Istri Yang Di Jual.

Istri Yang Di Jual.
Kabur lagi.


__ADS_3

Hening tampak menyelimuti apartemen Arka.


Arka baru tersadar kalau Tanti ternyata telah tidak ada. Tanti kabur lagi.


"Herman....! Kenapa kamu masih di sini....! Kejar tanti...! Jangan biarkan dia lolos." Teriak Tuan Arka.


Herman pun langsung mengejar Tanti.


Plak...


Arka memegangi pipinya saat Kak Sofi menamparnya.


"Kakak kecewa sama kamu. " Kata Kak Sofi. Setelah itu, dia pergi meninggalkan apartemen Arka di ikuti Dewa di belakangnya.


****


Tanti berlari sekencang-kencangnya. Yah, saat inilah kesempatan dia untuk bisa kabur kembali dari cengkeraman Tuan arka.


Sekarang Tanti sudah berada di tempat pemukiman kumuh, dan yang ada di sini adalah rumah yang terbuat dari kardus. Yah Tanti sekarang berada di kawasan rumah orang-orang jalanan dan pemulung.


"Aku nggak boleh bertemu Herman. Ini saat yang tepat aku kabur dari neraka itu. Biarlah aku berada di pemukiman orang-orang pemulung." Gumam Tanti.


Tanti mengawasi kesekeliling. Dan tiba-tiba saja, dia menemukan sesosok laki-laki bertubuh sedang berwajah seram dan berambut gondrong, dia tampak sedang menarik-narik anak kecil umur tujuh tahunan.


"Ayo, tunggu apa lagi...Itu teman-teman mu sudah jalan. Kenapa kamu masih di sini. Sekarang sana kamu kerja untuk Ku. Kamu ngemis dan bawa uang yang banyak untuk ku. Kamu harus bisa seperti teman-temanmu. Tunjukan tampang memelasmu agar setiap orang kasihan padamu." Kata lelaki itu pada anak perempuan kecil itu.


"Tapi aku lapar Bang, aku belum makan."


Lelaki itu kemudian mencengkeram dagu anak kecil itu,


"Kamu tidak akan dapat makanan sebelum kamu mendapatkan uang." Kata lelaki itu.


Anak kecil itu mengangguk. "Iya Bang."


Tanti sangat merasa iba pada bocah kecil itu, Tanti kemudian mendekat.


"Bang, tolong lepasin anak kecil ini. Jangan paksa dia untuk mengemis Bang." Kata Tanti pada lelaki itu,


Lelaki itu, memandang Tanti dari atas kebawah. Sepertinya dia mempunyai minat pada Tanti.


Cantik...cantik sekali wanita ini. Aku bisa serahkan dia pada Madam Rania. Dan aku bisa mendapatkan banyak uang.


Seringai licik tergambar jelas pada wajah lelaki itu. Lelaki itu bertepuk tangan. Dan tiga orang lelaki yang bertubuh tinggi besar, dan bertampang menyeramkan itu hadir mendatangi lelaki itu. Sepertinya mereka adalah komplotan penjahat berdarah dingin, penjahat yang memperjual belikan wanita, dan penjahat yang mempekerjakan anak-anak jalanan untuk di paksa mengemis.


Tanti hanya bisa menegak salivanya sendiri.

__ADS_1


Siapa mereka, tampang mereka seram sekali, kenapa mereka mau mendekati ku. Apa mau mereka. Batin Tanti


Tanti bergerak mundur. Dia benar-benar takut sekarang. Ternyata di luaran sana, masih ada orang yang seram, lebih besar, dan lebih berotot ketimbang Herman.


"Jangan mendekat...Pergi kalian. Mau apa kalian.."


"Ha....ha...ha...."Mereka berempat tertawa kompak. Membuat sekujur tubuh Tanti merinding panas dingin.


"Jangan, tolong...pergi kalian dari sini!"


Tanti benar-benar takut. Sebersit pemikiran mengiang-ngiang di otaknya.


Jangan sampai mereka memperkosa ku. Oh Tuhan, Tuan Arka...tolong...! Batin Tanti.


Tanti memberanikan diri untuk kabur. Tapi Kedua lelaki dari mereka mencekal tangan Tanti. Dan Tanti sekarang berada di tengah-tengah orang bertubuh besar itu.


"Bos beno, kita mau apakan wanita cantik ini? Apakah akan kita gilir dia beramai-ramai." Kata Bambang seseorang yang sekarang ada di dekat Tanti.


