
"Selamat tinggal Tuan Arka. Selamat tinggal dunia, selamat tinggal untuk semuanya." Ucap Tanti sebelum menceburkan diri.
Tanti sekarang sudah ada di atas jembatan. Sebentar lagi dia akan segera terjun ke bawah.
Namun tiba-tiba dengan sigap ada seorang lelaki tampan menyelamatkannya. Dia menyeret tubuh Tanti hingga Tanti ambruk sampai di atas tubuh lelaki itu.
Lelaki itu dan Tanti saling menatap. lelaki itu meneguk salivanya sendiri. Sekarang dia berada sangat dekat dengan seorang perempuan cantik.
Tanti yang tersadar segera berdiri. Lelaki itupun ikut berdiri.
"Hei...siapa kamu...! Kenapa kamu nyelamatin aku tadi. Harusnya biarkan aku mati saja." Ucap Tanti.
"Hei Nona, bunuh diri itu tidak akan pernah menyelesaikan semua masalahmu. Itu justru akan membuatmu ke seret kedalam neraka.!" Ucap lelaki itu.
"Aku bosan. Hidup begini. Aku selalu tersakiti. Aku nggak mau hidup terlalu lama. hiks...hiks..."
Tanti menangis. Namun, pemuda itu malah memelukanya erat. Sepetinya pemuda itu sangat iba pada kondisi Tanti saat ini.
Aku tidak tega jika melihat keadaan wanita kalut seperti ini. Aku jadi teringat adik ku. Aku harus menghiburnya. Batin lelaki itu.
Tanti menangis di pelukan lelaki itu.
"Kenapa dunia begitu kejam. Semua orang lelaki telah menyakiti ku."Ucap Tanti.
"Nona,ingat Allah Nona. Ingatlah Tuhan mu. Kamu jangan menjerumuskan dirimu sendiri ke jurang kemaksiatan. Bunuh diri itu dosa besar."Ucap lelaki itu.
Tanti masih menangis. Sekarang dia tampak menyadari akan kesalahanya tadi. Mungkun jika lelaki itu telat datang, mungkin Tanti akan menjadi makhluk yang berdosa karena mati dalam keadaan bunuh diri.
Tanti melepas pelukan pemuda itu. Pemuda itu segera menghapus air mata Tanti.
"Nona, aku tidak tahu, masalah apa yang bisa membuatmu sekalut ini. Tapi setidaknya kamu tidak sendiri Nona. Masih banyak orang yang membutuhkanmu. Masih banyak orang yang merindukan dan menyayangumu. Jangan gara-gara hal sepele kamu mau bunuh diri. Allah tidak akan memberikanan ujian pada hambanya di luar kemampuan hambanya. Ucap lelaki itu.
Tanti dengan wajah yang basah tampak menatap lekat wajah lelaki yang ada di hadapannya itu.Yah, dia lelaki yang berwajah tampan berkulit sawo matang dan mempunyai lesung pipi di pipinya. Wajah lelaki itu sungguh menyejukan bila di pandang. Dia berkumis tipis dan bertubuh tinggi besar. Mungkin dengan Arka, dia tidak ada apa-apanya. Masih tampan Arka. Namun dari caranya memberikan nasihat,lelaki itu seperti mempunyai sedikit ilmu agama.
Lelaki itu tersenyum.
"Nona. Di setiap cobaan itu pasti akan ada hikmahnya nona. Percayalah. Suatu hari kamu akan menemukan kebahaguaanmu."
Tanti tersenyum.
"Terimakasih kamu telah menolongku. Jika tidak ada kamu, entahlah mungjun aku sudah masuk ke jurang kenistaan. Menjadi orang yang mati karena bunuh diri."
"Sama-sama Nona. Sekarang nona harus kembali pada keluarga nona."
Tanti diam. Wajahnya menunduk yah kemana lagi setelah ini. Tanti tidak tahu
"Aku nggak tahu mau kemana Tuan. Aku belum punya arah tujuan. Aku lagi mencari anak ku. Dan setelah anak ku di temukan, aku akan segera pulang kampung."
"Oke kalau begitu, ikutlah dengan ku Nona."
Tanti mengangguk.
"Iya terimakasih."
Tanti dan lelaki itu kemudian masuk kemobil.
"Oya Nona. Nama kamu siapa?" Tanya lelaki itu memberanikan diri.
__ADS_1
"Aku Tanti Tuan."
"Nama mu cantik Nona. Secantik orangnya.
"Ah bisa aja. Kalau nama kamu siapa?" Tanya Tanti.
