginkanmu, tapi kamu malah pergi."


"Maaf Laura. Semalam sangat mendesak. Aku ada urusan penting dulu kantor. Semalan kamu juga bggak pernah bilang kalau kamu menginginkan aku sentuh."


"Ini nggak ada hubungannya sama Tantikan?" Laura menatap tajam mata suaminya.


"Nggak ada Laura. Nggak ada sama sekali. Tanti udah pergi sayang. Aku belum menemukannya lagi." Bohong Arka.


Yah begitulah Arka selalu berbohong. Ada baiknya dia berbohong pada Laura. Karena saat ini istrinya itu sedang rapuh.


***


Malam ini, Laura sedang berada di meja makan bersama suaminya. Makan malam kali ini begitu sangat romantis. Mereka seperti pasangan pengantin baru saja. Arka menyuapi Laura, begitu pula Laura, dia menyuapi Arka.


Sekarang bagi Arka kebahgiaan istrinya itulah yang terpenting. Dia tidak mau banyak memikirkan Tanti. Arka tahu, kalau sekarang wanita satu milyarnya itu, sudah semakin menjinak.


Arka tersenyum sembari menyuapi Laura.


Aku benat-benar bahagia sayang.


Karena Tanti sudah mulai nurut padaku. Batin Arka.


"Arka, tadi pagi Mama kesini?" Ucap laura di tengah-tengah kunyahanya.


"Terus? Kalian berantem lagi?"


Laura menggeleng.


" Nggak Arka. Tapi..."


"Tapi kenapa?" Tanya Arka bingung.


"Dia membawa seorang wanita cantik Arka."


Arka terkejut.


"Apa?"


"Iya Arka. Kata Mama kamu, kalau dia orang yang akan menjadi istri kamu. Mama kamu, mau kamu menikah dengannya. Mama kamu bilang, kalau aku itu tidak berguna. Aku lumpuh dan tidak bisa mempunyai anak." Kata Laura menuturkan sembari kedua matanya berkaca-kaca. Dada nya penuh sesak. Dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Dia ingin sekali menangis.


"Ah,,,Mama benar-benar keterlaluan kali ini."Geram Arka sembari mengepalkan tangannya. Dia terlihat marah. Kenapa Mama nya bisa-bisanya mau ikut campur terus dengan rumah tangga Laura.


***


Yuk vote yang banyak😁😁😁


Like yang banyak☺☺☺


komennya juga.😑😑


Cerita ini masih panjang


aku tambahin Babnya.

__ADS_1


__ADS_2