Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Tuan Arka murka.


__ADS_3

Setelah Pak Toha mengatakan yang sebenarnya, Tuan Arka benar-benar murka. Dia melampiaskan amarahnya di tempat itu.


"Heh, Germo! Kalau sampai Tantiku telah tersentuh pria lain. Aku habisi kamu malam ini juga germo...!! Suara nyaring khas Arka terdengar.


Tuan Arka melepas kaca mata hitamnya. Tampaklah aura ketegasan yang sedang menghinggapi wajahnya saat ini.


Madam Laura terkejut. Ternyata di balik seorang Arka, Arka bisa begitu sangat seram.


Madam Laura hanya bisa menegak salivanya. Dia kemudian mendekat dan berlutut di depan Arka.


"Maafkan aku Tuan. Maafakan aku. Demi Tuhan. Nona Tanti belum tersentuh pria lain. Dia masih suci. Karena tamu pertamanya itu Pak toha."


"Pak Toha...!!!" seru Arka menggeram.


Pak toha langsung menghampiri Tuan mudanya.


"Tuan, sumpah demi Tuhan. Saya tidak pernah menyentuh Nona Tanti sedikitpun. Bagaimana mungkin saya berani menyentuh, jika nona Tanti itu, adalah berlianmu."


"Saya tanya, kenapa kamu bisa ada di sini Pak Toha?" Tanya Arka menatap tajam ke arah Pak toha.


"Saya hanya mencari hiburan Tuan. karena setelah isteri saya meninggal, saya jadi sering merasa kesepian." Ucap Pak Toha menjelaskan dengan perasaan yang sangat malu bercampur takut.


"Huh , bodoh sekali kamu Pak Toha. Di rumahku banyak pembantu wanita kenapa kau tidak menikahi saja mereka." cibir Arka.


Pak Toha hanya bisa diam. Pandangannya tertunduk.


"Idris, Herman."


"Iya Tuan." Kata Idris dan Herman bersamaan.


"Suruh anak buah kalian untuk hancurkan tempat ini. Mulai besok hancurkan tempat ini sampai rata dengan tanah. Dan bila perlu, bakar rumah germo ini sekarang juga. Biarkan germo itu dan anak-anaknya di penjara."


Madam Laura tersentak kaget. Dia tidak menyangka kalau Tuan Arka akan semarah itu. Madam Rania menangis.


"Germo..! Tidak perlu kau menangis di depanku. Aku jijik melihat kalian semua. Di sini tidak akan ada wanita malam lagi. Mengerti...! dan kalian orang-orang wanita, carilah pekerjaan yang halal. Bukan cara menjual diri seperti ini...! Jijik saya melihat kalian!" Kata Tuan Arka.


"Tapi tolong Tuan bebaskan saya. Jangan buat saya di penjara. Saya janji saya akan berubah. Saya akan cari pekerjaan halal dan tidak akan mempekerjakan wanita-wanita ini lagi." Kata Madam Rania meratap.

__ADS_1


Sementara di dalam Tanti sangat gugup. Jantungnya berdebar-debar mendengar teriakan Tuan Arka.


Entah kenapa dia masih teringat dengan belaian indah tangan Tuan Arka yang menghapus air matanya beberapa hari yang lalu. Dan cuma itu, yang Tanti rindukan. Tanti berharap Tuan Arka akan menghapus air mata kesedihan di pipi mulusnya lagi.


Setalah menyelesaikan semua urusan di luar rumah, Tuan Arka pun menuju ke kamar Tanti.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka.


Tanti terkejut dengan kehadiran Tuan Arka.


Dan bertataplah kedua mata dua orang insan itu. Mereka berpandangan sangat begitu lama. Entahlah apa yang sedang Tanti dan Tuan Arka rasakan sekarang. Membuat Pak Toha, jadi bingung. Pak Toha merasa, kalau Tuan Arka udah tersihir dan menjadi patung. Begitu juga dengan Nona Tanti.


Tanti, benarkah itu dia, kenapa dia cantik sekali. Aku seperti tidak melihat wanita kampung dalam dirinya. Sungguh luar biasa, aku tidak salah memilihnya. Tidak sia-sia uang satu milyarku. Tubuhnyapun benar-benar indah. Batin Tuan Arka.


Tanti gugup.


Kenapa Tuan Arka memandangiku seperti itu. Aku jadi takut, Tadi dia teriak-teriak. Dan sekarang dia memandangiku seperti itu. Aku jadi takut. Batin Tanti.


"Ehemm"Pak Toha berdehem. Membuat kedua orang itu tampak kikuk.


