
Pagi ini, Arka sudah mengundang Dewa ke rumahnya untuk memeriksakan keadaan Kenzi. Dari semalam Kenzi belum juga turun demamnya. Panasnya sudah sangat tinggi. Itu semua sudah membuat Arka dan Tanti panik sendiri. Mereka takut terjadi apa-apa sama Kenzi.
" Dari semalam, Kenzi itu demam. Panasnya tinggi sekali Wa. Aku takut terjadi apa-apa sama dia. Tolong Wa, kamu periksa keadaan Kenzi." Pinta Arka.
" Baiklah." Kata Dewa.
Dewa kemudian memeriksa keadaan Kenzi yang mukanya masih tampak pucat sekali.
" Bagaimana keadaan Kenzi Wa?" Tanya Arka yang sudah sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya itu."
" Tidak apa-apa. Dia hanya demam biasa." Kata Dewa menjelaskan.
Setelah memeriksa keadaan Kenzi, Dewa dan Arka keluar dari kamar Kenzi. Mereka kemudian melangkah turun ke bawah. Arka kemudian mengajak Dewa untuk bercakap di halaman samping rumahnya. Sudah lama Arka dan Dewa tidak bertemu. Dewa yang di sibukan di rumah sakit, dan Arka yang di sibukan di kantornya. Sehingga mereka tidak pernah sempat saling mengunjungi.
" Duduk dulu Wa." Kata Arka mempersilahkan Dewa duduk.
Dewa kemudian duduk. Setelah itu Arkapun ikut duduk di samping Dewa.
Dewa kemudian memandang ke depan. Sepertinya dia memang sedang banyak masalah dalam keluarganya.
Sudah beberapa bulan, Dewa tidak berkunjung ke rumah Arka. Dan Arka tahu betul siapa Dewa. Jika sudah mempunyai masalah, pasti dia tidak akan pernah bisa menyembunyikannya dari Arka. Karena wajahnya yang sangat mudah di tebak kalau dia sedang punya masalah.
Arka memandang Dewa dengan cermat. Dia tahu kalau Dewa itu sedang banyak masalah. Tapi Arka tidak pernah tahu dengan masalah yang Dewa alami. Karena Dewa itu orang yang sangat tertutup. Dia jarang menceritakan masalahnya pada orang lain.
" Kamu kenapa Wa? Apa kamu lagi ada masalah dengan Laura?" Tanya Arka.
" Yah, begitulah Ka. Kamu tahu kan Ridho, anak yang sudah aku dan Laura adopsi dulu. Sekarang, dia sudah benar-benar tidak bisa di atur. Sekarang, dia itu sudah terpengaruh oleh teman-temannya di sekolah. Dia sudaj seenaknya sendiri di rumah ku." Kata Dewa menuturkan.
Arka menatap Dewa dengan seksama. Dia seperti ingin tahu lebih banyak tentang Ridho dari Dewa. Karena sekarang Zoya itu sedang dekat dengan Ridho. Arka juga takut kalau Ridho akan membawa pengaruh buruk untuk Zoya.
" Kenapa emang dengan Ridho...? bukan kah Ridho itu anak baik-baik...?" tanya Arka.
" Iya. Dulu dia anak yang baik. Dulu dia itu menurut dengan ku. Tapi sekarang, dia itu sudah nggak bisa di atur." Kata Dewa menjelaskan.
__ADS_1
" Kenapa bisa begtu?" tanya Arka yang masih tidak mengerti.
" Iya. Itu semua karena Laura. Dia sudah memanjakan sekali Ridho. Aku dan Laura juga selalu berantem gara-gara Ridho. Laura itu tidak membolehkan aku terlalu keras dengan Ridho. Tapi kalau dia di baikin ngelunjak. Kalau dia kerasin ngelawan. Bingung aku Ka."
" Sabar Wa." Kata Arka.
Arka diam. Bukan hanya Dewa yang saja yang mempunyai masalah tentang anaknya. Arka juga sama. Dia mempunyai anak seperti Aurel yang susah untuk di atur. Aurel anak yang suka seenaknya sendiri.
" Sama Wa. Aurel juga sama seperti itu. Kadang dia juga sering berantem sama mamanya." Kata Arka.
" Ha...ha... hidup itu memang lucu yah Arka. Aku teringat saat kita masih muda." Dewa tergelak.
