Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Kejutan untuk Arka.


__ADS_3

Arka perlahan-lahan melangkah ke arah tangga. Dan dia perlahan-lahan menaiki anak tangga itu, di ikuti Idris di belakangnya.


Sesampainya di atas, betapa terkejutnya Arka. Saat melihat semua orang berkumpul dan lampunya pun menyala semua.


Ternyata hari ini adalah hari ulang tahunnya Arka. Usia Arka sekarang genap dua puluh enam tahun.


Dan semua anggota keluarga Arka juga para karyawan rumahnya,mereka semua benyanyi untuk Arka.


Tanti mendekat ke arah suaminya sembari membawa kue tart yang sederhana.


"Apa...Kalian, " Arka sama sekali tidak menyangka sebelumnya, kalau dia akan di berikan kejutan istimewa itu.


"Selamat ulang tahun Papa." Kata Zoya.


Arka tersenyum. "Jadi ini ulang tahun ku? kalian semua masih ingat dengan ulang tahun ku?"


" Selamat ulang tahun sayang..." Ucap Tanti.


"Selamat ulang tahun yah Arka." Kata Bu Nunik mertuanya.


Arka tersenyum-senyum. Dia bahkan sampai lupa dengan hari ulang tahunnya sendiri.


"Ah, bagaimana aku bisa lupa. Kalau ini adalah hari ulang tahunku?"


"Ayo Nak. Tiup lilinnya!" Pinta Nyonya Alicia.


"Baiklah. Aku akan tiup lilin."


Arka kemudian meniup lilinnya.


"Huh, terimakasih yah semuanya. Kalian sudah mau perhatian sama aku. Apalagi istri dan anak-anak ku yang cantik-cantik ini, aku sayang kalian semua."


Tanti tersenyum.


"Nia, tolong berikan pisau itu pada Arka. Biar dia memotong kuenya." Kata Nyonya Alicia.


"Ini Kak." Nia kemudian memberikan pisau kecil untuk memotong kue.


" Sekarang, Kak Arka yang motong yah?" Kata Indah.


"Oh, oke deh. Aku akan memotongnya."


"Dan nanti berikan yah, pada seseorang yang terspesial buat kak Arka."Kata Nia.


"Duh, semuanya spesial buat aku. Aku jadi bingung, kalau harus pilih yang terspesial. Mama istri atau anak-anak aku. Mereka semua adalah wanita-wanita yang paling aku cintai." Kata Arka.


"Arka kemudian memotong 🍰 kuenya."


Dia tampak bingung harus memilih yang mana yang akan di kasih kue.


Akhirnya dia menjatuhkan pilihan pada mamanya.


"Okelah, karena yang lahir duluan Mama, jadi aku akan berikan kue ini pada mama." Kata Arka. Arka kemudian memberikan kuenya pada mamanya."


"Makasih yah Arka." Kata Nyonya Alicia.


Setelah itu dia mencium Arka.


"Iya Ma. Arka sayang sama Mama."


"Mama juga. Semoga kamu selalu di berikan kesehatan dan kebahagiaan bersama Tanti dan anak-anak mu yah Arka."

__ADS_1


"Iya Ma. Makasih."


Dan setelah itu, Arkapun memotong kue lagi. Dia kemudian, memberikan kue itu pada istrinya.


"Wah, makasih Arka." Kata Tanti.


Zoya cemberut. Dia terlihat kesal.


"Kenapa papa berikan kue itu ke mama. Kenapa bukan ke Zoya."


Arka tersenyum. Setelah itu, dia menggendong Zoya.


"Papa juga sayang, sama Zoya kok. Oh iya. Mana Anisa? Anisa sudah tidur yah?"


"Iya Arka. Aurel sudah tidur nyenyak di kamar kita."


"Nia, tolong yah, kamu dan Indah yang potong-potong kue-kue ini, dan bagikan ke semuanya. Termasuk calon suamimu." Kata Arka.


Nia tampak tersipu. Begitu juga Herman, yang tampak menyaksikan juga kejutan yang di buat keluarga Arka untuk Arka.


Yah, bukan cuma keluarga, semua pembantu dan pengawal atau karyawan di rumah Arka, juga ikut berpartisipasi dalam membuat kejutan tersebut.


Justru, mereka yang lebih antusias untuk memberi kejutan itu.


Arka, Tanti dan Zoya, kemudian melangkah ke arah Sofa. Mereka duduk di sana.


"Bagaimana? Apa kalian berdua sudah punya kado buat papa?" tanya Arka.