"Namaku Andre Tanti. Senang yah kita bisa berkenalan." Ucap Andre.
***
Tanti masih satu mobil dengan Andre. Kini suasana masih Hening. Tanti dan Andre belum saling bicara. Mereka di sibukan oleh fikirannya masing-masing.
Andre tersenyum melirik Tanti. Tanti yang terlihat galau.
"Kamu kenapa Tanti?" Tanya Andre.
"Aku nggak apa-apa Tuan."
"Jangan panggil aku Tuan. Nggak enak kedengarannya. Panggil aku Andre saja."
Tanti menatap Andre. Namun Tanti tiak merasa takut karena Andre punya wajah sejuk dan bukan tampang orang jahat.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu Tanti. Baru pernah yah,melihat orang setampan aku."
glek..
Tanti hampir keselek air ludahnya sendiri. Kenapa bisa sih si Andre tahu kalau Tanti sedang memandanginya.
Tanti tersenyum.
"Aku nggak tahu Ndre mau kemana. Di sini aku nggak punya siapa-siapa."
"Apa!"Andre tampak terkejut.
"Yang jelas aku mau mencari anak ku."Ucap Tanti.
"Ya udah kamu tinggal di rumahku aja."
"Apa? bolehkah aku numpang di rumah mu?"
"Ya boleh dong, nanti aku bantuin deh untuk nyari anak kamu." Ucap Andre.
Andre kemudian membawa Tanti pulang kerumahnya.
Sesampai di rumah Andre, Tanti pun terkejut karena Andre itu, ternyata juga rumahnya luas hampir sama seperti rumah yang Arka berikan padanya.
"Kamu tenang saja Tanti. Di sini aku cuma tinggal berempat. Aku tinggal bersama Papa Mama dan adik perempuanku."
"Oh..."
Jam 12 malam Andre masuk ke dalam rumahnya.
"Ayo Tanti. Aku selau bawa kunci cadangan setiap pulang malam. Kebetulan aku itu kan seorang dokter, jadi aku terkadang ada tugas dadakan. Jadi aku selalu bawa kunci serep."
Tanti kemudian mengikuti langkah Andre.
"Tanti, duduk di sini dulu yah. Aku panggil adik ku. Biar malam ini, kamu tidur dengannya."
__ADS_1
"Iya."
Andre memanggil adiknya. Andre melangkah naik ke atas. Dia membukan pintu kamar adiknya yang ternyata tidak di kunci.
Ceklek...
Adik Andre masih terlihat pulas.
"Hemm. Kebiasaan nih anak. Tidur pintu nggak pernah mau di tutup." Gerutu Andre.
Andre kemudian membangunkan Chelsea adiknya.
"Chel...Chelsea...bangun..." Ucap Andre.
"Ah, apaan sih Kak. Chelsea ngantuk banget nih."
Chelsea bnagu dulu. Kaka mau kenalin kamu sama seseorang.
Chelsea mengerjapkan matanya.
"Kenalin sama siapa sih, Chelsea nggak minat ah, " Ucap Chelse.
"Kakak bawa Perempuan cantik Chel."
"Apa?"
Chelsea terbelalak. Dua sangat terkejut.
"Wanita siapa? wanita malam?" Tanya Chelsea sekenanya.
"Hemm, emang kamu pikir aku lelaki apaan. Dasar kamu itu."
"Aku bawa Tanti."
"Pacar kamu Kak."
"Bukan. Tadi aku ketemu dia di jalan. Taoi sepertinya nggak punya keluarga"
"Hush, hati-hati loh Kak. Jangan-jangan dia mau modus."
"Sudah deh Chelsa, Ayo kita temui dia."
Chelsea kemudian turun ke bawah untuk menemui Tanti.
Tanti masih tampak kagum dengan rumah Andre.
"Ternyata Andre rumahnya gede juga. Dan ternyata dia seorang dokter. An sepertinya dia lelaki yang baik." Ucap Tanti.
"Tanti..."Ucap Andre.
Tanti menoleh.
Deg.
Jantung Chelsea seakan mau berhenti berdetak saat melihat Seorang wanita yang di bawa oleh Kakaknya. Yah, dialah wanita yang selama ini Chelsea selidiki keberadaannya.
Astaga, dia kan wanita yang dulu pernah memergoki ku waktu aku mau membunuh Arka. Kenapa dia bisa sam Kakak. Mudah-mudahan dia tidak mengenaliku. Batin Chelsea.
__ADS_1