Deg. hati Tanti berdesir. Dia benar-benar sudah sangat ketakutan dengan apa yang akan ke empat orang itu perbuat.


"Nggak. Kita akan serahkan dia pada madam. Kita pasti akan mendapatkan upah yang menggiurkan." Keta Beno ketua dari para preman tersebut.


"Ha...ha...ha..." Lagi-lagi mereka berempat kompakan tertawa, seperti puas telah menemukan barang berharga


Kedua lelaki itu menyeret tubuh Tanti. Di ikuti dua orang lelaki di belakangnya.


"Lepaskan aku, tolong, lepaskan aku...!" ucap Tanti di sepenjang perjalanan. Entah Tanti akan di bawa kemana dan akan mereka apakan. Yang pasti di fikiran para preman itu, Tanti bisa di jadikan tambang emas untuk mereka mendapatkan ladang mencari uang.


***


Arka panik sendiri.


"Sial...Kenapa aku bisa kecolongan lagi sih...!" gerutu Tuan Arka.


"Ini gara-gara Kak Sofi dan Dewa sialan. Ngapain juga sih mereka ikut campur masalah aku." Kata Tuan Arka lagi.


Tuan Arka tampak frustasi. Di Raihnya ponsel yang tampak tergeletak di meja makan.


"Halo Herman... Gimana? kenapa lama sekali kau Herman."


"Maaf. Aku kehilangan jejak Tuan"


"Bodoh...! cari dia dan jangan nongol lagi di hadapan ku, sebelum kamu membawa Tanti."


"Baik Tuan."

__ADS_1


"Kerahkan semua anak buah mu, untuk mencari Tanti...Biar dia cepat di temukan."


"Baik Tuan."


Tut. Arka menutup teleponnya. Setelah itu dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Arka masih tampak menatap cermin. Tiba-tiba sekelebat bayangan Laura menghinggap di otaknya.


"Laura, maafkan aku sayang. Aku belum bisa pulang untuk dua hari ini. Aku masih cemas dengan ke adaan Tanti. Aku janji, setelah aku berhasil menikahi Tanti, dan Tanti sudah mulai jinak, hidup kita pasti akan tenang sayang." ucap Arka.


Walau di fikiran Arka, di penuhi kecemasan, kekhawatiran terhadap kondisi Tanti, namun kali ini, Arka memaksakan diri untuk pergi ke kantor. Karena hari ini akan ada meeting besar dengan pengusaha Rusia.


****


Siang ini, terik matahari begitu menyengat. Tampaknya suasana di siang ini begitu terang. Langit di atas sanapun tampak biru sempurna.


Tak ada awan hitam yang menggumpal-gumpal seperti hari


-hari biasanya. Herman, Idris dan Dani, tampak masih melakukan pencarian. Mereka harus segera menemukan Tanti.


Herman masih di sibukan mencari Tanti. Dia menyusuri setiap jalanan kumuh yang tak pernah di injaknya. Herman takut akan terjadi apa-apa dengan Tanti.


"Gimana Idris?" tanya Herman.


"Aku tidak menemukan jejak Tanti sedikitpun di sini." jawab Idris.


Dani pun mendekat ke arah dua rekannya.


"Gimana Dani?" tanya Herman pada Dani.


Dani menggeleng sembari masih mengatur nafasnya yang masih tersengal.


"Gimana ini?" tanya Idris.


"Ya udah, kalian hubungi anak buah yang lain untuk berpencar. Kita harus menemukan Tanti sore ini juga."Kata Herman.


"Iya benar, kalau kita menemui Tuan Arka sebelum menemukan Tanti, habislah kita. Kita pasti akan di marahi habis-habisan oleh Tuan. Dan kita bisa di tampar keras olehnya." Kata Dani.


"Baiklah. Aku akan menghubungi rekan-rekan lain." Kata Idris. Dia kemudian di sibukan menghubungi rekan-rekan pengawal yang lain untuk berpencar dan melanjutkan proses pencarian.


Herman menenggak air di botol air mineral. Dia tampak haus sekali.


q1


Sayangku Tanti. Dia mana kamu sekarang. Apakah kamu tahu, kalau aku sangat mencemaskan mu. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika ada hal buruk yang menimpamu. Batin herman.

__ADS_1


****


Hayoo ada yang bisa tebak Tanti nggak. Sekarang Tanti mau di bawa kemana oleh preman-preman itu?😞😟😕


__ADS_2