Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
bertemu Arifin.


__ADS_3

"Ibu, dan bapak, nggak usah sungkan-sungkan di rumah Arka yah. Anggap saja ini rumah kalian sendiri.. Kalian itu sudah bagian dari keluarga aku Bu, "


"Iya Nak Arka. Tapi ibu bingung, mau ngerjain apa. Biar nggak jenuh aja gitu. Kalian berempat ini mau keman?. Kayaknya rapi banget sih." Kata Bu Nunik.


"Papa mau ngajakin Zoya mancing di danau."


"Oh iya. "


"Iya. "


Arka dan Tanti kemudian berangkat ke danau untuk memancing.


...****************...


Tanti dan Arka masih sibuk mencari Aurel, Aurel dan Zoya, hilang entah kemana. Mungkin, karena kurang pengawasan kedua orang tuanya, Zoya dan Aurel menghilang lagi seperti kejadian di panti.


" Aduh, gimana nih Arka. Anak kita hilang lagi. Kalau kayak gini gawat Arka. Kemana mereka."


"Sabar Tanti kita cari bareng-bareng barang kali nanti ketemu. Jangan panik dulu "


"Tapi aku takut terjadi apa-apa Arka. Aku takut, mereka bertemu orang jahat dan menculiknya."


"Sudahlah Tanti, di sini rame. Mana ada penculikan. Paling mereka lagi istirahat di suatu tempat. Mendingan kita cari saja pelan-pelan. Jangan panik."


"Iya Atka. Aku nggak panik kok."


Dan di sisi lain, seorang lelaki sedang mengajak ngobrol Zoya dan Aurel. Lelaki itu adalah ayah kandung Aurel. Yah, Arifin.


Arifin seperti rindu pada buah hatinya itu. Apalagi saat dia melihat Aurel persis sekali dengannya. Dia jadi menginginkan Aurel. Karena sejak Arifin menikah dengan Hana, sampai saat ini, Hana belum bisa memberikan keturunan.


Yah, Hana adalah istri Arifin yang nomer tiga. Pertama Tanti, yang kedua adalah Ipeh tetangga yang dekat rumah Arifin. Tapi Ipeh sudah bercerai juga dengan Arifin. Dan sekarang Hana, wanita yang cukup cantik dan ramah.


" Gimana es krimnya. Enak kan?"


"Enak Om. Terimakasih."Kata Zoya.


Aurel masih duduk di pangkuan ayahnya.


Ah, rasanya aku kangen sama Tanti. Tidak ada wanita secantik Tanti di dunia ini. Semua wanita, biasa-biasa aja.Aku jadi menyesal, karena telah memberikan Tanti pada Tuan Arka. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Untuk apa di sesali. Rezeki jodoh mati, juga sudah ada yang ngatur. Uang dua milyarpun, udah raib karena kalah judi. Batin Arifin


Arifin kemudian mengarahkan pandangannya, ke sekitar. Dia kemudian tertuju pada seorang wanita cantik berhijab. Yah, dia adalah Tanti.


Arifin tersenyum.


"Wah, Nyonya Tanti." Ucap Arifin.


"Akhirnya kita ketemu lagi." Kata Arifin.


Arifin kemudian melangkah ke arah Tanti yang lagi sendirian mencari anaknya.


"Tanti. " Ucap Arifin.


Tanti menoleh dan terkejut.


Arifin langsung mencekal tangan Tanti, dan membawanya menjauh dari tempat keramaian.


"Ih, lepaskan tangan aku Bang. Tangan ku sakit...!"

__ADS_1


"Nggak Tanti. "


"Bang, Kita sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi. Dan untuk apa Abang membawaku kemari."


"Itu semua karena aku kangen sama kamu Tanti. Aku kangen banget. "


Tanti sedari tadi, mencoba untuk melepaskan tangannya. Tapi Arifin tampak kuat sekali menggenggam tangan Tanti. Sehingga tangan Tanti, tampak sedikit memerah.


"Bang, lepasin. Aku sakit."


"Baiklah aku akan melepaskan mu, Tapi, aku punya syarat. "


"Apa bang. Kamu jangan berbuat yang aneh-aneh Bang. Nanti Tuan Arka bisa murka sama kamu."


"Tanti, sekarangkan kamu sudah menjadi orang kaya, kamu sudah menjadi nyonya besar keluarga Wijaya. Sekarang, aku mau minta uang Tanti."