"Baiklah Pak Toha, terimakasih, karena kamu sudah bisa menemukan Tanti. Aku akan berikan kamu komisi yang banyak nanti."


Pak Toha tersenyum." Terima kasih Tuan."


***


Dari luar, Herman selalu memandangi ke arah kamar Tanti. Dia seperti ingin tahu apa yang akan terjadi di dalam. Saat ini Tanti begitu sangat menggoda.


Ah, sial. Kenapa Tanti bisa secantik itu. Kalau Tuan jatuh cinta benaran gimana dengan ku. Gimana kalau nanti, Tuan tidak menceraikan Tanti. Atau mungkin dia akan mempertahan nona terus. Ah, apakah aku akan kuat. Sekarang aja hatiku udah mulai panas. Akankan Nona dan Tuan di dalam akan berpelukan? Batin Herman penuh tanda tanya.


Tuan Arka diam-diam melangkah menghampiri Tanti yang masih berbaring di ranjang. Dengan hati berdebar, dia menghampiri Tanti. Dia mendekat ke arah Tanti. Dan sekarang Tuan Arka duduk sangat dekat sekali dengan Tanti.


Tanti pun sama. Entah kenapa sejak Tuan Arka di luar, detakan jantungnya sudah tidak beraturan. Dia benar-benar gugup akan bertemu Tuan Arka kembali.


Lagi-lagi Tuan Arka danTanti saling pandang cukup lama. Kedua bola mata mereka lurus sejajar. Dan tumbuhlah hasrat Tuan Arka. Dia seakan ingin memeluk dan mencium Tanti.

__ADS_1


Tubuh Tanti bergetar. Dia seakan panas dingin. Tuan Arka memandangnya tanpa berkedip. Tuan Arka seperti mempunyai hasrat.


Tiba-tiba saja reflek Tanti memeluk Tuan Arka. Diapun kemudian menangis sesenggukan di pelukan Tuan Arka. Hal yang baru pertama kalinya Tanti lakukan berpelukan dengan seorang lelaki yang bukan muhrimnya.


Tuan Arkapun seakan menikmati pelukan itu. Mereka berpelukan sangat lama. Sehingga air mata Tanti, membanjiri jaket Tuan Arka.


"Tuan, aku takut...hiks..."Isak Tanti.


Tuan Arka membelai lembut rambut Tanti. Matanya terpejam. Lagi-lagi dia menikmati pelukan itu.


"Sudahlah Tanti,kamu tidak perlu takut. Sekarang ada aku di sini. Aku akan selalu menjagamu. Kamu tidak sendiri sayang, "Kata Tuan Arka sembari melepas pelukannya.


Tanti masih belum tersadar. Jika dia tadi telah berpelukan.


Tuan Arka membelai lembut pipi Tanti. Lagi-lagi Tuan Arka menghapus air mata kesedihan di wajah Tanti. Tanti memejamkan matanya. Sepertinya Tantipun sama mempunyai hasrat. Dia menginginkan pelukan hangat Arka lagi.


Arka menegak salivanya. Dia berusaha untuk menahan hasratnya. Dia benar-benar ingin mencium Tanti. Namun dia tidak akan melakukannya. Yah mereka sadar kalau mereka bukan pasangan halal.


Kalau aku tahu, kau secantik ini, aku akan cepat-cepat menghalalkan mu Tanti. Kamu benar-benar cantik. Dan kamu bisa membangunkan hasratku untuk mencumbumu. Batin tuan Arka.


Arka masih memandangi setiap inci wajah dan tubuh Tanti.


Dia tersenyum. Setelah itu dia melepaskan jaketnya.


"Pakailah jaketku Tanti. Dan sekarang kita pulang yah."


Tanti mengangguk. Dia benar-benar bahagia. Sepertinya di saat seperti ini, Tanti sudah mulai bisa melupakan Aurel.


Aurel di manakah Aurel. Yah hanya Arka yang tahu. Selain menyerahkan Tanti pada Tuan Arka, Arifinpun menyerahkan bayinya pula pada Tuan Arka. Entahlah apa yang ada di fikiran Arifin. Mungkinkah dia menginginkan anak dan istrinya itu, hidup enak, hidup terjamin, atau ini cuma hanya kepentingannya saja untuk bisa memeras tuan Arka.


***


Apalah yang Author harapkan


kalau bukan vote dan Like nya dari kalian semua...


☺☺☺

__ADS_1


Cerita ini tak berharga jika tak ada pembaca tercinta.


cerita ini baru awal. musuhnya belum kelihatan.


__ADS_2