"Aku punya kado. Kita semua punya kado." Kata Zoya menuturkan.


"Iya. Semua orang, sudah memberikan kado, dan itu terkumpul di sana." Kata Tanti sembari menunjuk ke meja kecil.


"Wah, banyak sekali."


"Nenek dan kakeknya Aurel juga ngasih kado." Kata Zoya.


"Oh Iya?"


"Iya. Dan kita mengumpulkan kado itu, di sana." Kata Zoya yang ikut-ikutan menunjuk ke arah meja kecil itu.


Arka memeluk Zoya dan Tanti. Betapa bahagianya hidup Arka sekarang. Dia bisa memiliki istri, seperti Tanti, dan anak-anak seperti Aurel dan Zoya.


"Kalian berdua adalah bidadari ku." Kata Arka.


Setelah itu Arkapun mencium Tanti dan Aurel.


"Makasih yah sayang."


Nyonya Alicia mendekat ke arah Arka.


"Zoya, kamu tidur di kamar Oma lagi yah. Kamu kan udah gede, udah mau sekolah, jadi nggak boleh tidur sama orang tua."


"Oke Oma. Aku juga nggak mau ganggu mama dan papa." Kata Zoya.


Setelah itu Zoyapun menurut dengan nyonya Alicia.


"Arka, Mama ke kamar dulu yah, mau ngajakin Zoya tidur. Dia belum tidur karena nungguin kamu pulang. Katanya dia mau ikut memberi kejutan pada papanya."


"Iya. Papa percaya, Zoya memang anak yang pintar."


Nyonya Alicia, kemudian membawa Zoya ke kamarnya.

__ADS_1


"Idris...!"


"Iya Tuan."


Idris mendekat. Arka kemudian membuka jas dasi dan sepatunya.


"Tolong, simpan barang-barang ku di ruang kerja saya yah! besok mau aku pakai lagi soalnya."Pinta Arka.


"Baik Tuan." Kata Idris


Idris kemudian masuk ke ruang kerja Arka dan meletakan barang-barang Arka di sana.


Arka kemudian menatap Tanti.


" Sayang," Ucap Arka.


"Iya. Kenapa?"


"Kamu mau kasih aku kado apa?"


"Em, apa yah."


"Bolehkan sayang, kalau aku mau kamu malam ini. Ini kan sudah satu minggu."


Tanti tersenyum. Jantungnya tampak berdebar-debar.


" Iya Arka. Mulai saat ini, aku akan selalu siap."


"Siap apa?" tanya Arka tampak menggoda.


"Siap melayani kamu Arka."


" Oh, yang benar?" tanya Arka sembari semakin mendekatkan wajahnya pada Tanti.


"Ih, Arka kamu mau ngapain."


"Aku mau memulainya sayang."


"Ngaco aja kamu Arka. Jangan di sini Arka. Itu masih banyak orang."


"Kalau aku mau main di sini gimana. Apa nggak boleh. Ini kan rumah aku?"


"Apa, main di sini? Kamu udah gila yah?"


Arka tiba-tiba saja mengangkat tubuh Tanti dan membawanya ke kamar. Arka meletakan Tanti di atas tempat tidurnya.


Dan setelah itu, Arkapun melakukan aksinya.


Yah, Aksi malam pertama yang tertunda. Hasrat mereka tidak bisa terbendung lagi.


Arka yang sudah lama tidak pernah menyentuh wanita, dan Tantipun yang sudah cukup lama tidak di sentuh lelaki. Bagaimana rasanya ? mereka akan menikmati malam hangat mereka yang sangat panjang, Tanpa ada gangguan dari siapapun, termasuk Zoya dan Aurel.


Karena Zoya tidur bersama Omanya, dan Aurel sudah di pindahkan bersama neneknya.


Arka mulai menciumi Tanti. Dan setelah itu, mereka memulai permainan panas mereka.


Bisa di bilang malam pertama mereka yang tertunda.


...****************...


Pagi ini, Arka dan Tanti masih saling memeluk, di bawah selimut dengan tubuh yang masih polos tanpa sehelai benangpun.

__ADS_1


Tanti mengerjapkan matanya. Sinar mentari pagi sudah mulai tampak menyelusup masuk ke kamarnya.


"Arka, ayo bangun sayang. Ini udah pagi. Ah, kita kesiangan Arka. Bagaimana ini, duh matahari sudah terbit lagi. Aku nggak solat subuh."


__ADS_2