"Apa. Untuk apa lagi Abang minta uang. Aku tidak akan ngasih sepeserpun Bang. Belum puaskah Abang sudah memeras uang suamiku."


"Ha...ha...ha .. suami kamu bilang?.kamu menjadi seperti ini, bisa bersanding dengan Tuan Arka itu karena aku Tanti. Dan aku mau minta duit. Kalau nggak, "


Arifin kemudian melepas cengkeramnya..


"Kalau nggak apa Bang."


" Aku akan sebarkan video mesumya Tuan Arka waktu bersama putri dulu "


"Vidio apa bang?" Tanya Tanti yang tidak tahu. Mungkin jika saja Tanti tahu, Vidio apa saja yang Arifin simpan, itu akan membuat hati Tanti hati. Dan pastinya dia akan sangat cemburu jika melihat Vidio itu. Vidio dimana Arka dan putri berhubungan di malam itu, karena sama-sama dalam keadaan mabuk.


"Apa kamu mau melihatnya sayang."


"Bang, apa sih yang kamu mau."


"Untuk apa?"


"Untuk menghidupi istri dan diriku sendiri dong Tanti. Jadi aku nggak usah kerja. "


Tanti menghela nafasnya dalam. Baru saja satu Minggu menikah, harus bertemu dengan mantan suaminya yang gila uang itu.


"Berapa yang kamu mau bang?. Aku nggak punya uang banyak. Aku cuma punya uang bulanan aja yang Arka kasih buat aku. Tolong bang, jauhi suami ku, dan jangan pernah meminta padanya. "


"Oke. Saat ini, aku mau sepuluh juta."


"Oke, aku akan berikan cek sepuluh juta. "


Tanti kemudian mengeluarkan cek dan menulis angka yang Arifin berikan.


"Ini Bang, tolong jauhi Aurel dan aku. Biarkan kami bahagia. Sekarang, jangan temui aku dan Aurel lagi. Sekarang, pergilah Bang!"


"Oke sayang, aku mau pergi. Dan terimakasih untuk ceknya." Kata Arifin . Setelah itu diapun pergi.


Sementara itu, Aurel dan Zoya, masih duduk manis, sembari makan es krim.


Tanti tersenyum.


"Huh, untunglah, kalian tidak apa-apa." Ucap Tanti.


Tanti kemudian menghampiri kedua anaknya.

__ADS_1


"Mama..." ucap Aurel dan Zoya bersamaan.


Tanti tersenyum. Setelah itu dia memeluk kedua anaknya.


"Kalian kemana saja sih sayang ? Mama khawatir banget nyari kamu tadi."


"Maaf mama. Zoya tadi yang ngajakin Aurel ke sini. Tadi Zoya dan Aurel di belikan es krim sama om baik." Kata Zoya menuturkan."


"Oya, ya udah, sekarang udah habiskan es krimnya, sekarang, ayo kita pulang sekarang! Kita cari papa Arka. Papa Arka lagi mencarimu sayang."


"Iya Ma. Maafin Zoya yah, udah membuat mama khawatir"


"Iya. Ayo..."!


Tanti kemudian menggendong Aurel. Setelah itu dia pergi meninggalkan tempat itu.


"Tanti. " Ucap Arka saat melihat Tanti sudah menggandeng Zoya dan menggendong Aurel.


Tanti tersenyum "Itu Papa."


Zoya berlari ke arah papanya.


Arka langsung mencium Zoya.


"Kamu kemana saja sih sayang, kamu udah mambuat kami khawatir."


"Maafkan Zoya papa. Zoya udah bikin Mama dan Papa khawatir "


"Iya nggak apa-apa. Kita sekarang pulang yuk."


"Kenapa pulang papa. Zoya masih pengin jalan-jalan."


"Terus, mau jalan-jalan kemana lagi yah." kata Arka.


"Ke...mana yah..." Zoya tampak berfikir.


" Katanya mau ke taman."


"Oke kita ke taman."


"Aku pengin main ayunan papa."


"Oke. Kita kesana."


"Makasih papa."


Cup.


Zoya mengecup pipi Arka penuh sayang. Membuat Tanti tersenyum.


"Oh, so sweet anak mama. Mama jadi itu pengin di cium juga sama Zoya."


Zoya tiba-tiba saja mencium pipi Tanti.


" Anak pintar." Kata Tanti.


Tanti dan Arka kemudian mencium Zoya bersamaan.

__ADS_1


.


"


__ADS_2