Arka hanya tersenyum.
" Iya. Dulu kita satu kampus, dan kita mencintai wanita yang sama." Kata Arka.
" Iya. Dan aku nggak menyangka, kalau sekarang wanita yang dulu kamu nikahi itu, sekarang jadi milik ku Arka. " lanjut Dewa.
" Iya. Itu semua karena Tanti. Coba kalau aku tidak mengejar Tanti dan tidak mengenalnya. Mungkin perceraian ku dengan Laura tidak akan pernah terjadi. Tapi aku beruntung Dewa, bisa memiliki Tanti. Dia itu wanita yang luar biasa. Dia itu memang wanita yang berpendidikan rendah, tapi dia itu bisa mendidik anak-anak nya dengan baik. Buktinya sekarang, Zoya, Kenzi, dan Kenzo, mereka juga sekarang menjadi anak baik. Kecuali Aurel." Kata Arka.
" Kenapa dengan Aurel?" tanya Dewa penasaran.
" Yah begitulah, dia itu memang susah di atur. Seenaknya sendiri. Pulang sampai malam, pulang sampa sore. Aku juga bingung." jawab Arka.
" Apakah dia sudah tahu, tentang ayah kandungnya...?" tanya Dewa.
Arka menggeleng.
" Belum. Aku tidak pernah membolehkan Tanti untuk mengatakan itu." Kata Arka.
" Kenapa Arka...?" tanya Dewa lagi.
" Karena aku tidak mau kehilangan Aurel juga. Kalau dia tahu yang sebenarnya, aku takut Aurel itu akan mencari ayahnya. Dan aku tidak mau Aurel jatuh ke tangan Arifin. Arifin itu orang yang sangat licik." Kata Arka menjelaskan.
__ADS_1
" Terus, apakah kamu akan menyembunyikan semuanya terus menerus? kamu tidak boleh seperti itu Arka. Nanti Aurel bisa ngelunjak." Kata Dewa.
" Biarlah, walaupun aku sudah punya dua anak perempuan yang lain, anaknya Putri dan ankanya Tanti, tapi aku juga masih sayang sama Aurel. Sangat sayang sama dia." Ucap Arka.
Arka dan Dewa tampak asyik mengobrol. Beberapa saat kemudian, Tanti muncul dan membawakan dua cangkir kopi untuk Dewa dan suaminya Arka Wijaya.
" Eh, lagi ngobrolin apa sih, sepertinya dari tadi kalian itu asyik banget ngobrolnya?" Tanya Tanti yang ikut kepo dengan obrolan kedua lelaki itu
" Nggak kok Tanti. Kita itu cuma lagi ngobrolin anak-anak kita saja. Iya kan Arka." Kata Dewa sembari menatap Arka.
" Iya." kata Arka singkat.
Tanti hanya tersenyum.
" Gimana Dewa dengan Kenzi...?" tanya Tanti pada Dewa. Dia juga penasaran dengan kondisi Aurel.
" Kenzi tidak apa-apa Tanti. Dia cuma butuh istirahat aja. Dan nanti aku akan kasih kamu resep untuk menebus obat di apotik terdekat." Kata Dewa.
" Iya Wa. Makasih. Eh, kenapa kalian harus ngobrol di teras. Kenapa tidak ngobrol di dalam saja." Kata Tanti.
Arka kemudian bangkit dari duduknya.
" Iya Wa. Ayo kita masuk ke dalam dan ngobrol-ngobrol lagi." Ajak Arka.
" Iya. Tapi aku cuma sebentar saja di sini. Aku mau berangkat tugas sebentar lagi." Kata Dewa.
" Iya. Tapi kita minum kopi dulu yah di dalam." ajak Arka lagi
" Ini kopinya aku bawa ke dalam yah." Kata Tanti.
Setelah itu ketiga orang itu masuk ke dalam dan melangkah ke arah ruang tengah.
" Wa, kamu udah makan belum? kalau belum,mending kamu ikut sarapan aja bersama kita. Tanti sudah masak banyak lho." Kata Arka.
__ADS_1
" Iya Wa. Lagian kamu itu lama banget tidak main ke sini. Laura juga tidak main kesini." Kata Tanti. Setelah itu dia pun ikut bergabung dengan Dewa dan Arka.